Cinta berlawanan keyakinan

Cinta berlawanan keyakinan
37-nyemil1


__ADS_3

"sudah yok, pulang", ajak Iwan yang langusng diangguki oleh Mifa. (antrinya lama banget astaghfirullah), batin Mifa.


Akhirnya kedua orang itu telah keluar dari supermarket yang berada di samping bar itu, masing masing menyentel sekantung plastik yang berisi makanan atau cemilan cemilan seperti wafel, crackers, snack bahkan minuman beraneka rasa.


"assalamualaikum", ucap Iwan dan Mifa secara bersamaan. "wa'alaikumsalam", ucap seorang wanita berumur dari belakang halaman.


"oh, bibi ternyata ada di belakang", ucap Iwan.


keduanya melangkah masuk ke dalam rumah yang besar namun sunyi. "eh, kak Iwan nginep sini yah?, besok subuh Kakak pulang", pintanya pada adiknya.


Mifa mengernyitkan dahinya dan menautkan alisnya secara bersamaan. "emang kenapa di rumah Kakak?", tanya Mifa. "yaudah sih gak apa sini juga sepi", sambung Mifa lagi.


"ya, aslinya sih sama rumah kita sama sama sepi cuman bedanya rumah mu ada bibi, dam kadang kadang orangtuamu mampir, kalo kakak kan emm, beda Dek", ekspresi Iwan seketika berubah menjadi sedih dan menatap adiknya yang cantik.


"ya iya, jangan sok sedih udah dikunci rumahnya kak?". tanya Mifa lagi. "astaghfirullah, sudah", hampir saja Iwan membuat Mifa jantungan.


"Plakk.


pukulan keras berada di pundak Iwan mungkin memar merah mengecap lima jari lentik, namun Mifa tak peduli itu adalah konsekuensi Iwan sendiri. "ampun dekk, pukulan nya dosen kakak aja kalah ama adik".

__ADS_1


namun Mifa hanya meninggalkan Iwan ya g sedang menggeliat kesakitan karna pukulannya tadi, ya itu memang terbawa emosi secara tak sengaja pukulan itu mendarat dipundak Iwan. "untung sayang", gumam Iwan.


langkah langkah Mifa menuju meja dapur sambil meletakkan dua kantong plastik berisi cemilan atau bisa disebut makanan ringan, dan plastik nya ia letakkan di atas rak dapur untuk memasak. menyiapkan segala nya bak ibu berhati nurani (oh, dia belum menikah).


"weh, makasih dah di siapin", suara yang tak asing berdengung kembali di telinga Mifa yang sudah bosan mendengarnya. "ya, kan buat kita berdua".


"Bibi?", tanyanya.


"tentu".


"tentu?".


Bibi muncul dengan baju yang lumayan kotor karna membersihkan halaman belakang yang (em) lumayan kotor karna sudah lama tidak dirawat baru kali ini halaman belakang dibersihkan oleh bibi.


"eh, bibi mandi dulu nanti kita nyemil sambil liat film yok?", ajak Mifa pada Bibi. "ya deh non gak apa", balas Bibi dengan senang.


Iwan diam diam mengambil cemilan yang disukai oleh Mifa, maksud dia hanya ingin mencicipi namun ketagihan, sampai sampai Mifa melihat tindakan Kakaknya.


"Plakk...

__ADS_1


lagi, namun sekarang Mifa menepis tangan jahil kakaknya.


sementara itu, di sebuah bar dekat supermarket seorang laki tengah menikmati wine nya dengan sebuah dentuman musik yang amat keras sampai sampai menyamai irama jantung berdetak membuat nya makin merasa mabuk disertai dayang dayang disampingnya.


------


"bibi gak dateng dateng, mending aku makan semua", gumam Iwan, ups ada mata bak elang yang melihatnya seperti mangsa. "jangan DIMAKAN dulu". teriak elang itu, alias Mifa.


langkah kaki berasal dari belakang punggung Iwan, sontak keduanya langsung menoleh kebelakang dan melihat bibi yang sudah rapi serta bau harum semerbak memenuhi hidung Iwan dan Mifa.


"tumben rapi bener deh", Iwan melihat bibi memakai baju panjang berwarna biru donker dan jilbab yang seiras. "eh, iya non nanti malem kan saya ada pengajian jadi non beli tahu tek aja ya?maap banget yah non", namun bibi tak acuh kepada Iwan yang sedang mengomentari busana yang ia kenakan sekarang.


"eh, gak apa kok bi kan sebulan sekali doang saya mah ga keberatan", ucap Mifa dengan ikhlas, diiringi dengan senyumnya.


"astaghfirullah, saya dikacangin", celutuk Iwan, hatinya serasa dipermainkan (tentu tidak).


"yaudah sini bibi duduk di sebelah ku", pinta Mifa.


MAAF kalo misal episode belakangan ini mesti nanggung ๐Ÿ™‚๐Ÿ™, dan jangan lupa jaga kondisi tubuh, baik secara jasmani maupun rohani๐Ÿ˜‰โค๏ธ virus covid19 mulai menyebar di Indonesia kalian jangan 'sok' kebal๐Ÿ™‚ dan atur pola makan dengan sayur sayuran (jangan berlebihan) dan always berdoa pada tuhan karna kematian ada pada tangan tujan yang maha kuasa๐Ÿ’œ๐Ÿ˜‰ Ini Nasihat Dari Author pokonya jaga, jaga, dan jaga ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ’œโค๏ธ

__ADS_1


__ADS_2