
Bunga mengangguk setuju ajakan suaminya untuk ikut ke dalam ruang kerja suaminya.
" Mama duduk aja dulu atau tiduran di kasur kecil itu, Mama kan biasa nya seperti itu, " ujar suaminya.
" Pah,Msma sebenarnya bingung Pah, dengan lamaran tadi sore, apalagi besanan dengan Tomi mantan bukan pacar juga bukan, Papa kan tahu sendiri Mama dulu ceritanya kek gimana, Mama takut Pah, " khawatir istrinya.
" Takut apa istriku yang cantik ini hem," sambil memegangi dagu istrinya sehingga istrinya malu pipinya merah merona.
" Ahh sudahlah Pah, lupakan saja, Mama mau tidur di sini saja ya, Papa silahkan lanjutkan pekerjaan nya, " suaminya mencium kening istrinya.
Sebelum suaminya melanjutkan pekerjaan nya, suaminya melihat sekilas wajah teduh istrinya yang begitu cantik meskipun usianya sudah tak lagi muda, namun kasih sayang nya selalu seratus persen untuk istrinya tak ada wanita lain selain Bunga, kemudian papa Bram melanjutkan pekerjaannya.
'Ning nang ning nung otokowok......' bunyi alarm di ponsel Arya berdering nyaring sekali sehingga yang empunya kaget sendiri namun di matikan lagi karena terlihat masih pukul empat pagi belum subuh, ' ning nang ning nung otokowok...' berbunyi untuk yang kedua kalinya setelah lima belas menit berlalu, namun bukan Arya yang bangun melainkan kakaknya Bima yang terbangun sambil mengucek kcek matanya tenyata jam sudah mendekati subuh setengah lima pagi, namun bunyi alarm ponsel milik Arya masih berdering akan tetapi Arya masih terlelap.
" Ya ampun ni alarm modelan apa sih otokowok otokowok lagu apaan coba, " gumam Bima setengah sadar dan kesel dengan lagu yang menurutnya sangat aneh seperti komedian saja.
Bima langsung bergegas ke kamar mandi lalu tak lupa untuk melakukan ibadahnya yaitu shalat subuh untuk bermunajat pada yang Maha Esa.
Arya sama sekali tak bergerak meskipun bunyi alarm sering bunyi di tiap sepuluh menit sekali.
Sampe Bima terpaksa untuk membangunkannya, untuk segera melakukan ibadah shalat subuh terlebih dahulu.
__ADS_1
" Arya, bangun udah jam lima pagi, cepetan shalat mumpung masih jam lima belum terlambat, " Bima menggoyang goyang kan badan Arya yang masih tertidur, belum ada gerakan dari Arya, Bima pun mencipratnan air ke muka Arya yang masih ileran.
Hooooaaaaammmm Arya pun jadi melek tapi kaget mukanya kok basah yaa...
" Aduh Kakak , aku masih ngantuk banget nih," rengek Arya pada Kakak nya, kemudian Arya hendak akan tidur lagi, Bima menarik tangan Arya agar segera bangun untuk melakukan ibadah terlebih dahulu, Bima pun menarik paksa lengan Arya dan mendorong nya untuk pergi ke kamar mandi.
" Ishhhh Kakak gak asyik banget,masih ngantuuukkk buangeeetttt, " sungut Arya.
Dengan terpaksa Arya langsung mandi dan berwudhu untuk melakukan ibadah shalat subuh terlebih dahulu. Melihat Arya sedang beribadah Bima pun langsung bergegas untuk ke bawah untuk melihat suasana di pagi hari, ketika menuruni anak tangga Bima mencium aroma sedap dan seperti nya aroma itu tercium dari dapur, tak jadi ke halaman malah Bima berbelok ke arah dapur yang terlihat Lusi sedang bercanda gurau dengan Bi Lola, Bi Lola merupakan asisten rumah tangga yang sudah setia bekerja sejak Bima masih kecil, dan dianggap sebagai ibu nya Lusi yang sudah tiada.
"Hemmmm bau apa nih, harum sekali Mah Bi " ujar Bima yang masih berjalan memasuki dapur, kemudian Bima mencium pipi Mama nya.
