
" Tapi Pak, gue mau liat apa yang mereka lakuin dan mereka bicarain, " sungut Cinta kesal.
Namun Cinta langsung mengambil ponselnya yang berada di bawah bantal, daaaaannn ternyata grup pribadi para sahabat sedang video call an. Pak Bima tak bisa mencegah nya dan membiarkan Cinta beradu argumen dengan para sahabat nya.
kring kring kring ...... Bunyi ponsel Pak Bima yang berada di saku celana nya. Pak Bima merogohnya dan yang menghubunginya adalah Arya adik kandung Pak Bima, Cinta melihat ke arah Pak Bima dan bertanya, " siapa yang menghubungi mu Om Bima".
Pak Bima melotot tak percaya Cinta akan memanggilnya dengan sebutan Om katanya, ya ampun nih anak bener bener kudu di jitak jidatnya.
Pak Bima tak menghiraukan nya dan mengangkat telepon dari Arya.
" Assalamu'alaikum Ar, ada apa tumben jam segini nelpon Kakak, ada masalah apa di kampus, " tanya Pak Bima.
" Walaikumsalam kak, tidak ada masalah apa apa kok Kak, cuma aku males banget pengen nebeng, " jelasnya.
"Ya sudah, tapi nanti masih lama palingan dua jam an lagi, " jujur nya.
"Apa!!!! " teriak Arya,
" jangan teriak Kakak tidak tuli Ar, "
"emang kakak lagi ada di mana? "
"dirumah Cinta, "
tak ada suara lagi Arya langsung mematikan telepon nya secara sepihak, klik... bunyi sambungan telepon terputus.
Arya jadi punya inisiatif mau ke rumah Cinta, kali aja nanti ketemu Sinta, pikir Arya. Arya yang tadi diam berdiri di halte lalu menunggu angkot padahal anak orang kaya tapi selalu menggunakan fasilitas umum tidak ingin menonjolkan seperti anak orang kaya.
Namun ada taxi yang lewat berhenti di depan Arya, Arya mengerutkan keningnya, dan yang keluar tanpa di duga Sinta!!!, ah takdir sedang memihak padanya, karena Sinta yang sedang dipikirkan muncul tanpa Arya duga, namun sayangnya Sinta tak sendirian di dalam taxi ada Imel, tapi tidak apa apa toh yang penting bisa bertemu Sinta kisah cinta di Pesantren yang tak sampai.
__ADS_1
" Loh Arya kamu menunggu siapa? " tanya Sinta ketika membuka pintu taxi nya,
" Nunggu Kak Bima Sin, kamu mau kemana? " tanya Arya melirik ke arah taxi dan di sana ada Imel yang membuka jendela dengan raut muka yang asem banget.
" Sin, ngapain sih loe bicara sama adiknya Pak Bima, " teriak Imel kesal teringat waktu acara lamaran.
Sinta tak menghiraukan ucapan Imel yang terlihat sebal dengan Arya, Sinta pun menawarkan untuk pulang bersama sama.
" Bukannya Pak Bima ada di rumah Cinta ya Ar, " tebak Sinta memberitahunya.
" Iya aku tahu Kak Bima ada di rumah Cinta makanya aku mau kesana sambil nunggu taxi lewat, eh yang lewat itu kamu, " terang Arya.
"Bareng kita aja yuk, kita juga mau kesana karena Cinta sedang demam, " ajak Sinta pada Arya.
" Teman kamu bagaimana Sin, " ragu Arya melihat Imel nampak melotot tajam pada Arya sampai Arya pun menelan saliva nya.
" Sinnnnntaaaa, " lirih Imel kesell.
" Ya udah deh, tapi ellllooo yang bayar taxi nya, loe kan tajir mlintir ke plintir tanpa tergilir awas kalau loe gak bayari gue cabik cabik, " ancam Imel lalu Imel pindah tempat ke belakang, karena di depan untuk Arya, gak mungkin kan Arya dan Sinta di belakang dan Imel di depan, Imel menyenggol lengan Arya kasar sampai Arya kaget dan menyipitkan matanya intens.
