
Di lapangan Sekolah Cinta, Cinta tak fokus untuk mengikuti Upacara bendera melainkan fokus memandang ke arah Pak Bima yang berdiri berdampingan dengan guru baru tadi, Cinta pun tidak tahu namanya siapa guru baru itu, dan mengajar mata pelajaran apa, nampak seperti nya guru baru itu menyukai Pak Bima yang walaupun terlihat cupu dengan memakai kacamata tebalnya, Imel menyenggol lengan Sinta dan memberikan kode mata pada Sinta untuk segera melihat ke arah Cinta, Vivi pun ikut melihat ke arah Cinta dan Vivi melihat arah mata Cinta yang ternyata mata Cinta pandangan nya lurus ke depan tanpa berkedip dan mulutnya komat kamit, Vivi paham kemana arah Cinta memandang, karena Vivi menangkap pandangan nya bahwa di sana ada Pak Bima dengan guru yang terlihat cantik dan anggun.
Vivi memicingkan matanya, dan menyenggol lengan Cinta.
" Loe baik baik saja kan,,, gak panas gitu, " tanya Vivi berbisik di telinga Cinta, kemudian Cinta menoleh ke arah Vivi.
" Panas banget Vi, gerah tau" sungut nya, hati nya menggebu-gebu melihat Pak Bima dan guru baru itu berdiri begitu dekat nampak guru baru itu tersenyum senang berdekatan dengan Pak Bima.
Upacara pun selesai barisan di bubar kan.
Cinta melambatkan jalannya karena masih menatap Pak Bima yang masih tertawa bersama rekan guru nya terutama di situ ada guru baru yang seperti nya selalu saja berdua.
" Gue napa sih kayak gak rela banget Pak Bima deket sama cewek lain padahal belum ada rasa suka atau pun cinta, " gumamnya sambil berjalan menuju ke kelas seorang diri.
Dari kejauhan Pak Bima melihat punggung Cinta yang sedang berjalan menuju ke kelas nya Pak Bima yang hendak akan mendekati Cinta tiba-tiba Widi guru baru itu memanggilnya.
" Pak Bima yuk mari masuk minum dulu sebelum mengajar, " ajak Widi guru baru dan masih muda.
Pak Bima langsung menurut dan masuk ke dalam kantor.
Tiba di kelas Cinta cemberut mulu dan diam sambil tertiduran di atas meja menenggelamkan kepala nya. Sinta, Vivi dan Imel merasa bingung dengan keadaan Cinta hari ini seperti pakaian yang belum di setrika.
Namun Vivi paham seperti nya gegara tadi Upacara deh.
" Oh ya loe pada tahu gak tadi upacara ada yang kepanasaaaaaan banget,,,,,, " Vivi bersuara tengah menyindir Cinta sambil tersenyum. Sinta dan Imel pun sontak tak mengerti apa yang di ungkapan kan Vivi.
__ADS_1
" Vi ,Upacaranya memang panaaaaass banget kaliii" sambung Imel yang emang benar cuaca tadi pagi sinar fajar nya benar-benar terang banget. Vivi akan melanjutkan ucapan nya namun tiba-tiba.....
Tap tap tap....... Suara sepatu Pak Bima datang.
Pak Bima masuk ke dalam kelas Cinta, Cinta pun tak mendengar langkah kaki Pak Bima, sehingga Pak Bima pun menghampiri Cinta yang masih lesu kepala nya bersandar di atas meja belajar nya.
Ehemmmm pak Bima berdehem di samping Cinta, Vivi menggoyangkan badan Cinta. Cinta pun langsung terbangun,
HOOOOAAAMMM Cinta melihat Vivi disamping nya sambil mengedipkan matanya untuk melihat ke arah samping, dan ternyata di sampingnya ada guru nya melainkan Pak Bima tunangan nya sejak minggu kemarin.
Namun Cinta tak bisa bicara apapun hanya lesu dan kembali tiduran di atas mejanya, Pak Bima mengerutkan keningnya heran, ketika Vivi memegang jidatnya ternyata Cinta demam, badannya panas,.
