
Mifa duduk di atas kursi kerjanya sembari membuka flatshoes nya.
"sakit banget, memerah yah kayaknya?", ucap Mifa sembari mengecek kakinya.
"wah gak tau yang penting ga melepuh aja, Ya Allah Alhamdulillah selamat", lega Mifa.
"Brak...", Pintu terbuka dengan keras, membuat Mifa terkejut.
"Mifa kamu gak apa apa?", khawatir Rafael.
"Alhamdulillah gak apa apa koo pak, tapi sebelum itu mohon maaf, kok bapak bisa tau kalo saya di sini?", heran Mifa.
"itu pikir belakang", dingin Rafael.
Rafael tertuju pada kaki Mifa yang memerah, membuat Rafael terkejut takut jika kaki Mifa melepuh.
"astaga Mifa, kaki kamu..", terpotong Rafael.
"ekhem", deheman Gabriel membuat Mifa dan Rafael tersadar bahwa ada satu orang selain mereka berdua.
(siapa yah? ganteng nya masyaallah), batin Mifa.
"Mifa kenalkan ini Alvino Gabriel, adalah tamu dari luar negeri", ucap Rafael.
"salam Pak Gabriel", ucap Mifa yang mencoba untuk berdiri.
"tidak usah berdiri Mifa, kamu duduk saja, biar saya yang menghampiri mu", ucap Gabriel penuh kekhawatiran.
Gabriel yang dari tadi di belakang Rafael, tepatnya di belakang pintu melangkah ke depan menuju Mifa.
"saya Alvino Gabriel, salam kenal", ucap Gabriel sambil mengulurkan tangannya.
"nama saya Agustina Mifa Putri, salam kenal kembali", ucap Mifa.
__ADS_1
"kamu umur berapa Mifa?", ucap Gabriel.
"oh saya, hehe saya masih umur 21 tahun", ucap Mifa sambil tersenyum manis.
(Mifa sebelumnya tidak pernah senyum semanis itu kepada ku), batin Rafael.
"wah masih muda banget nieh, saya aja udah umur 27 tahun harusnya di keluarga saya umur 25 udah nikah, tapi saya belom susah nyari cewek yang bener²", jelas Gabriel.
"wah,,segera mencari pak", ucap Mifa sambil tertawa kecil.
"KEHEMM...", deheman Rafael yang membuyarkan pembicaraan Mifa dan Gabriel.
(haduh saya hampir lupa kalo ada Pak Rafael disini), batin Mifa.
"Gabriel kamu silahkan kembali ke perusahaan mu sendiri", tegas Rafael.
"diusir dong", ucap Gabriel sambil memelas.
"cepat sekarang", tegas Rafael yang di penuhi oleh amarah.
"okey baik", ucap Gabriel sambil meninggalkan tempat.
"lho pak Rafael ko di usir Gabriel?", ucap Mifa sambil menunjuk kearah pintu.
Rafael berjalan mendekat ke arah Mifa yang sedang duduk di kursi kerjanya. menatap tajam bagaikan elang yang ingin memakan mangsanya. "ingat, jangan coba dekat² sama lelaki lain, terutama Gabriel, dan..Dadang", ucap Rafael sambil mendekatkan wajahnya.
(maksud nya apayah?, gatau deh makin sakit aja nieh kaki), batin Mifa.
"saya tidak paham pak, mohon maaf", ucap Mifa sambil menundukkan kepalanya.
"cih, dasar", ucap Rafael sambil pergi.
(ko gitu ya?, ko kayak cemburu?, gatau yang penting nih kaki sembuh dulu), batin Mifa.
__ADS_1
-Sore Hari.
Mifa berjalan pincang, karena memar di kaki nya masih terasa sakit, jadi Mifa pulang bersama Dadang.
-Flashback-.
(Dang, nanti aku bareng kamu pulangnya ya?), pesan dari Mifa.
(oh iya mbak, btw tadi udah mendingan?), balasan Dadang.
(mm, masih sakit sih, itu alasannya kenapa aku bareng kamu), balasan Mifa.
(oh yaudah mbak, nanti saya obatin ke rumah saya kah?), balasan Dadang.
(gak Dang, makasih, btw makasih juga buat tumpangannya), balasan Mifa.
-Flashback off-
"mana ya Dadang", ucap Mifa sambil celingak-celinguk.
"kamu, ngapain di sini?", ucap Rafael sambil menepuk pundak Mifa.
"eh..anu pak, saya mau bareng Dadang", ucap Mifa sedikit terkejut.
"loh kamu kan bawa motor?", ucap Rafael.
"saya titipkan di sini saja, nanti saya minta security buat nyimpen motor saya", ucap Mifa.
"hemm...sama saya saja", tegas Rafael.
"ngg..."
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
__ADS_1
kemungkinan author akan hiatus lagi🙂😣 karena banyak tugas kelompok ada tiga😒dan ada tugas individu yang yah numpuk+banyak, soo~~ yah.. pokonya lah tunggu updetan, but author akan berusaha untuk update 😁👍
(author curhat)