Cinta berlawanan keyakinan

Cinta berlawanan keyakinan
41-minta bantuan


__ADS_3

"ada apa ini Mif?", orang ketiga dan keempat itu menyusul Mifa dan Iwan. "weh gaes bau apa ini ga enak banget", lantur Andik.


"ini itu bau wine astaghfirullah kamu gatau?" jengkel Nana.


"siapa dia Mif?", tanya Nana. "kating", jawab Mifa tanpa basa basi pandangannya masih tertuju kepada Rafael yang mabuk.


"k-kating?", Nana terkejut dia tak percaya jika katingnya sendiri mabuk', mungkin dia lagi patah hati?, pikirnya. Banyak pertanyaan yang muncul dibenak Nana yang masih menatap katingnya itu sampai terlamun' sendiri.


keempat orang itu terlihat cemas, siapa yang akan mereka telfon untuk memberi tahu bahwa Rafael sedang mabuk berat sekarang?tak ada yang tau kecuali mereka.


"aduh kita telfon siapa nih?", keluh Mifa dengan rasa khawatir. "mending em, temen kantormu?", tanya Nana.


"aku punya,,tapi-".


"tapi apa? apa kau bermusuhan bersama teman sekantormu?", marah Nana, dia bermusuhan?atau memang dia tak punya teman di kantor?. Entahlah.


"aku punya, aku akan menelfon Kak Renata", sahut Mifa langsung menekan nomor Renata.


"drtttt


"assalamualaikum, Kak Ren?".


"wa'alaikumsalam iya kenapa Mifa? tumben nelfon jam segini sudah malem loh".

__ADS_1


"kakak eng bisa ga kakak ke Restoran Xxx penting banget nih".


"kalau bisa, kalau tidak bisa juga tidak apa", sambungnya.


"kenapa?ada apa?", tanya Renata dengan khawatir.


"pokoknya kakak bisa gak kesini?".


"ya, aku bisa aku akan datang bersama suamiku".


"anak Kaka?".


"dia bersama neneknya di kamar tidur kau jangan khawatir".


"wa'alaikumsalam".


"ada apa dek?, temenmu nelfon malem banget?", tiba tiba suami Renata berada di sampingnya, Radit.


"eh gatau dia minta aku datang ke Restoran Xxx kamu antar aku kesana yah?pliss", mohonnya pada Radit yang langsung diangguki.


"Baik, aku akan mengawasi mu", ucapnya. "yaudah aku mau pakai kerudung sama jaket dulu kalau begitu kamu keluar sama ambil kunci mobil dulu aja", suruhnya.


selang tak lama kemudian Renata pergi bersama Radit dengan mobil berwarna putih. memakan waktu sekitar 15 menit dari rumah.

__ADS_1


15 MENIT KEMUDIAN


"dia stand by di mana yank?", tanya Radit pada Renata yang sedang sibuk mencari nomor kontak di dalam handphone nya. Saat mata Radit menelusuri sekitar restoran dia melihat seseorang yang mabuk dan empat orang tengah mencoba untuk menyadarkannya.


"yank, kok ada orang mabuk di situ ya?", tanya Radit pada Renata. Renata mencoba menajamkan sorot matanya dan, yah percaya tak percaya itu adalah Mifa dan beberapa orang yang tidak ia kenali.


Renata tanpa memberi aba aba langsung berlari menuju Mifa dan orang yang tengah duduk di samping Mifa. "MIFAA ada apa?", tanya nya. Mifa menunjuk kearah Rafael, kepala Renata mengikuti arah jari telunjuk Mifa, percaya tak percaya dia melihat bossnya tengah mabuk berat.


"woe gimana ini aghhh", kedua lelaki itu nampak frustasi entah mau bagaimana lagi karna dia juga tak tahu alamat rumah, atau apa pun itu.


"aku tahu mbak rumahnya", ucapan Mifa dibiarkan menggantung. "aku punya nomor kontaknya si Dadang", sahut Renata " biar aku telfon dia", sambungnya.


"deg,,,


seakan akan jantung Mifa berhenti berdetak tak tau mungkin sekarang pikiran Mifa tersumbat dengan beberapa kata itu. "ah em baiklah tak apa".


"apakah kau keberatan?", melihat raut muka Mifa seketika pucat Iwan tampak amat khawatir dan memegang pundak Mifa.


"assalamualaikum,,,,Dang bisa ga kamu ke depan Restoran Xxx?".


"wa'alaikumsalam iya mbak emang kenapa sudah malem banget loh".


"pokonya di sini ada tiga orang yang ga aku kenal sama ada Mifa, dan yah boss".

__ADS_1


"..."


__ADS_2