Cinta Kilat

Cinta Kilat
7.


__ADS_3

"Cin, mau gak nih makanan enak tau dari Pak Bima, " lirik ke Pak Bima takut takut di plototin.


Cinta langsung menghampiri Imel yang sedang duduk bersama Pak Bima, Pak Bima pura-pura tidak tahu kenapa Cinta berada di bengkel mobil, sambil memainkan ponselnya Pak Bima berdiri dan mempersilakan Cinta untuk duduk.


"Mau duduk bareng sahabat kamu? " tanya Pak Bima sok perhatian.


Cinta masih cemberut namun dalam hati berbunga dan seakan ada kupu kupu berterbangan di kepalanya entah itu pusing atau senang.


"Loe gak mau makan nih Cint, rugi tau gak mau dimakan aji mumpung Cin," bisik Sinta pelan.


"Loe aja gue gak mood " jawab Cinta sambil melirik ke arah Pak Bima yang tengah memperhatikan mereka semua dari kejauhan.


Dari arah sana terlihat Pak Bima sedang berbincang dengan tukang servis mobil seolah-olah akrab, dan sebenarnya bengkel mobil tersebut milik Pak Bima yang jarang di ketahui oleh semua orang, yang orang tahu bahwa seorang Bima terkenal sebagai Pengajar.


Padahal kedua orang tuanya menginginkan Bima meneruskan Perusahaan papanya karena Bima satu satunya Pewaris padahal masih ada adiknya . Jika Bima tak bisa mengelola entah siapa yang akan meneruskan nya.


"Kok akrab banget ya Pak Bima sama tukang servis itu,?" gumam Cinta menatap curiga pada Pak Bima.


Terlihat ganteng banget saat menabrak mobilnya namun kenapa pas mengajar kok cupuuuu banget ya...


"Lamun apa loe" senggol Imel yang dari tadi memperhatikan Cinta meskipun sambil mengunyah makanan penuh di mulut nya namun mata dan pikiran nya selalu berfikir.


"Udah belum ya mobil nya lama banget deh" kemudian Cinta berdiri menghampiri tukang servis dan Pak Bima yang masih menemani tukang servis.


"Maaf udah belum ya" tanya Cinta pada tukang servis mobil.


"Bentar lagi " bukannya tukang servis mobil yang menjawab melainkan Pak Bima yang menjawab nya.


"Maaf gak tanya sama anda, " ketus Cinta.


"Ya kan kamu tahu sendiri dia lagi sibuk kalau menjawab pertanyaan kamu terus yang ada lama kelarnya paham, " lanjut nya.


"Lagian ya kok Pak Bima disini ngapain? ".


"Servis lah masa beli sate gak lucu" canda Pak Bima sinis.


"Ini kan buat mobil, kan anda naik motor".


" Motor yang saya pake mogok mendadak di sini tepat di depan bengkel mobil emang gak boleh saya betulin motor di bengkel mobil? sedangkan bengkel pasti bisa semuanya ya kan Pak ,? " mencondongkan kepala nya ke arah Cinta kemudian Cinta menghindari nya.


"Oh iya lupa jangan lupa nanti besok kan minggu aku akan pastikan datang ke rumah kamu pukul sepuluh siang jadi kamu siap siap saja ada kejutan yang tak terduga dan berpenampilan dengan sopan oke " lanjutnya berbisik.


Cinta melotot tak percaya dengan kata kata nya yang begitu serius dan hampir tak bisa di tebak.


"Oh ya Non, udah beres nih mobilnya udah bagus lagi body nya Non, " ujar tukang servis mobil yang membuyarkan lamunan Cinta yang menatap tak pernah dan tak habis pikir apa yang di katakan Pak Bima padanya.


"Oh ya Pak berapa ongkos nya,? " tanya Cinta.


"Gak usah Non udah di bayar sama Pak Bima" tunjuk tukang servis mobil pada Pak Bima yang berada di samping nya.

__ADS_1


"Mel, semuanya ayo cepetan pulang atau gue tinggal loe pada di sini sampe malam,!" teriak Cinta dan teriakannya sengaja dekat di telinga Pak Bima, sampai Pak Bima menutup telinga nya karena bising mendengar suara teriakannya.


"Sengaja banget kamu" kesal Pak Bima.


"Emang gue sengaja wek" ejek Cinta menjulurkan lidahnya.


Imel, Sinta dan Vivi pun menurut langsung berdiri dari tempat duduk.


"Duh sayang banget ya makanan nya masih banyak bangettt" lesu Vivi.


"Iya" lirih Imel.


Sinta hanya geleng-geleng melihat Vivi dan Imel yang selalu antusias jika bertemu dengan makanan yang gratis.


"Sudah bener mobilnya Cin,? " tanya Sinta.


"Udah, yuk kita pulang, " ajak Cinta pada semua sahabat nya.