" Iya Ma, Bima kan tiap hari juga seperti ini selalu bangun di pagi hari karena Bima kan seorang pengajar, harus memberi contoh pada anak didik nya supaya tetap disiplin. " ujar Bima pada Mamanya, lalu Bima duduk di meja makan sambil menatap makanan yang sudah matang, karena meja makan sama dapur berdekatan.
Bibi Lola pun menyediakan berbagai macam menu, karena hari ini kan hari dimana Bima menginap, Bima sangat bahagia bisa berkumpul dengan keluarga tercintanya.
Arya yang masih berada di dalam kamar pun masih menata perlengkapan kampus, takut ada yang ketinggalan, kemudian langsung ke bawah untuk ikut serta makan bersama atau sarapan pagi terlebih dahulu.
" Waah makanannya banyak banget Mah," mata nya berbinar melihat banyak menu makanan yang sudah di sajikan di meja makan, Arya pun langsung duduk dan mengambil piring serta nasi dan lauknya, biasanya Arya hanya akan makan sehelai roti dan minum air putih kemudian buru buru untuk pergi ke kampus.
Lusi hanya tersenyum melihat Arya yang tidak seperti biasanya.
__ADS_1
" Mah, dasi Papa yang warna biru kemana ya? " teriak suaminya dari pintu kamar nya yang masih jauh dari dapur, Lusi mengerutkan kening nya dan berjalan menghampiri suaminya yang berteriak-teriak.
" Ada apa Pah, kok teriak gitu sih, malu Pah ada anak anak loh, " tanya istrinya yang kemudian masuk ke dalam kamar untuk mencari dasi untuk suaminya, dan ternyata dasinya sudah berada di lehernya sendiri, kemudian suaminya mengunci pintu kamar nya karena gemas dengan istrinya itu, karena sudah menghilang sejak pagi buta tanpa bilang bilang terlebih dahulu pada dirinya.
" Loh kok di kunci Pah, " tanya istrinya heran melihat keanehan suaminya.
Lalu suaminya mendekati nya kemudian berbisik " kenapa pergi pagi sekali, Papa mau minta energi dulu sama Mama, eh Mama hilang seperti orang sedang di culik saja, " gurau suaminya, istrinya menelan saliva nya ketika melihat suaminya yang akan membuka kancing kemeja nya kembali yang tadi udah rapi kini suaminya butuh energi full untuk bisa bersemangat kerja, kebutuhan fisik memang sangat penting bagi mereka yang sudah halal dan sah di mata agama ataupun negara.
Tak bisa menolak Lusi menerima ajakan suaminya supaya suaminya senang dan semangat untuk bekerja, hanya butuh untuk beberapa menit mereka beradu kasih di pagi hari, tak perlu untuk berlama-lama hanya untuk menyalurkan energi saja, mereka tersenyum senang telah menyelesaikan aktivitas energi nya, kemudian Tomi bergegas langsung mandi lagi supaya fresh dan semangat.
" Pah Mama mandinya nanti aja ya, masa mau mandi lagi nanti anak anak pada curiga lagi, " pinta istrinya.
" Iya Mah, ya sudah nanti papa susul, mau mandi dulu lemes biar seger lagi hehe, " Tomi sambil mencium kening istrinya yang lagi merapikan make up nya yang berantakan akibat ulah nya.
Kemudian mama Lusi kembali ke dapur masih nampak Bima dan Arya duduk di meja makan sambil makan makanan yang tersedia.
" Mah, lama banget habis ngapain sih, " Arya penasaran karena hampir lima belas menit mama nya di dalam kamar bersama papa nya, mama Lusi diam dan tak mau menjawab pertanyaan Arya.
" Mah kok diam saja sih, " lanjut Arya.
" Itu si papa minta di cariin dasi yang berwarna biru, Mama nyariin kemana mana tapi ketemunya di bawah kasur, kan anehh, " alibi Mama nya, Bima mengerutkan kening nya namun tak ingin memperpanjang. Menoleh ke arah Tomi yang baru saja datang dan Mama nya tersenyum melihat suaminya sangat tampan dan seger nampak aura.
__ADS_1