Cinta berlawanan keyakinan

Cinta berlawanan keyakinan
48-ada apa dengan (Rafael?)


__ADS_3

Jadi aku revisi sedikit episode 47 ya, 😊💜


Arya tersenyum "Hm panggil Mas aja


Mifa terdiam, dia merasa seperti di baca oleh Arya. "eh, iya maksudku Mas memang tau di mana tempat kerja ku?" Tanya Mifa.


"di salah satu perusahaan terbesar juga?".


maksudnya 'Juga' itu apa? Mifa tak paham sama sekali. "eh iya iya".


"Baik saya antarkan".


Diperjalanan hanya musik dan berita harian yang muncul dari radio, keduanya sibuk sendiri Mifa sibuk bersenandung kecil, dan Arya sibuk menyetir.


"nanyi apa gumam sendiri tuh?" Tanya Arya tiba tiba, Mifa tak tau jika Arya memperhatikan nya sejak tadi ia bersenandung kecil sendiri.


"eh, em heheh gumam kok Mas" ucap Mifa.


Arya hanya tersenyum.


Hari ini sangat macet, entah mungkin Rafael akan menghukumnya dengan memberikan banyak tugas atau membersihkan kamar mandi kantor, "haduh, macet gimana ini Ya Allah" keluh Mifa. "Maaf ya buat kamu telat kerja, Mifa" Sahut Arya.

__ADS_1


Mifa reflek menggelengkan kepalanya dan berkata: "gak kok, Mas gak salah aku yang salah kok Mas heheh gak usah khawatir". Mifa berusaha untuk tidak menyinggung perasaan Arya. Arya menoleh "hm, betulan nih? kalo nanti kamu dimarahi boss mu?" Tanyanya.


"ya, mungkin cuman dinasehatin aja kok heheh" Ucap Mifa. Mifa sudah melewatkan 5 menit di lampu merah dan sekarang pukul 08:15. "Kalau begitu, aku akan mempercepat".


saat lampu hijau, Arya tak segan segan menancap gas dengan cepat, juga membuat kecepatan mobil menambah. "Astaghfirullah hal adzim" Mifa sangat terkejut sambil memegang sabuk pengaman dengan erat. Arya hanya fokus menyetir demi bisa secepat mungkin sampai ke kantor Mifa.


pukul: 08:30.


Keduanya sudah sampai di depan kantor tempat kerja Mifa, Arya keluar dan membukakan pintu mobil untuk Mifa. Calon istri nya harus ia perlakukan sebagai ratu.


Mifa hanya terdiam dan menuruti apa yang Arya lakukan untuknya.


Mifa tak terlalu suka diperlakukan spesial dengan orang sekitarnya karna itu akan membuat dia manja.


"m-makasih, ya sudah kalau gitu aku mau kerja dulu assalamualaikum Mas Arya" pamitnya pada Arya yang sedang memandanginya.


"wa'alaikumsalam, hati hati Nonaa!!" Sorak Arya Mifa hanya bisa menggelengkan kepalanya sembari terus berjalan menuju pintu kantor dan membukanya, "khem, udah dapat cowok baru ya jal-".


"dan itu bukan urusanmu, jadi aku permisi" Mifa tak suka jika ada orang yang menyebutnya dengan sebutan wanita nakal atau semacamnya. Ia tak habis pikir, mungkin Rena sendiri yang seperti itu, tapi Mifa tak ingin menuduh Rena tanpa ada bukti. Mifa langsung masuk ke dalam lift dan seperti biasa tujuannya adalah lantai 30 (teratas).


Setelah sampai ke lantai 30 Mifa segera menuju ke ruang kerjanya, takut jika ia terlambat maka makin banyak juga pekerjaan yang diberi oleh Rafael. Mifa masuk ke dalam ruangannya "assalamualaikum", dan ternyata Rafael sudah menunggunya entah dari kapan tapi Rafael sudah duduk di tempat Mifa, menatapnya mungkin Rafael akan marah besar kepada Mifa karna terlambat. "astaghfirullah, M-maaf pak aku ter-terlambat". Namun Rafael hanya terus menatap Mifa yang masih mematung di depan pintu. Rafael bangkit "hm, itu tadi siapa?" Tanya nya pada Mifa.

__ADS_1


Mifa mengangkat satu alisnya "Hah?tadi?maksudnya?". Rafael mendesah kasar "Hah! ya sudah lupakan dan cepat kerjakan tugasmu!" bentaknya pada Mifa. Sementara Mifa sendiri tidak tahu mengapa Rafael membentaknya. Lalu Mifa mengucapkan: "maaf sudah membuat anda kesal Kak" Tunduknya pada Rafael.


Rafael hanya melirik sekilas lalu meninggalkan Mifa.


"Brakk.


Rafael membanting keras pintu kerja Mifa. "aneh, huft sudahlah aku kerjakan saja tugas unt-" Mifa membuka komputernya, dan melihat banyak sekali kertas di mejanya. "ASTAGHFIRULLAH BANYAK BANGET?" teriaknya karna terkejut, Mifa langsung membungkam mulutnya dengan tangannya dengan cepat. "sudah, aku harus menyelesaikan ini dengan cepat!" Mifa menyemangati dirinya sendiri.


Sudah lama sejak mengerjakan tugas tugas kerja nya tiba tiba ada chat masuk dari handphone nya "ting.


"Oh, siapa?".


"Mifa buatkan saya kopi. Sekarang!" Ternyata itu adalah Rafael yang menyuruhnya untuk membuatkan kopi, ya itu sudah menjadi kebiasaan Mifa hampir setiap hari. "ah, sudahlah aku juga mau keluar sejenak" Mifa membuka pintu dan keluar dari ruangan kecil itu.


Saat sudah sampai di lantai satu, Mifa segera membuatkan Rafael kopi hangat tak terlalu panas. Tiba tiba "Mifaaaa!!!" Sorak seseorang dari belakang nya, yang tak asing ditelinga Mifa "Aduh mbak Renata hehehe".


"waduh, tadi kamu sempat jadi omongan sekantor loh 'sempat' aja sih heheh untung ga nyebar" Ucap Renata.


Mifa menoleh ke Renata. "Hah?maksudnya?".


"Ya tadi aku sama geng nya Rena itu ga sengaja lihat kamu di antar sama laki ganteng, Btw itu sapa sih?" Tanya Renata.

__ADS_1


__ADS_2