"Cin, makanannya masih banyak banget tahuu" bisik Imel malu malu takut Pak Bima mendengarkannya.


Namun pendengaran Pak Bima sangat tajam sehingga bisa mendengarkan ucapan Imel yang walaupun berbisik bisik.


"Mel, ambil aja semuanya buat camilan di dalam mobil, " ujar Pak Bima.


Imel melirik ke semua sahabat nya yang menatapnya,cengengesan tak karuan kemudian Imel mengangguk mengiyakannya.


Di bungkuslah cemilan dan minuman Pak Bima untuk di bawa Imel dan para sahabat nya.


"Kamu tidak mau mengatakan sesuatu gitu sama saya,? terimakasih atau apa gitu," ujar Pak Bima.


"Terima untuk apa Pak, " jawab Cinta.


"Mobil itu saya loh yang nyuruh tukang servis"


Cinta memicing kan matanya dan tak mau debat lebih panjang lagi Cinta memasuki mobil bersama para sahabat nya.


"Byeee Pak Bima" Imel melambaikan tangannya dari balik jendela kaca mobil Cinta.


"Cin, loe masih kesel ya sama Pak Bima,?" tanya Vivi yang duduk di depan di samping Cinta menyetir mobil.


Tak ada jawaban hanya melirik saja ke arah Vivi dan kembali fokus menyetir mobil.


"Loe gak mau buat gue aja deh Cin, ganteng loh Pak Bima nya" Imel memanasi.


"Iya meskipun ya Pak Bima pake kacamata cupu tapi aura kegantengan nya behhhhhh aktor lewat" sambung Sinta yang duduk di belakang, disamping Imel.


"Lewat mana beb, " gurau Imel.


"Lewat got hahahah" tawa Sinta kemudian disusul oleh Vivi yang mendengar celotehan mereka berdua yang tak dapat respon dari Cinta.

__ADS_1


seeeeetttt......


Mobil mendadak rem, sehingga semua sahabat nya kaget dan mengatur nafas panjang.


"Gila loe, mau bikin gue masuk ke rumah sakit hah" sewot Imel.


"Tau nih" lanjut Vivi.


"Kalian semuanya bisa pada diam gak sih, risih tau mendengar nama si Om itu,!! " marah Cinta pada tiga sahabat nya itu.


"Kalau masih bahas orang itu, kalian turun !!!" lanjutnya sambil menatap ke arah luar.


"Kok gitu aja sewot, iya iya enggak bahas dia lagi, cepat lanjut, udah sore ini nanti yang di rumah pada nungguin" decak Imel dan menyarankan untuk secepatnya melajukan mobilnya.


"Awas kalian, tak jitak satu satu" ancam Cinta memandang satu satu para sahabat nya itu.


" Marah nihh upsss keceplosan hihi" Vivi tanpa dosa dan Imel pun ketawa namun sambil menutup mulut dengan tangannya takut bersuara hihi.


"Turun semua udah pada sampai kan,?" ujar Cinta udah berada di area perumahan mewah milik Vivi dan Imel, sedangkan Sinta masih berada di dalam mobilnya.


"Thanks ya Cinta, loe mau gak nih kresek ya gak nih kresek yang gue bawa, " tawar Imel pada Cinta dan Sinta, semuanya menggelengkan kepala nya tak mau.


"Gak Mel buat loe berdua aja biar Pak Bima nya inget loe berdua hahah" tawa Sinta.


"Yuk Cin, kita lanjutkan, lama kalau meladeni mereka berdua, " lanjut Sinta.


Sampai di depan gerbang rumah Sinta, Sinta pun langsung turun dari dalam mobil Cinta.


"Terima kasih yah Cin" ucapan terima kasih pada Cinta.


Di bengkel Bima masih menemani tukang servis mobil yang bernama mang Rudi.


Mang Rudi masih kerabat jauh dari sang papa nya. Mang Rudi memiliki seorang putri yang bernama Mona dia juga satu Sekolah dengan Cinta,Imel, Sinta dan Vivi namun beda kelas kalau Mona kasih kelas satu sedangkan Cinta, Imel, Sinta dan Vivi sudah kelas tiga dan akan menjelang kelulusan.


"Mang, kalau ditotal tadi berapa ya ongkosnya,? " tanya Bima.


"Dua jutaan Bim, kenapa,?" Mang Rudi malah balik bertanya pada Bima.


"Gak apa apa sih Mang Rudi ".


"Mang kira mau nagih, "


"masa nagih sih Mang, kan saya yang nabrak tuh cewek".


"Kirain,,,, ngomong ngomong cewek tadi pacar yaa" tanya Mang Rudi penasaran.


Tak menjawab pertanyaan Mang Rudi, hanya di balas dengn senyuman.


Ehem ehem Mang Rudi berdehem.

__ADS_1


Sehingga Bima salah tingkah.


__ADS_2