Di kediaman rumah Orang tua Bima dan Arya, Lusi masih tak habis pikir keinginan suami nya yang bermodus meminta di carikan dasi, kebiasaan Tomi suaminya itu benar-benar di luar nalar, sehingga Bi Lola tersenyum sendiri melihat para majikan nya yang tengah memadu kasih.
" Bu Lusi mandi lagi,, gak capek Bu olah raga terus nanti den Arya punya adik dong Bu hehehe" ledek Bi Lusi pada Nyonya nya.
" Bibi bisa aja, tahu aja sama yang basah basah, " Lusi tertawa pelan mendengar bibi mengatakan hal seperti itu.
" Alhamdulillah ya Bi, sekarang Bima sudah memiliki tunangan, saya sangat takut kalau Bima tidak menyukai perempuan Bi, " khawatir Lusi.
"Apakah sama wanita yang dulu sering kesini Bu, yang katanya model itu" tanya Bi Lola yang mengingat Gisel dulu yang terlalu sering datang ke rumah ini.
__ADS_1
" Bukan Bi, wanita yang Bima lamar masih SMA Bik, bayangkan Bima harus sabar sedangkan usia Bima sudah tak lagi muda, takut di dahului oleh Arya, " lanjutnya.
" Loh emang den Arya sudah punya calon istri, Ibu bisa bilang seperti itu, " bingung Bi Lola.
" Belum sih Bik, tapi Arya selalu bilang mau mencari wanita yang berada di Pesantren yang dulu Arya mondok, " terang Lusi.
Taxi yang di tumpangi Sinta, Imel dan Arya sudah tiba di depan pintu gerbang rumah Cinta.
Satpam di rumah Cinta pun langsung membukakan pintu gerbang nya karena mengenal dua gadis remaja yang berada di dalam taxi itu, kemudian pak satpam menutup kembali pintu gerbang nya.
" Pak, Cinta ada di dalam gak?" tanya Imel pada Pak Satpam.
" Ada neng masih ada juga neng Vivi dan den Bima di dalam, " jawab Pak Satpam sambil menutup pintu gerbang.
Kemudian Sinta, Imel dan Arya mengetuk pintu rumah Cinta terlebih dahulu dan yang membukakan pintu adalah Mama Bunga.
Tok tok tok ..... Imel mengetuk pintu.
Ting nung ting nung ting nung... Sinta memencet bel , Arya hanya diam melihat mereka yang sedang berjuang ingin di bukakan pintu nya, dan ternyata Mama Bunga yang membukakan nya.
" Assalamu'alaikum Tante, " serentak Arya, Imel dan Sinta memberi salam dan mencium punggung tangan Mama Bunga, Mama Bunga tersenyum melihat mereka yang begitu peduli dengan Cinta, setidaknya mereka akan terus bersama meskipun tidak lagi bersama di sekolah yang sama, karena dua bulan lagi akan ujian kelulusan dan akan berpisah untuk melanjutkan ke Universitas yang berbeda-beda.
" Maaf Tante Cinta ada? " tanya Sinta mendahului.
" Cinta ada di kamar nya ditemanu Vivi dan Bima" jawab Mama Bunga, dan mempersilahkan mereka untuk pergi sendiri ke atas kamar Cinta, dan Mamanya Cinta akan membuatkan minuman untuk Sinta, Imel dan Arya.
Tok tok tok .... Suara ketukan pintu yang diketuk oleh Imel dan Sinta, Arya hanya berdiam diri di belakang mereka.
Yang berada di dalam kamar Cinta semua nya menoleh ke arah pintu kamar Cinta yang setengah di buka, Cinta menoleh ke arah pintu kamar nya dan terlihat Imel Sinta dan Arya.
__ADS_1
Pak Bima terkejut dibelakang Sinta dan Imel ada Arya.