
" Loe kyak kesetrum Sin,,,,, minggir biar gue aja yang berada di samping Arya, mayan tuh cowok ganteng, kapan lagi coba ada momen kayak gini," tawar Vivi sambil bergurau pelan takut banyak yang mendengar.
Pak Bima masih diam seribu bahasa karena masih memberikan kesempatan pada kedua orang tua nya untuk berbicara dengan orang tua Cinta.
Arya hanya diam sambil mengamati acara lamar dengan seksama.
" Loe mau gak di lamar cowok, " celetuk Arya berbisik ke daun telinga Sinta, Vivi menoleh karena bisa mendengarkan nya , tetapi beda dengan Imel yang duduk berdampingan dengan Cinta karena Cinta grogi.
"Ehh, " kaget Sinta diberi pertanyaan seperti itu, muka Sinta pun jadi bersemu memerah, dibalik pertanyaan Arya di hati Sinta banyak bunga bunga yang dihinggapi kupu kupu,, ish Sinta ngayal lagi nih.
"Ck" Vivi berdecih saat melihat Sinta dan Arya saling senyum memalingkan wajahnya masing-masing.
" Wah kayaknya Sinta beneran ada main sama Arya" sungut Vivi dalam hati.
" Maaf tante saya Bima, selaku guru di Sekolah Cinta ingin mengutarakan keinginan saya, bahwa saya ingin melamarnya, " dengan sopan Bima berkata jujur pada Mamanya Cinta, kemudian Bunga syok dengan penuturan Bima yang katanya ingin melamar anaknya, melamar anak gadis nya, ya ampun tak habis pikir, masih bocah begini mau nikah, gimana nasibnya.
Bunga melirik ke arah Cinta yang tersenyum getir tak tahu harus berkata apa pada Mamanya, sedangkan Mamanya belum pernah di ceritakan oleh Cinta bahwa pada hari ini akan ada tamu untuk acara lamaran.
" Cinta, tolong jelaskan pada mama maksud semua ini apa, kamu hamil,?" tuduh Bunga tak percaya akan hal ini.
" Tidak Ma, Cinta bersumpah tidak hamil kok, iya kan Pak Bima," jawab Cinta panik dan melihat ke Pak Bima yang masih santai, Mamanya Cinta mau marah namun malu banyak orang-orang dan para sahabat nya.
" Iya jeng, maafkan kami yang dadakan ini, kami saja sangat tidak percaya atas permintaan Bima yang hendak ingin melamarnya," permohonan maaf dari Lusi yaitu mama nya Bima.
Bima khawatir Mamanya Cinta tak merestui karena dari muka Mamanya Cinta seakan-akan tak suka. Entah kenapa Bunga hanya menatap ke Tomi yang masih diam tak bicara, Bunga ingin tahu apa reaksi sang mantan bahwa anaknya ingin melamar Cinta anaknya.
Seketika dari luar ada suara mobil masuk, dan ternyata mobil itu adalah mobil papa Bram. "Assalamu'alaikum, " salam Papa Bram saat memasuki rumah,
" Walaikumsalam," semua membalas salam dari Papanya Cinta yaitu Bram.
__ADS_1
Bunga mencium punggung tangan suaminya begitu juga dengan Cinta melakukan hal yang sama seperti Mamanya. Bram heran dengan banyak nya tamu ada apakah gerangan??
Bram melihat satu persatu tamu yang berada di ruangan itu dan seketika Bram melihat sosok yang dia kenal yaitu Tomi alias Papanya Pak Bima.
" Loh Pak Tomi, anda ada disini, ada apa ya? " tanya Bram pada Tomi sambil berjabatan tangan.
Tidak langsung menyauti pertanyaan Bram, Tomi selintas melihat ke arah Bima yang tersenyum, ya ampun senyuman nya meleleh Pak Bima jangan tebar pesona gitu donkkk...
Huft Tomi mengatur pernapasan nya.
" Jadi gini Pak Bram, kedatangan kami kesini untuk melamar anak anda yang bernama Cinta, " terang Tomi Papanya Pak Bima.
" Yang mana kah anakmu Pak Tomi,?" tanya Bram lagi sambil memandang kedua lelaki yang duduknya berhadapan.
" Oh ini Pak Bram, " tunjuk Tomi pada Bima dan Bima pun berjabatan tangan dengan calon mertua nya.
" Ma, kok belum di kasih jamuan sih, " bisik Bram pada istrinya.
