
"ANDIK?".
seakan dua adik dan kakak sudah lama tak berjumpa akhirnya berjumpa pula, Iwan dan Andik beridiri dari duduknya dan langsung memeluk dengan erat, "7 tahun saat itu, hahaha akhirnya", kedua laki laki itu saling memandang setelah melepas pelukan nya. sementara dua wanita itu terhura, eh maksud terharu sambil mengukir senyuman mungkin kedua wanita itu juga merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh dua pria itu.
"punten, makan sambil liat yak", bukannya pemecah suasana, tapi takut jika dianggap tak sopan oleh orang sekitar.
kedua laki laki itu kaget dan langsung memasang wajah serius layaknya lelaki sejati, hah? bayangkan lelaki sejati. Iwan saja bertemu kecoa saja sudah histeris seperti 'Toa masjid'.
dan langsung duduk kembali dan berdehem. "Mifa, Kakak sepupu mu ini punya pacar dan kata nya seperti ini 'aku janji akan menjaga mu hingga akhir usia kita' ", Andik terlalu menghayati perannya sebagai 'Iwan jadul'.
"dan perempuannya seperti ini 'hem, aku akan baik baik saja', namun seminggu setelah itu sudah hampa semua".
"ngomong sekali lagi aku sumpel mulut mu menggunakan batu", kesal Iwan memasang wajah kusamnya.
Mifa dan Nana hanya tertawa kegirangan. "sudah sudah, jangan seperti itu biarkan Mifa makan!", bentak Nana pada Andik yang tengah membuka aib Iwan.
"kapok, tau rasa dimarahi istri mu", ejek Iwan dengan amat puas.
__ADS_1
"mending, punya istri, sedari pada kamu?, sayang ya buruan nikah sebelum belook", sindiran yang sangat nge 'jleb bagi Iwan tentu, siapa yang tidak sakit jika tidak diejek seperti itu.
"sabar, tuhan sayang hambanya yang sabar", Iwan mengelus ngelus dadanya mencoba untuk sabar dan tak marah.
--
12:00
kini Mifa berada di kasurnya yang empuk, sedangkan Iwan tengah bermain game yang membuat suara gaduh. berada di kamar Mifa yang serba 'pink dan dingin itu.
"yesss,,,kill ku banyak", sorak Iwan.
"maap dekk", ucap Iwan, Mifa kembali tidur dan berlayar di pulau kapuk.
-KEDIAMAN RAFAEL-
berada di tengah kesunyian di atas meja makan yang dipenuhi oleh makanan (pastinya). di depan Rafael adalah ayahnya yang tengah menyantap makanan dan tidak boleh berbicara saat makan adalah aturan'.
__ADS_1
"khem, lima bulan lagi, kau akan menikah dengan wanita pilihan ayah. Ingat jangan membantah ini demi perusahaan mu dan ayah", tegasnya pada Rafael, tentu membuat Rafael shock.
"sebentar maksud ayah?", Rafael ingin ayahnya mengulangi perkataan nya.
"saya sebagai tuan rumah sekaligus ayah kandung mu, Pratama Sebastian akan menikahkan anaknya dengan wanita pilihan", tegas Sebastian kepada anaknya yang tengah memandangnya.
"jelas?sekarang ayah akan pergi, sampai jumpa", sambung sebastian.
-Pratama Sebastian-
lelaki yang sudah berumur dan masih melanjutkan karirnya sebagai presidir disalah satu perusahaan terbesar di indonesia telah banyak berkolaborasi dengan perusahaan bawahnya.
ditinggal kan oleh istrinya saat dia berumur 42 tahun, cukup membuat nya terpukul dan membuat nya sangat tegas, kejam, kepada anaknya dan orag orang setempat.
----
"ugh, aku harus bagaimana?", Rafael menatap piringnya dan tidak lagi selera makan dan langsung meninggalkan meja makan, para asisten langsung mengemas apa saja yang ada di meja makan.
__ADS_1
Rafael menaiki anak tangga satu persatu dengan sayu, dan menuju ke kamarnya. "lebih baik aku ke bar saja",