Cinta berlawanan keyakinan

Cinta berlawanan keyakinan
39-sombongg~


__ADS_3

"oh yaudah assalamualaikum". Mifa langsung mematikan ponselnya tanpa menudnggu jawaban dari Nana.


"gimana?jadi gak?", tanya Iwan, "yaiyalah ayok", ajak Mifa.


ditengah tengah karamaian kota Surabaya saat 'senin malam' yang amat padat banyak kendarjaan yang berlalu lalang baik itu roda dua atau roda empat, kedua orang itu nampak berdiri di depan restoran yang lumayan besar dan berhias estetika semakin menarik pelanggan untuk datang dan berfoto (sebagian).


"kita duduk situ yok Kak, capek aku", pinta Mifa kepada Kakak nya yang tengah berdiri memasang headset di telinganya. "eh? ayo duduk", sahut Iwan.


tak lama kemudian handphone Mifa berdering nyaring ditangannya, Mifa langsung menggeser layar handphone nya ke arah atas dan menempelkan nya ke telinga kiri. "assalamualaikum?".


"Mifa, aku sudah dateng coba liat ke arah kiri dekat tiang".


Mifa langsung menoleh kearah yang Nana minta, Mifa langsung melukiskan senyuman dan beranjak dari duduknya disambung dengan Iwan yang mengekor di belakang Mifa.

__ADS_1


Dengan sambutan yang hangat Nana memeluk Mifa dengan lembut lalu melepaskan nya dengan lembut juga, "ayo kita masuk, aku sudah pesan meja", ajak Nana kepada tiga orang yang tengah mematung menaati perintah nya.


setelah masuk ke dalam restoran. "dengan Ibu Nana ya?", seorang pegawai berjalan menuju Nana, Iwan, Mifa, dan Andik. "ya saya sendiri, meja yang saya pesan,,,,".


"oh ya, mari saya antar", sambung karyawan itu memandu keempat orang itu. "di lantai dua", gumam Mifa. "hust jangan rame rame", sahut Iwan.


setelah sampai di tempat tujuan, akhirnya keempat orang itu duduk manis dan memilih milih makanan yang ada didalam buku 'panduan menu(?)'. "aku sama Andik pesan ayam bakar aja, sama minumnya es jeruk", ucap Iwan yang langsung diangguki oleh Andik yang sedari tadi berada di samping Iwan sambil berunding.


"yaudah aku juga sama kayak Mifa, aku bingung mau milih apa", sahut Nana. "nanti kalo kamu gak suka sama yang aku pilih gimana?", tanya Mifa khawatir.


"kan nanti mubazir", sambung lagi. "gak bakal, aku pasti akan habisin", ucap Nana berusaha menenangkan Mifa.


"tenang aja dek Mifa, nanti kalo gak habis tak habisin, kan", lantur Andik. "dasar rakus ya aku habisin lah ish", kesal Nana pada Andik, meskipun dia tahu jika Andik hanya bercanda tetapi Nana orangnya tidak bisa diajak bercanda.

__ADS_1


"heh, itu istri lu astaghfirullah Dikk", Iwan memukul bahu Andik dengan kasar lalu tersenyum.


Mifa menghadang salah satu pelayan yang tengah menggendong nampan berwarna coklat dan memintanya untuk menyampaikan pesanan nya pada koki. "mbak saya pesan ayam bakar dua es jeruk dua sama nasi goreng dua dan esteh nya dua", dan langsung diangguki oleh pelayan.


selang menunggu pesanan nya datang, Nana dan Mifa pergi ke wastafel dengan tujuan mencuci tangan sebelum memakan pesanannya. "Brukkk...


tidak sengaja Mifa menabrak seorang perempuan yang tinggi dan cantik. Mifa terjatuh dengan posisi duduk ya itu sakit namun Mifa harus menahannya, sementara Nana membantu Mifa berdiri.


"maaf saya tak sengaja", ucap Mifa dengan menunduk.


".....", tidak ada yang terlontarkan dimulut perempuan itu dan langsung melewati Mifa dan Nana. "kayak pernah liat tapi di mana ya?", gumam Mifa sambio mengernyitkan dahinya.


"sombong banget neng, jangan sombong sombong nanti ga dapet jodoh loh", teriak Nana dengan lantang sambil menghadap kebelakang tidak menerima jika permintaan maaf sahabatnya diabaikan seperti itu saja.

__ADS_1


__ADS_2