
"astaghfirullah, saya dikacangin", celutuk Iwan, hatinya serasa dipermainkan (tentu tidak).
"yaudah sini bibi duduk di sebelah ku", pinta Mifa. Bibi hanya menurut dan langsung duduk disebelah Mifa, begitu juga dengan Iwan langsung menyaut makanan yang ada dipiring tersebut Mifa hanya bisa menggelengkan kepalanya dan mendengus kesal.
"di mana ya Kak Rafael," gumam Mifa yang secara langsung keluar dari mulut Mifa. "apa Mif?".
"eh, gak apa dasar kepo", lirih Mifa dengan pandangan tak enak ke Iwan. "tadi ada nama laki laki kamu sebut,,,,hayo siapa?", goda Iwan yang membuat Mifa jengkel.
"dibilanginnn!!!", teriak Mifa menahan malu, ada apa dengan pikiran Mifa sekarang?ah entah lah terserah Mifa. "ye, santai aja jangan ngegas apa jangan jangan kamu punya,,,,".
"pacar,,hahahah tumben pacaran", sambung Iwan disertai tawanya itu, malah membuat Mifa semakin jengkel. Bibi memukul lengan Iwan "sssttt, kamu itu seneng banget goda adikmu".
Iwan merintih sakit "awhh ya ya Bi ampun". "yaudah bibi mau berangkat dulu lima menit lagi dimulai astaghfirullah, yaudah assalamualaikum", ucap Bibi sambil melirik kearah jam dinding dan langsung pergi meninggalkan kedua anak itu. "gara gara kaka sih, ah sebel mau mandi terus sholat", geram Mifa dengan kesal nya dia langsung meninggalkan Iwan yang tengah keheranan itu.
"kan, laki laki serba salah males deh", Iwan berjalan menuju ke ruang tamu dan membaringkan tubuhnya di sofa yang amat empuk itu. Tak sengaja mata Iwan menangkap sebuah foto yang berada di bawah sofa, mungkin jatuh dan tak ada yang tau. Pikirnya. Tak lama kemudian ia langsung mengambil foto itu.
seorang laki laki tengah memarahi seorang gadis, sementara saksi mata hanya bisa menertawai nya. laki laki itu memakai baju kemeja dengan rambutnya yang disisir ke arah belakang tampak amat gagah dengan penampilan nya tersebut, terlihat seperti memarahi seorang gadis yang hanya memakai baju olahraga hanya bisa menunduk dan menahan malu. tak asing namun siapa. Pikir Iwan. Ia berusaha fokus kepada foto yang tengah ia pegang.
"Kak", suara itu tidak asing dan familiar sekali dengan wajah dingin dan nada dingin nya memanggilnya. Iwan menoleh kearah belakang nampak Mifa sudah harum namun, kesannya menatap Iwan amat lah dingin. "iya, ada apa Dek?", tanya Iwan. "kemarikan foto itu", pinta Mifa.
Iwan mengangkat satu alisnya "apakah ini amat penting bagimu?". Mifa tak mendengar Iwan lalu menarik paksa foto itu dan merobeknya. "eh eh, jangan bar bar", apa?kenapa Mifa menyobeknya. pikir Iwan.
"kaka mending sholat mandi ceper", perintah Mifa yang langsung dituruti oleh Iwan. "buset, serem banget astaghfirullah", Iwan langsung meniggalkan Mifa yang tengah berdiri tegak itu tatapannya bak elang.
"huft, aku mungkin terlalu bereaksi argh", gumam Mifa frustasi mendapati dirinya yang tengah bingung itu. "sudahlah lebih baik aku menonton kartun saja, sore ini,,, oh ya ada", sambung Mifa dengan girang.
__ADS_1
selang waktu, akhirnya Iwan selesai melaksanakan kewajibannya itu dan langsung duduk di samping Mifa yang serius menghadap ke TV sampai sampai tak tahu jika ada Kakak nya. "girang amat, perasaan tadi kayak elang,,,,ish serem nya astaghfirullah", ucap Iwan.
"terserah lah, pokonya ini lu-".
"drrrtttt
"Nana, tumben", ucap Mifa sambil mengangkat telefon nya. "assalamu'alaikum, Nana kenapa nelpon?", tanya Mifa.
"nanti malem mau ikut aku nggak?".
"ke?".
"ke restoran Xxx ikut nggak? kakak mu juga ajak aja gak apa aku juga bawa suami ku kok", jelasnya.
"nanti kita ketemuan di sana aja yah". sambung Nana.
"okey, makasih wa'alaikumsalam".
"Kak, mau ikut ke Restoran Xxx? sama Kak Andik sama Nana kita di ajak loh", tanya Mifa sekaligus memohon Iwan untuk ikut. "wuihhh? yang bener?", tanya Iwan..
"ya iya lah kak, mau apa nggak?", kesal Mifa
Mifa termasuk orang yang mood nya tak beraturan. "ya aku mau lah", jelas Iwan.
"tolong kakak search di gogel map mana itu Restoran Xxx ya?". tanyanya yang langsung diangguki oleh Iwan, dan Iwan langsung mengambil handphonenya di atas.
__ADS_1
Iwan berlari mengiringi anak tangga menuju kamar Mifa. "brakk, bantingan pintu dari atas alias Iwan membuat Mifa terkejut, bagaimana tidak. Iwan masuk dan langsung membanting tubuhnya ke ranjang sambil menyaut handphone yang ada di atas kasur sambil bersenandung kecil membuka gogel dan search di mana letak Restoran Xxx.
"oalah toh, di sini ku kira jauh dong", sorak Iwan. "10 meter dari supermarket".
'gasp'. tak perlu dihitung Iwan langsung menuju ke Mifa dan memberitahunya sambil bersorak kegirangan. "MIFAAA DEKET SAMA YANG TADI ITU LOH APA,,SHH APA YA OH YA SUPERMARKET JADI KITA MUNGKIN SUDAH TAHU JALANNYA".
"iya, tenang astaghfirullah mana coba liat", Iwan langsung memberikan handphone nya pada Mifa. "oh, yaudah kalo gitu enak dong".
"iya, tapi semoga aja nanti gak macet".
"hm iya juga moga aja nggak", Mifa mengangguk kecil.
PUKUL 18:50
kedua orang itu nampak rapi dengan Mifa memakai kerudung segitiga berwarna biru dan baju kemeja biru yang panjang nya hampir 'selutut' disambung dengan celana jeans 'cropped' .
sementara Iwan memakai baju santai dengan jeans bau harum semerbak muncul dari kedua orang itu. "dah siap, sebentar aku nelfon Nana dulu".
"tuttt...
"assalamualaikum, aku berangkat kamu juga berangkat ya", suruh Mifa.
"wa'alaikumsalam iya ini aku udah di jalan tapi rumah ku rada jauh sama restoran jadi sekitar 30menit aku baru nyampek", jelas Nana.
"oh yaudah assalamualaikum". Mifa langsung mematikan ponselnya tanpa menunggu jawaban dari Nana.
__ADS_1
"gimana?jadi gak?", tanya Iwan, "yaiyalah ayok", ajak Mifa.
-Libur,,,But disuguhi tugas yang buat nugas')-