
"iya deh, yang langganan kan?", Iwan mengelus kepala Mifa yang terlihat sangat imut itu.
"ya,,heheh".
DI WARUNG PUKUL 19:30
"dek, duduk sini dulu ya, kaka mau pesenin kamu sama punyanya kaka", ucap Iwan.
"ya kak, jangan lama lama", ucap Mifa.
Mifa tengah duduk manis di antara kursi kursi yang berjejeran rapi tapi tidak terlalu bersih juga itu juga karna orang orang tidak peduli dengan lingkungan sekitar.
Iwan masih di posisi antre mie goreng dan nasi goreng disertai dengan dua gelas es teh dan teh hangat. "mbokk, pesen mie goreng sama nasi goreng jangan lupa sama es teg dan teh hangat seperti biasa", teriak Iwan.
"iya,,pedes?", ucap Mbok.
"nasi goreng gak pedes, mie goreng nya aja mbok, makasih".
"ya".
"Dang, lo mau pesen apa?, cepetan mumpung gw traktir nih".
suara yang tidak terlalu asing namun juga tidak terlalu kenal mendengung ditelinga Mifa. "kayak kenal deh?", Mifa mengernyitkan dahinya berusaha untuk mencoba mengingat ingat suara ini sebelumnya.
"aku mie goreng aja, pakai ayam juga", ucap Dadang, tepat di belakang kursi Mifa dan Iwan duduk.
"Degg....
"D,,D,, Dadang?", gumam Mifa.
__ADS_1
"hei!, ngapain ngelamun?, ini aku sudah pesenin", Iwan menepuk pundak Mifa dengan lembut.
"ehh,,oh, iya kak, makasih yah", Mifa menerima nampan yang dipegang oleh Iwan.
"kamu, ngelamun apa? hayo udah ada pacar yah?", tebak Iwan.
"hah? pacar, kak Iwan pasti tau kan kalo aku gak pernah pacaran", Mifa sedikit kesal dengan perkataan Iwan tadi.
"eh,,iya iya gak usah gitu banget serem tau".
(Mifaa?), batin Dadang.
"sudahlah, mungkin dia tidak tau jika aku ada di sini", gumam Dadang dengan wajah memelas.
"mungkin Dadang gak tau kalo aku ada di depan,,,percuma".
"ayo di makan dek", Iwan menyodorkan sebuah piring berisi nasi goreng.
"dek kamu besok masih masuk kerja ?", tanya Iwan sebelum menyuapkan sesendok mie ke mulutnya.
"iya kak, aku bawa obat juga jadi jangan khawatir".
"besok kakak antar aja, takut ada apa apa sama kamu", ucap Iwan mengukir sebuah senyuman yang manis di bibirnya.
"ya kak,,makasih", ucap Mifa dengan membalas senyuman indah kepada Iwan.
"heh, Dang ini mie nya, lo jangan melamun doang", ucap Andi yang tiba tiba berada di samping Dadang.
"eh, kaget aku,,,, jangan tiba tiba di samping bisa gak", ketus Dadang.
__ADS_1
"dah lah, orang cuman bercanda gw jangan di bawa serius", Andi duduk di samping kiri Dadang.
"eh, bro bukannya itu sekertaris nya si boss ya", ucap Andi sambil mengamati Mifa dengan seksama.
"iya, kenapa?".
"gw sapa deh", ucap Andi.
"eh jangan, ada kaka nya kamu jangan main main", Dadang berusaha mengurungkan niat Andi, namun Andi tetap ingin menyapa Mifa yang sedang memakan Nasi goreng nya.
"mbak sekertaris", sapa Andi dari belakang.
"eh, iya yang tadi di kantor yah?", Mifa menghadap ke arah belakang.
"iya mbak, salam kenal saya Andi temennya Dadang", ucap Andi.
"iya, salam kenal saya Mifa".
"Mbak udah kenal sama Dadang?", tanya Andi yang tidak tau bahwa Dadang sudah kenal terlebih dahulu sebelum dia.
"oh,,iya udah koo udah lama kenal", Mifa mengukir senyum tipis di bibirnya.
"yaudah mbak, mbak lanjut makan dulu nanti keburu dingin gak enak".
"oh yah", ucap Mifa sambil membenahi duduknya.
"kamu cukup terkenal di kantor yah?, cuman di kalangan pria nya aja", ucap Iwan sambil menyenggol Mifa.
"eh,,nggak aku gak terkenal banget", ucap Mifa dengan malu.
__ADS_1
"lah itu tadi aja sampai sampai ada yang kenalan sama kamu, bahkan juga kamu udah ada yang kenal terlebih dahulu", Iwan menggoda Mifa.
"ishh,,kak, udah lah malu Mifa yok lanjut makan lagi".