Cinta berlawanan keyakinan

Cinta berlawanan keyakinan
28-andika.


__ADS_3

lelaki itu sama tinggi dengan Rafael, bedanya kulit nya putih pucat beserta hidung mancung di anugrahi alis tebal dan tatapan mata yang tajam. Ketika senyum sangat manis.


"hm sama seperti kamu".


"dan, ini. siapa? sangat cantik", sambungnya.


"oh, saya Mifa seker-".


"dia Sekertaris ku", Rafael langsung memotong ucapan Mifa yang ingin disampaikan ke seorang lelaki itu sebagai tanda menghormati satu sama lain.


"ya saya tau, perkenalkan aku andika arzani putra", ucapnya seraya melukiskan senyuman indah ke Mifa.


Mifa membalas senyuman itu, tidak dengan Rafael yang terlihat muram ketika mereka berdua saling tersenyum.


Rafael langsung menarik lengan Andika dengan kasar dan membawa nya ke meja yang di kelilingi oleh kalangan elit, Rafael dan Andika disambut hangat oleh wanita wanita yang berada di sampingnya, namun keduanya menghiraukannya.


sementara itu Mifa hanya diam di tempat dan mencoba untuk memahami situasi nya. "kenapa dan mengapa Kak Rafael membawa Pak Andika ke sana?", ucapnya


Mifa melirik ke arah jam tangannya dan jam itu menunjukkan pukul 12:10, waktunya shilat dhuhur bagi para umat islam, "aku akan bertanya ke seseorang", ucapnya seraya meninggalkan tempat di mana dia berdiri tadi.

__ADS_1


"permisi, apakah di sini ada musholla?", tanya Mifa pada karyawan yang sedang membawa piring dan nampan kotor.


"oh, di bawah tangga yang lumayan besar belok kanan di situ mosholla dan tempat wudhu", jelas karyawan nya pada Mifa.


"makasih".


tidak sampai semenit Mifa langsung menuju tangga yang lumayan besar dan belok ke kanan untuk wudhu dan sholat, meminjam ruko di mushola tersebut.


di samping nya ada dua anak kecil yang imut sekitar umur lima atau enam tahun? entah lah mungkin segitu.


Saat selesai sholat Mifa membereskan Ruko dan Sajadah yang ia pinjam di mushola dan meletakkan nya di rak kaca.


seorang anak menarik baju Mifa sekitar dua kali, Mifa menengok ke arah anak yang tadi ada di sebelahnya. "kak, tolong masukan ruko kami ke dalam rak kaca itu", ucap anak tersebut sambil menyodorkan dua ruko kecil.


"ah, iya adik cantik", Mifa menerima ruko tersebut dan di masukkan nya ke dalam Rak Kaca.


"apakah kalian bersama orang tua? atau sendiri?", tanya Mifa sambil membungkuk dihadapan ke dua anak kecil tersebut.


"enngg,,, ibu sudah selesai sholat dia memakai baju muslim berwarna kuning, dan sekarang aku tidak tau di mana dia", kedua anak kecil tersebut mulai membendungkan air mata nya sambil mengusap nya dengan tangan kecil.

__ADS_1


"tenang adik kecil, aku akan mencoba mengantarkan kalian ke ibu mu, sebisa kakak", Mifa mengusap kedua kepala anak kecil dan membawa nya keluar mushola.


"di mana anakku? oh tidak aku terlalu bodoh", ibu tersebut menuduh dirinya sendiri.


"aku akan pergi mencarinya".


"tenang kaka, mungkin dia sedang sholat", ucap Rafael.


"kau, minta aku pukul ya?", Ibu tersebut mengancam Rafael agar tidak terlalu banyak berbicara.


sementara itu Mifa dan kedua anak kecil sedang menulusuri hampir setengah ruangan gedung yang besar itu. "kak, sepertinya aku menemukan ibu", ucap salah satu anak kecil tersebut dan mencoba menunjukkan ibunya.


"IBUUUUUU", teriak anak kecil yang adadi samping Mifa dan anak kecil yang di gendong Mifa melompat turun.


"huftt,,akhirnya", Mifa legah setelah menemukan ibu dari kedua anak tersebut.


"akhirnya, lohh?", perempuan itu kan,,,


MAAP YA AUTHOR CUMAN BISA UPDATE DUA :'(,,,AUTHOR MASIH BANYAK UJIAN:D

__ADS_1


__ADS_2