" Cinta, loe panas, mending kita ke UKS atau pulang saja, " tawar Vivi yang baru menyadari bahwa suhu tubuh Cinta sedang tidak baik baik saja.
" Kamu sakit" tanya Pak Bima pada Cinta,
"Vi bilangin pada Pak Bima kalau hari ini gue mau pulang saja lagi kurang sehat, " bisik Cinta pada Vivi. Padahal pak Bima bisa mendengarkan apa yang di ucapkan oleh Cinta, sebenernya apa yang terjadi kemarin masih baik baik saja.
" Maaf Pak, saya permisi pulang lagi kurang sehat, " pinta Cinta.
" Mau saya antar pulang, kamu berangkat ke Sekolah naik kendaraan tidak,?" tanya Pak Bima perhatian.
" Tak usah, Pak Bima lebih leluasa kan kalau gue tak ada, " Cinta langsung menyeret Vivi dan mengambil tas kemudian tanpa permisi Cinta beranjak pergi meninggalkan kelas karena benar-benar sangat pusing.
Pak Bima tak mengerti apa maksudnya, lebih leluasa apanya????.
__ADS_1
Cinta berjalan dengan sangat cepat dan ingin rasanya langsung tidur di atas kasur.
Vivi heran dengan tingkah Cinta hari ini, apakah karen cemburu sehingga sampe sakit.
" Elo kenapa Cinta???? " tanya Vivi emosi karena berjalan dengan cepat setengah berlari.
Tiba-tiba Cinta menangis di tempat parkir motor. Vivi mengerutkan keningnya tak paham.
" Jelaskan donk elooooo kenapa, kok cengeng banget sih" tanya Vivi lagi.
"Huwaaaaaaaaa, Pak Bima jahat Vi, baru kemarin dia lamar gue, eh dia sudah berdekatan dengan wanita lain huhuhuhuhu" tangis Cinta pecah memeluk Vivi.
" Katanya loe gak cinta sama pak Bima kenapa loe seolah-olah eloo gak rela pak Bima berdekatan dengan wanita lain, heran deh !! " gerutu Vivi.
" Walaupun nih ya gue belum sepenuhnya cinta sama dia tapi setidaknya dia jaga diri dong, gue jadi seperti jadi bahan taruhan, kemarin cium gue gegara ada mantannya supaya mantan pacarnya segera pergi, sekarang lamar gue namun apa Viiiiii, " tersedu sedu menangis di pelukan Vivi, Vivi jadi kasian dengan Cinta, belum lama Cinta sudah kehilangan sosok mantan pacar eh sekarang menghadapi asmara yang rumit.
" Ya sudah sekarang kita mau kemana,?? gue udah bawa tas juga, pulang langsung atau berobat dulu? " tanya Vivi pada akhirnya.
" Langsung pulang saja ya, gue mau tidur gue gak mau ketemu sama siapa pun, " lesu Cinta langsung menaiki jok motor nya, Cinta masih tak percaya pak Bima akan banyak yang menyukai nya, padahal terlihat cupu ternyata suhu, dan tadi pak Bima tak memakai kacamata tebal sehingga terlihat sangat tampan dan mempesona.
Pak Bima masih mengajar di kelas bisnis dan di situ masih ada teman Cinta yang masih setia dengan pengajaran dari Pak Bima, Pak Bima keluar sebentar untuk mengambil buku yang tertinggal di kantor, tiba di kantor tiba-tiba ada Widi juga yang tak sengaja akan masuk ke dalam kantor sehingga posisinya mereka bersamaan di depan pintu kantor, ada banyak pasang mata yang melihat aksi mereka yang berada di dalam kantor.
" Ehem" suara deheman dari Pak Kepala Sekolah.
" Silakan anda duluan Bu Widi" Pak Bima mengalah pada Widi.
__ADS_1
Dari kelas bisnis terlihat Imel akan membuang sampah kertas tak sengaja melihat Pak Bima dan Bu Widi guru baru yang belum Imel kenal, karena guru baru itu baru hari ini terlihat.