Cinta berlawanan keyakinan

Cinta berlawanan keyakinan
3-Lunch With CEO


__ADS_3

seperti biasanya, Mifa bangun subuh sekitar


jam 4:00, Mifa mandi, sholat subuh, sarapan dan bersiap² untuk berangkat kerja, tidak lupa untuk berpamitan dengan orang tuanya.


"Bu aku berangkat kerja dulu yah, assalamualaikum", ucap Mifa sambil berpamitan kepada ibunya.


"wa'alaikumsalam, hati² ya Kak", Ucap Ibu Mifa.


"ya bu", ucap Mifa.


*****


20 menit kemudian, Mifa telah sampai di kantornya, tempat ia bekerja, Mifa turun dari Greb yang barusan ia pesan.


"Alhamdulillah gak telat", ucap lega Mifa.


"ekhemm..", Rafael berdehem.


"eh pak Rafael selamat pagi, heheheh", ucap cengengesan Mifa.


"Pagi, cepat bekerja sana!", Ucap Rafael singkat.


"baik pak, saya permisi", ucap Mifa sambil meninggalkan Rafael.


(Mifa kamu sudah lupa sama saya?), batin Rafael yang merasa kecewa.


*****


"Alhamdulillah sudah sampai di tempat kerja", berkas² yang kemarin belum selesai, aku langsung tuntaskan hari ini juga?, maybe", ucap Mifa sambil menaruh tasnya di bawah meja.


15 menit kemudian.


"duh Astaghfirullah aku mau ke kamar mandi dulu, mau BAK", ucap Mifa sambil memegang perutnya.


Mifa membuka pintu Ruang sekertaris dan langsung menuju Lift yang tidak jauh dari Ruang kerjanya.


-Turun Lift.


"haduh aku juga gatau dimana ini toilet nya", ucap Mifa mengeluh.


dari kejauhan Dadang melihat Mifa yang sedang memegang perutnya, Dadang langsung menuju Mifa.


"Loh mbak ko? gini", ucap Dadang khawatir.


"itu...anu dimana yah toilet wanita?, maap Dadang dah buat khawatir.


"oh itu lurus mentok lalu belok kanan itu sudah kamar mandi Wanita", jelas Dadang.


"makasih loh Dang, oh yah nanti aku traktir", ucap Mifa sambil tersenyum manis.

__ADS_1


Mifa sudah BAK, Mifa kembali ke lantai 30 untuk menyelesaikan berkas² yang tadinya menumpuk Sekarang tinggal dikit.


-Di lantai 30.


"Alhamdulillah sudah sampai di sini, semoga pak Rafael gak keruangan ku", ucap Mifa dengan khawatir.


Mifa masuk ke ruangan, Mifa terkejut bahwa Rafael duduk di kursi kerjanya yang empuk Mifa khawatir dia akan dimarahi oleh Rafael.


(astaghfirullah gimana ini?, yaudah deh pasrah aja), batin Mifa ketakutan.


"kamu habis dari mana?", ucap Rafael dengan ketus.


"anuu..emm tadi saya habis ke toilet", ucap Mifa.


"Ko tadi sama Dadang?", ucap Rafael rada marah.


"iya pak saya tadi tanya sama Dadang di mana toilet wanita", jelas Mifa.


"oh, cepat selesaikan Berkas² nya habisni saya serahkan Berkas nya pada perusahaan sebelah", jelas Rafael.


"ya pak saya segera selesaikan", ucap Mifa sambil menunduk.


"ya", singkat Rafael.


*****


"Wag udah istirahat aja nih, yasudah aku juga udah lapar", gumam Mifa.


"nah, sekarang ke Dadang ngajak makan bareng deh", Ucap Mifa dengan senang.


"loh bentar?, itu kan Pak Rafael? ko di sin", ucap Mifa heran.


Mifa melewati Rafael dengan menunduk lalu Rafael memegang pergelangan tangan Mifa.


"y..ya pak ada apa?", ucap Mifa sambil menunduk.


"oh kamu gak ingat sama apa yang saya bicarakan kemarin?", bisik Rafael.


"maaf pak yang mana ya?", ucap Mifa ketakutan.


"ikut saya!", ucap Rafael sambil menarik tangan Mifa.


"ah aduh sakit", ucap Mifa kesakitan.


Mifa di paksa naik Lift bersama Rafael, Rafael terlihat marah, Mifa sangat ketakutan.


"pistt", Mifa menepis tangan Rafael dengan kasar (karna reflek).


sampai di lantai satu, tangan Mifa kembali di tarik oleh Rafael yang terlihat marah.

__ADS_1


"loh itukan Mifa?ko ditarik kasar gitu sama pak Boss yah", ucap Dadang dari kejauhan.


-di parkiran.


"sini masuk!", ucap Rafael dengan nada dingin.


"baik pak, tapi Pak Rafael mau ajak saya kemana dulu?", ucap Mifa sambil masuk ke Mobil Rafael.


"ikut saja!", ketus Rafael.


*****


(oh pak Rafael ternyata mau ajak aku kesini, ke Restoran, tapi kan aku bisa di kantin ama Dadang), batin Mifa.


"sudah ngelamunnya?, ayo", ucap Rafael yang dari tadi membukakan pintu untuk Mifa.


"oh yah Pak Rafael maaf", ucap Mifa.


"ayo masuk", ucap Rafael sambil menutup pintu mobilnya.


*****


"kamu pesan apa?", ucap Rafael sambil menatap Mifa yang dari tadi menunduk.


"terserah Pak Rafael aja", ucap Mifa.


"yasudah kamu cari tempat duduk yang kosong untuk kita berdua", ucap Rafael.


"ya pak", ucap Mifa sambil meninggalkan Rafael.


(gini kan gak bisa nraktir Dadang, aku ingkar janji berarti), batin Mifa kecewa.


"yasudah nanti aku pesenin greb food buat Dadang", gumam Mifa.


"ini makanan mu", ucap Rafael sambil menyodorkan makanan ke Mifa.


"makasih pak", ucap Mifa sambil menunduk.


"kamu ko kalo bicara sama saya nunduk?, apakah kamu anggap saya setan?, sampai kamu takut sama saya, sini loh wajahnya jangan nunduk! ayo!", Ketus Rafael.


"baik pak", ucap Mifa tidak menunduk lagi.


"nah gini kan cantik sama manisnya keliatan.


"iya pak makasih sudah memuji", ucap Mifa sambil tersenyum manis.


"ayo makan makananmu!", ucap Rafael.


(kamu memang dari dulu itu manis, aku jadi ingin mempunyai mu, tapi sayang..), batin Rafael sambil tersenyum pahit.

__ADS_1


Selesai makan Pak Rafael membayar semua tagihan, dan keluar dari restoran.


.....


__ADS_2