
"Haloooo, kalian dimana, " teriak Cinta lagi.
tut tut tut......
Terdengar suara ponsel mati sepihak.
Terlihat Cinta nampak kesel dengan perbuatan para sahabat nya yang tak jujur.
"Cinta itu bukannya gadis kecil kak Bima ya Sin,?" tanya Arya sambil menoleh ke belakang, karena posisi Sinta duduk di barisan belakang Arya.
"Iya Ar, " jawab Sinta singkat.
Arya pun mengangguk paham. Ternyata gadis kecil yang di maksud kak Bima itu masih bocah SMA, dan ternyata temannya Sinta, Sinta mencuri pandang lewat kaca spion dan Arya juga, aksi mereka tak luput dari pandangan Imel dan Vivi. Sementara itu Imel membuka aplikasi hijaunya dan mengirimkan pesan ke Vivi secara privat.
'Loe gak anehh gitu dengan tingkah Arya dan Sinta,?' tanya Imel pura-pura sok sibuk memegang ponselnya, namun Vivi belum membuka ponselnya karena ponselnya berada di dalam tas, Imel pun mencolek Vivi dari belakang karena posisi Vivi kan duduk di depan bareng Arya.
"Vi, ponsel loe bunyi tuh, " ujar Imel melongok ke depan Kepala nya ke arah Vivi sambil mengedipkan matanya bahwa itu sebuah kode, Vivi heran tak mengerti arti kedipan mata Imel yang terlalu sering.
"Nape loe, kelilipan, " tanpa dosa Vivi bertanya pada Imel.
"Gak apa apa Vi, coba loe lihat deh, " tunjuk Imel.
Seketika Vivi terkejut ternyata yang Imel maksud adalah bahwa Imel mengirimkan pesan tentang keanehan Sinta dan Arya seperti mempunyai hubungan khusus.
' Ya elah gue kira apaan loe, iya gue juga heran sama kayak loe Mel, coba nanti kita tanya langsung kalau semua acara Cinta dan Pak Bima kelar, kita paksa Sinta untuk jujur ok, ' ujar Vivi membalas pesan Imel panjang lebar.
"Mah, Cinta mau pergi dulu ya, mau ke rumah teman teman Cinta, boring di dalam rumah mulu jenuh, " ujar Cinta pamit ingin keluar rumah pada mama nya.
"Iya sayang, hati hati ya, " Mamanya memperbolehkan Cinta pergi.
__ADS_1
Cinta langsung pergi ke tempat garasi mobil namun bukan mobil yang Cinta ambil melainkan sepeda motor matic nya, tak lupa membawa helm kesayangan nya yaitu hello kitty.
Baru membuka gerbang depan oleh Pak Ucok atau Pak satpam keluarga Cinta, dari arah kanannya Cinta berpapasan dengan rombongan Pak Bima dan keluarga nya,ada tiga mobil yang sudah terparkir diluar gerbang rumahnya. Cinta melotot tak percaya bahwa yang di depan matanya adalah Pak Bima yang baru saja keluar dari dalam mobil. Cinta melotot tak berkedip melihat Pak Bima yang begitu sempurna. Lebih tidak percaya lagi di belakang nya lagi ada mobil yang keluar adalah para sahabat Cinta, bahkan membawa banyak barang yang di bawa para sahabat nya, sungguh tidak setia kawin eh setia kawan hihi.
"What, mereka kok bisa bersama rombongan Pak Bima sih, " sambil menelan saliva nya tak tahan menahan debaran jantung yang tak karuan karena melihat penampilan Pak Bima yang begitu tampan, namun terlihat menyebalkan kalau mengingat kejadian yang menimpa nya.
"Mau kemana,hem,?" tanya Pak Bima melihat Cinta membawa sepeda motor dan sudah sangat rapi sambil memakai helm hello kitty nya.
" Ada apa ya Pak,?" Cinta pura-pura tidak tahu.
"Haiiii Cinta, maaf yaa telat, " teriak Imel histeris dari jauh sambil mendekati Cinta.
Sinta hanya menundukkan kepala nya karena berjalan beriringan dengan Arya. Arya pun tersenyum melihat Sinta, ternyata reaksi kedua manusia ini di liat oleh Vivi yang berjalan di belakang Sinta dan Arya.
