
Imel terus memperhatikan mereka yang saling pandang tak jelas.
" Gue harus mencari tahu " batin Imel.
Tet tet tet...
Bunyi bel tanda pulang.
Cinta meregangkan otot-otot yang kaku, karena sedari tadi fokus untuk mengerjakan tugas dan memperhatikan pembelajaran.
Dan tak tahu bahwa antara Vivi dan Sinta ada rahasia.
Bahkan Imel pun mencurigai mereka.
"Cin, elo mau langsung pulang atau bagaimana? " tanya Sinta was-was.
" Mau langsung pulang saja deh" jawab Cinta.
Cinta hari ini pun ingin tiduran dikamar untuk seharian, setelah kemarin tak tidur seharian juga.
" Di jemput sama sopir? " timpal Imel bertanya.
"Iya" jawabnya.
"" Hati-hati ya " semua serempak mengatakan.
Cinta pun langsung menuju ke parkiran, untuk menunggu sopirnya.
Dan tak sengaja bertemu dengan Bu Widi di parkiran juga.
Bu Widi nampak akan pulang, dengan menggunakan sepeda motor.
"Loh, Bu Widi kenapa pulang cepat, tumbenan? " tanya Cinta, karena motor Bu Widi tepat disamping Cinta.
Bu Widi nampak berfikir, dan penasaran siapa tahu aja Cinta bakal ngasih info tentang wanita tadi.
" Cin, kamu tahu gak, wanita tadi siang yang berada di ruangan Pak Bima? " tanya Bu Widi, sambil bisik bisik.
Cinta mengerutkan keningnya, bukannya dirinya sendiri yang berada di ruang Pak Bima, eh bukan dirinya kan cuma di depan pintu kantor doang, lalu siapa wanita itu.
"kapan Bu?" tanya Cinta, penasaran.
" Tadi, sebelum bel pulang, teman teman kamu juga malahan mengintai Pak Bima dari luar jendelanya" Bu Widi menjelaskan.
" Kamu pasti, sudah dikasih tahu kan, ada wanita cantik, tapi tidak tahu etika, satu ruang dengan beliau" bisik Bu Widi, sambil melihat ke kanan dan kiri.
"Kapan itu? " tanya Cinta.
"Tadi " jawab Bu Widi.
Bu Widi pun pamit, dan pulang.
Setelah mendapatkan informasi dari Bu Widi, Cinta jadi penasaran sama apa yang di katakan oleh Bu Widi tadi, benar atau enggak.
Cinta balik badan dan ingin ke kantor sebentar.
Cinta berjalan setengah berlari agak bisa lebih cepat sampe.
__ADS_1
Dan benar adanya, didalam ruangan Pak Bima ada Gisel, namun Pak Bima tak ada di ruangannya.
Ketika hendak mau masuk tepat di pintu kantor.
Tiba-tiba mulut Cinta ada yang membungkamnya.
"Ssstt, " Pak Bima menutup mulutnya pake jari tangannya.
"Yuk, kita pulang, tidak usah masuk lagi. Ada wanita jadi jadian, " ujar Pak Bima.
Cinta pun langsung menurut.
Tiba di parkiran, Cinta melihat ketiga sahabatnya yang sedang menunggu angkotan umum.
Sinta yang paling kaya di antara mereka.
Tetapi Sinta tidak punya rasa sombong atau angkuh pada siapapun.
"Loh, dari tadi belum dapat angkotnya? " tanya Cinta pada mereka.
"Cinta, katanya loe mau di jemput sopir, kok bisa satu mobil dengan Pak Bima sih, curang loe" Vivi balik tanya sambil emosi.
" Bukan gitu, tadi gue mau ke kantor Pak Bima, tapi Pak Bima langsung saja ajak gue balik, ya sudah gue suruh sopir untuk batalin. Mau ikut gak nih sekalian kita nge Mall, iya kan Pak Bima? " ajak Cinta dan mengedipkan matanya pada Pak Bima. Bima pun terbelalak matanya, niat awal mau berduaan eh Cinta ajak triooo.
" Hem" Pak Bima hanya tersenyum, tapi terpaksa.
"Asik, kita nongki nongki guys, " heboh Imel.
"Gue kirim pesan Kak Surya dulu ya, takutnya nanti dia jemput gue, kan kasihan. " Ujar Sinta.