" Lupa pa, " ujar Istrinya.
Kemudian Mama Cinta permisi ke belakang untuk memanggil Bibi Asih untuk segera menjamu para tamu.
Di dapur Bi Asih sedang mempersiapkan jamuan untuk para tamu yang berada di ruang tamu. dan hampir selesai Mama Cinta baru datang.
" Bi, ya ampun terima kasih saya belum sempat meminta tolong tapi Bibi udah mempersiapkan nya, " sambil membawa nampan berisi minuman dan Bi Asih membawa nampan yang berisi makanan.
Mereka berjalan menuju ke depan dan meletakkan nya di atas meja.
" Jadi bagaimana Nak Cinta apakah lamaran Bima di Terima atau tidak,? " tanya Tomi Papanya Pak Bima pada Cinta yang masih diam membisu.
__ADS_1
" Iya Nak, jangan diam saja tolong berikan jawaban nya sekarang juga, " pinta Lusi bersuara.
Imel dari tadi duduk di samping Cinta pun menoleh ke arah Cinta yang masih ambigu tak mau mengeluarkan suara nya, Bima pun harap harap cemas dengan jawaban Cinta karena Bima yakin Cinta masih mempunyai dendam atas kejadian tadi pagi, namun Bima terus berdoa karena Bima yakin Cinta adalah gadis kecil yang akan mampu mewarnai kehidupan nya di masa depan.
" Sebenarnya saya juga masih bingung Om, Tante, karena ini terlalu cepat, saya tidak mau menikah dalam waktu dekat ini, Om, Tante, tahu kan kalau saya masih Sekolah Menengah Atas, " terang nya sambil menundukkan Kepalanya dan tak berani menatap ke arah semua orang terutama sama Pak Bima yang terlihat begitu menggiurkan dengan ketampanan nya, seperti macam CEO penampilan nya.
" Tidak Cinta, saya hanya sekedar ta'aruf saja kok, tidak harus terburu-buru juga, saya hanya ingin membimbing kamu untuk belajar bersama dengan teman-teman kamu yang lainnya, saya juga akan menunggu kamu sampai lulus, " ujar Bima menjelaskan.
" Lulus apa Pak, " tanya Cinta polos.
" Kalau lulus SMA saya masih belum bisa Pak, maaf, " lirihnya.
" Iya Cinta, " jawab Bima.
Bima tak mau egois dengan keinginan Cinta gadis ramai yang bikin hari hari sepi nya semakin berisi dengan gurauan candaan Cinta dan para sahabat nya,
" Jadi bagaimana Cinta, loe Terima Pak Bima atau gak sih, " Imel bersuara gemas karena jawaban Cinta berlete lete eh bertele tele banget bikin pengen nabok muka nya Cinta,
Vivi dan Sinta pun ingin mendengar jawaban yang sebenarnya seperti apa bahkan kedua orang tua Bima sudah siap menerima apa jawaban dari Cinta.
Beberapa saat Cinta memejamkan mata nya kemudian melihat ke arah semuanya khusus ke Pak Bima Cinta menatap sendu namun ada hati yang bahagia di dalam diri Cinta, mungkin Cinta akan menerima lamaran Pak Bima meskipun belum ada tanda cinta melainkan tanda kekaguman bahwa harus Cinta akui kalau Pak Bima sangat lah tampan dan terlihat berwibawa sekali.
" InsyaAllah saya menerima lamaran dari Pak Bima om, tante, tanpa adanya paksaan dari pihak manapun. " jawab nya lirih menahan malu pada para sahabat nya yang terlihat sedang menggoda Cinta apalagi Imel yang sangat semangat.
" Alhamdulillah, terima kasih nak Cinta, semoga Bima tidak lagi menjadi lelaki yang kaku dan cuek, " ledek mama Lusi pada anak nya sambil merangkulnya. Bima pun tersenyum senang meskipun Bima pun belum merasakan ada Cinta pada cinta.
" Cinta terima kasih, aku dan kamu insyaallah aku akan menjaga nya aku yakin kamu wanita yang baik, " gumam Pak Bima dalam hati nya dan dalam rangkulan mama nya.
Acaranya sudah selesai tinggal acara jamuan nya di makan, ada yang di dalam ada yang di luar. Di dalam masih ada Bunga dan Bram, Lusi dan Tomi, sedangkan di luar ada para sahabat nya.
__ADS_1