Cinta berlawanan keyakinan

Cinta berlawanan keyakinan
42-bertemu dia. Lagi


__ADS_3

"pokonya di sini ada tiga orang yang ga aku kenal sama ada Mifa, dan yah boss".


"..."


tak ada balasan dari Dadang. "eh jangan diem aja kamu, BISA GAK?".


"bisa, aku akan kesana assalamualaikum". Tanpa basa basi Dadang tidak menjawab dan langsung menuju ke Restoran Xxx.


tak butuh waktu lama akhirnya Dadang datang di depan Restoran Xxx tanpa memakirkan di tempat yang seharusnya, dia datang sambil menggantung handphone nya di kepalan tangannya. Terus berjalan menuju keenam orang itu yang bergerumbul. "ada apa in-".


menatap bossnya dalam keadaan mabuk berat Dadang sangat terkejut, sebetulnya ia tak mau di seret ke dalam masalah ini namun apa salahnya. "kok bisa kak?", tanya Dadang masih kaget.


"tanya aja Mifa, gw aja di suruh kesini kok", lirihnya.


"ehm, yaudah lebih baik kita antar ke rumahnya".


"tapi aku tidak tahu rumahnya". Sambungnya.

__ADS_1


"aku tahu", ucapnya membuat Dadang terkejut. "mari kita antar tapi Kak Iwan sama Nana dan Mas Andik pulang saja dulu tak apa", ucap Mifa.


"gak lah sebagai Kakak aku harus ikut", lantur Iwan, Mifa langsung menoleh ke arah Iwan dan memberi tatapan elang memberi peringatan. 'jangan ikut', bisiknya.


"yaudah lah, kakak pulang dulu sama nih dua orang assalamualaikum", ucap Iwan sambil mengajak Nana dan Andik. Setelah tidak lagi terlihat, Mifa dan ketiga orang itu melanjutkan misinya. "kita gendong dulu aja", ucap Radit tiba tiba.


"Dang kamu bantu aku", perintahnya. "baik kak, kita bawa ke mobilnya kakak ya?", ucap Dadang yang langsung diangguki oleh Radit.


akhirnya dengan bantuan Dadang Radit bisa menggendong Rafael dan langsung dimasukkan kedalam mobil berwarna putih milik Radit.


"Brakk


"sudah, ayok Mifa kamu mandu kira bertiga". ucap Radit yang langsung menghampiri Mifa.


"aku dibelakang sama Dadang dan Boss Rafael aja mas", sahut Nana.


Radit mengangguk "baik, Mifa kamu di depan memandu saya", Mifa mengangguk dan mengikuti arah jalan Radit.

__ADS_1


setelah semua masuk ke dalam mobil, Mifa menunjukkan jalan ke rumah Rafael dengan akurat dan teliti karna rumah Rafael ternyata tak jauh dari rumah Mifa.


beberapa lama kemudian kelima orang itu telah sampai di rumah yang mewah dan megah terpapar banyak mobil sport tepat di depan rumah Rafael ada dua security yang siap siaga menjaga rumah Rafael.


Mifa keluar dari mobil dan menyapa kedua security yang yang tengah duduk di 'pos' kecil berwarna abu abu. "permisi pak, saya tadi ketemu Pak Rafael lagi mabuk, apakah bapak bisa membantu saya?", tanya Mifa dengan sopan. Kedua security itu langsung kaget saling melempar pandangan. "Boss Rafael?".


"ya, apakah bisa membantu saya?".


tanpa basa basi kedua security langsung menghampiri mobil Nana dan dengan lancang membuka pintu belakang. "aduh", kaget Nana. "maaf maaf kami terlalu gegabah, apakah kalian bisa berikan Rafael ke saya?", security itu sadar bahwa ia terlalu gegabah dan langsung meminta maaf kepada Nana.


"iya pak tak apa, bantu kita ya", perintah Nana yang langsung melangkah keluar dan melihat Mifa tengah berdiri sambil meratapi langit malam yang dipenuhi oleh sinar kecil berkilau emas, Bintang.


menyadari kedatangan Nana, Mifa langsung menoleh kearahnya dan menyapanya "kak Nana". "ngapain bengong terus?", tanya Nana.


"hem, gak apa Mifa capek", keluhnya pada Nana.


Dari dulu Nana adalah tempat sandaran untuk Mifa, begitu pula sebaliknya. Tak sungkan untuk mengeluh dan menceritakan masalah, keduanya saling menyemangati walaupun terkadang bertengkar.

__ADS_1


"maaf yah sudah ngajak kamu ke Restoran tadi jadi kamu terseret di masalah ini deh", Nana merasa bersalah.


__ADS_2