" So sweet, " bisik Vivi ke telinga Sinta.
" Muka loe merah gitu sih, gue curiga, gue butuh penjelasan dari loe, " Vivi mendahului Arya dan Sinta yang berjalan seperti siput lambat sekali.
Cinta pun pada akhirnya mengalah dan memutar balikkan motor matic dan mengembalikan ke dalam garasi. Dan berlari menemui Mamanya yang masih berada di ruang dapur yang lagi membuat kue kesukaan suaminya dan Cinta, karena mama Bunga pasti akan bersemangat jika papa dan Cinta minta di bikinin kue oleh nya.
" Ma, Mama, tolongin Cinta Ma, gawat banget ini Ma, lebih gawat dari ruang ICU, " Cinta lebay.
" Kamu ngomong apa sayang, " tanya Mamanya yang masih mengadon kue.
"Ma, stop dulu ya bikin adonannya, tolong itu di depan banyak orang banget Ma, " tergesa-gesa.
Mamanya kemudian menghentikan adonannya dan melangkah mengikuti Cinta.
" Bu, di depan ada banyak tamu yang ingin bertemu ibu dan nona Cinta, " belum keluar dari dapur namun Bibi Asih langsung berjalan menuju dapur menemui Cinta dan Mamanya.
__ADS_1
Cinta berdebar kencang entah perasaan senang atau tidak suka.
Setiba di ruang tamu mama Cinta terkejut melihat semua orang yang berada di ruang tamunya, heran namun Mamanya berusaha untuk tetap tersenyum ramah pada para tamunya.
" Maaf silakan duduk dulu semuanya, mohon maaf ada apa ya kok banyak sekali orang di sini, apakah anak saya melakukan kesalahan, " tanya Mamanya sopan.
Dilirik nya Pak Bima oleh Cinta yang berada di samping Mamanya Pak Bima dan Arya adik dari Pak Bima, sedangkan Papanya Pak Bima masih berada di luar karena ada telepon dari kantor. Ketika Papanya masuk ke dalam dengan mengucapkan salam Mamanya Cinta begitu terkejut dengan sosok Tomi. Ternyata Mamanya Cinta ketemu mantan guys.
Mamanya Cinta syok melihat sosok Tomi yang datang ke rumah nya, namun baik Mamanya Cinta dan Papanya Pak Bima, mereka pura-pura tidak saling mengenal dan hanya sebatas senyum terhadap tamu.
" Maaf sebenarnya ada apa ya" tanya Mamanya Cinta heran melihat begitu banyak orang dan bingkisan di atas mejanya.
" Perkenalkan nama saya Lusi mama nya Bima" memperkenalkan diri dan berjabat berjabatan tangan.,
" Kalau saya Tomi papa nya Bima" hendak mengulurkan tangan namun Mamanya Cinta enggan karena bukan muhrimnya.
" Maaf tuan bukan nya saya tidak mau berjabatan tangan namun anda pria saya wanita dan bukan muhrim, " terang Mamanya Cinta supaya tidak ada kesalahpahaman diantaranya.
" Oh iya tidak apa apa, " ujar Tomi Papanya Pak Bima.
" Saya Bunga mama nya Cinta, senang bisa berkenalan dengan semuanya, " lanjut Bunga.
Setelah semua sudah memperkenalkan diri antara orang tua dan orang tua, dari luar suara riuh terdengar jelas. Lalu ketiga sahabat nya saling dorong mendorong karena malu ingin masuk ke dalam takut takut dan harap harap cemas mendapatkan plototan dari Cinta.
" Loe duluan aja lah Mel, " suruh Vivi mendorong Imel masuk ke dalam rumah Cinta,
Kemudian Cinta pun jadi gemas dengan mereka lalu Cinta menarik paksa mereka untuk masuk ke dalam rumah Cinta untuk menjadi saksi.
Sinta duduk di samping Arya ternyata sehingga Sinta menjadi gugup tak beraturan , keringat dingin muncul siapa yang di lamar siapa yang gugup. Vivi mencolek paha Sinta yang sejak tadi menundukkan kepalanya.
__ADS_1