Saat Sinta menyebut nama Surya, Imel merasa ingin bertemu.
Gak mungkin Surya menyukai cewek seperti dirinya.
" Eh, kakak loe kerja dimana? " tanya Imel, penasaran.
"Di luar Negeri sih sebenernya, disini cuma satu bulan saja, lagi ada proyek katanya, " jawab Sinta detail.
" Hai, ayo dong cepetan masuk, kita udah lumutan nih" teriak Cinta, yang dari tadi mendengar ceramah mereka yang gak karuan.
Mereka cengengesan tidak jelas, dan segera mereka masuk ke dalam mobil Pak Bima.
Cinta di depan dan tiga sahabatnya di belakang.
Canda tawa senda gurau menyelimuti mereka semuanya. Dan tanpa terasa mereka semua sudah tiba di depan parkiran Mall.
" Sudah sampai, ayuk turun guys" Imel bersemangat.
Imel jalan mundur sambil tertawa, dan....
Brukk... Imel menabrak seseorang.
Dan ternyata yang ia tabrak adalah Surya, Kakaknya Sinta.
" Maaf, tidak sengaja " Imel menundukkan kepalanya.
" Kamu, kenapa ya, setiap ketemu kamu, selalu sial terus, " ucapnya pedas.
__ADS_1
"Jangan gitu Kak, Imel tidak sengaja kok" Sinta membela sahabatnya.
" Kamu ngapain di Mall? " tanya Surya pada Sinta.
" Jalan jalan dong Kak, suntuk di rumah terus, tidak ada orang" cicitnya.
Surya pun melihat ke arah Imel yang masih mematung, Vivi hanya diam tak mengeluarkan suara. Surya melihat mereka semua tapi seperti ada yang kurang.
" Personilnya kayaknya ada yang kurang? " selidik Surya.
" Iya, Cinta ada sama tunangan tuh disana sedang nyari buku" tunjuk Vivi ke arah Cinta.
" Buku? " cengo Surya.
"Iya, buku Nikah hehehe" gurau Vivi.
Imel jadi idep kalau ketemu Surya, Sinta bengong melihat Imel yang biasa ceriwis kini diam mulu.
Kini giliran yang bawel Vivi.
Sinta pamit sama Kakaknya, karena ingin mencari makan dulu.
"Kak, kita mau cari makan dulu ya, Kak Surya mau ikut gak? " ajak Sinta pada Kakaknya.
" Tidak Dek, Kakak mau ada meeting di sana, kalian saja, kalau begitu Kakak mau pamit duluan ya. Hati-hati ya Dek, jangan lupa jangan terlalu sore pulangnya, " pamit Surya pada adiknya.
Surya berjalan melewati mereka, dan Imel hanya tersenyum masam, melihat kepergian Surya.
Surya pun mendadak menghentikan langkah kakinya, saat melihat Cinta dan Bima berada disana.
Surya pun tak mau terlalu memikirkan mereka.
"Sin, disana saja yuk, makan siangnya, " tunjuk Vivi.
"Oke, " Sinta setuju, Imel pun setuju.
Sinta dan Bima pun kembali, dan langsung bergabung dengan mereka.
" Pak Bima, Pak Bima ya yang bayarin " celetuk Vivi.
"Iya, silahkan mau makan apa saja, biar saya yang bayar" sahutnya.
"Yes, thanks ya Pak Bima" imbuhnya.
Dari arah lantai bawah, Arya baru saja tiba di lantai dasar, untuk mencari sesuatu yang ingin di beli.
Karena di lantai dasar tidak ada maka Arya berinisiatif ke lantai dua.
Tanpa sengaja Arya melihat Sinta dan tiga serangkai berada di sana juga. Ingin balik badan namun sialnya, Cinta memanggilnya.
"Itu seperti Arya ya Pak" Dari jauh Cinta menyipitkan matanya, dan memanggilnya.
"Arya, " teriak Cinta, sampai membuat semua orang melihatnya.
"Cinta? " tegur Pak Bima, pelan.
Arya pun menoleh dan mendekati Cinta dan Kakaknya, bahkan tidak disangka ada Sinta juga.
__ADS_1
Arya jadi ingin balik badan lagi namun tak mungkin.
" Hai" sapanya.