
Teeeeet...
Bunyi bel masuk, semua Siswa siswi segera masuk ke dalam kelasnya masing-masing. Pak Bima pun langsung kembali ke dalam kantor.
Di dalam kantor Widi mencari Pak Bima, tapi belum ketemu, hingga ketika Widi akan mengajar Widi bertemu dengan Pak Bima dari arah Perpustakaan.
" Pak Bima, dari mana saja, saya mencari Pak Bima kemana mana" tanya Widi.
" Saya dari Perpustakaan Bu, " alibinya.
"Oh" Widi ber Oh saja.
" Saya permisi dulu Bu, mau mengambil perlengkapan materi dulu, mari Bu" pamit Pak Bima buru buru.
Di dalam kelas, Cinta tersenyum senyum sendiri, melihat kertas yang diberikan oleh Pak Bima.
Dan terus membayangkan senyumannya, behhhh berasa surga miliknya.
" Stop, " Imel mendadak berhenti di pintu, ketika melihat Cinta tersenyum sendiri.
Sinta dan Vivi pun saling bertabrakan, sebab Imel berhenti di tengah tengah.
" Apaan sih loe, " kesal Vivi yang menabrak Sinta, begitupun Sinta menabrak punggung Imel.
" Ada apaan Mel, " tanya Sinta pada Imel yang mendadak berhenti di tengah-tengah.
Imel tak menjawab semua pertanyaan mereka, Imel hanya tersenyum, dan langsung mendekati ke arah Cinta yang masih senyum seperti orang tak waras.
Brakkkkk....
Imel menggebrak meja Cinta yang masih tengah melamun sambil tersenyum.
" Astaghfirullah, Mel, elo tuh ya gimana kalau jantung gue copot, hah! " emosi Cinta karena kaget.
" Lagian elo sih dari tadi kayak orang tak waras, senyum sendiri, noh liat orang orang yang berada di dalam kelas, pada mandang elo semua, " tunjuk Imel ke arah semua orang yang berada dalam kelas.
Cinta menjadi malu sendiri karena terus membayangkan Pak Bima.
"Assalamu'alaikum, selamat siang semuanya, " sapa Pak Bima memasuki kelas.
Cinta melotot tak menyangka hari ini mata pelajaran Pak Bima.
Seingat Cinta mata pelajaran jam sekarang adalah sejarah tapi kenapa Pak Bima yang masuk ya.
Pikiran Cinta travelling kemana-mana, malu rasanya jika mengingat kejadian tadi.
Cinta gelagapan melihat Pak Bima masuk ke dalam kelasnya.
__ADS_1
Vivi menyeringai geli melihat sahabatnya.
" Maaf semuanya, hari ini guru sejarah ijin, katanya ada keperluan mendadak dan saya di mohon oleh beliau untuk menggantikan posisinya hari ini, semoga kalian tidak bosan ya melihat muka saya, " ucap Pak Bima pada seluruh Siswa siswi di kelas Bisnis.
" Tidak dong Pak, justru kami sangat senang Pak Bima yang ngajarin, kalau bisa sih tiap hari Pak " celetuk Imel melirik ke arah Cinta.
Pak Bima pun tersenyum, dan menggeleng geleng kan kepalanya.
" Terimakasih kalau kalian menyukai kehadiran saya untuk mengajar di kelas kalian, saya sangat bersyukur bisa memberikan materi pada kalian semuanya, " balas Pak Bima.
Selama materi di berikan Pak Bima, Cinta gugup tak karuan. Terasa jantung Cinta berdegup kencang seperti mau copot.
Cinta fokus menulis catatan dibuku tulis, dan sesekali melihat ke arah Pak Bima yang sedang duduk di depan mengamati semua muridnya.
Tak terkecuali Pak Bima terus mengawasi Cinta, dia menulis atau tidak.
Pak Bima seperti biasanya keliling di tempat meja duduk muridnya, karena takutnya nanti ada yang tidak mau mencatat tulisannya di papan tulis.
Bersyukur, semua muridnya tidak ada yang tidak menulis.
Ketika Pak Bima keliling tepat di belakang Cinta, Pak Bima mengamatinya, dan menengok ke catatan Cinta, apakah Cinta menulis atau hanya sekedar corat-coret.
" Eh, Pak Bima, ada apa ya, hehehe" Cinta menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dan kepergok bahwa Cinta sama sekali tidak menulis di buku tulis, melainkan corat-coret tak karuan.
Ehem... Suara deheman Pak Bima di meja Cinta dan Vivi.
"Ada apa Pak? " tanya Vivi, Vivi pun kaget dengan keberadaan Pak Bima yang sudah ada dibelakang mereka.
"Kalian nyatet gak? " tanya Pak Bima, kemudian Pak Bima beralih menatap mereka di depannya.
" Nyatet dong Pak " jawab Vivi, Vivi pun memberikan tulisannya ke Pak Bima.
Sedangkan Cinta hanya cengar cengir kepedean, mana mungkin Cinta dihukum oleh tunangannya sendiri, pikir Cinta.
Tapi kenyataannya, Cinta tetap dihukum oleh Pak Bima.
Sehingga Cinta cemberut pada Pak Bima.
" Ish, gini amat ya punya calon suami guru, " gerutunya dalam hati.
Kemudian Cinta keluar dari kelas, untuk tidak mengikuti materi pelajarannya.
Cinta menghentakan kakinya saat mau keluar dari dalam kelas.
" Keluar, dan gak perlu belajar lagi, " Pak Bima menyuruh Cinta keluar.
Sadis banget yaaaa...
__ADS_1
" Awas saja kalau Pak Bima datang ke rumah gue, gak boleh masuk! " ancamannya dalam hati.
Cinta pun pada akhirnya menurut untuk keluar, agar yang lainnya tidak mengikuti jejak Cinta yang tidak mau menulis di buku tulis.
Cinta duduk sendirian di kursi panjang disamping kelasnya, yang biasa buat anak anak nongkrong sehabis pulang dari kantin.
" Loh, Kak Cinta, kenapa di luar, gak masuk ke dalam kelas? " tanya Mona anak Mang Rudi, yang kemarin memperbaiki mobil Cinta.
" Lagi di hukum, Dek, " jawab Cinta.
" Oh" Mona pun hanya ber oh saja.
Dan tak mau ditegur Pak Bima, Mona langsung kembali ke dalam kelas, setelah balik dari toilet.
Tak mau ambil resiko, bila mengajak orang dihukum nanti takut kena hukum juga, sebab Mona tahu watak Pamannya itu.
Teeet teeet...
Suara bel pulang pun akhirnya berbunyi.
Hufft, suara helaan nafas Cinta, yang pada akhirnya, mata pelajaran Pak Bima selesai.
"Cinta, sekarang kamu boleh masuk, dan segera lah beres beres, karena bel pulang, kamu tak mau pulang atau mau berlama lama disini dengan saya, sekalian membantu saya membawakan buku buku ini ke dalam kantor, mau? " tanya Pak Bima panjang lebar.
Pak Bima mendekati Cinta yang masih berada di luar, tanpa mau masuk ke dalam kelas.
" Iya," lirihnya.
Cinta pun masuk dengan wajah cemberut, alias asem banget.
Vivi, Sinta dan Imel, menertawakan Cinta saat semuanya keluar.
"hahaha, dihukum sama calon misua hahahaha" ledek Imel, Cinta masih cemberut.
Mereka menertawakan Cinta, padahal masih ada Pak Bima.
Tapi mereka tak ada takut takutnya sama sekali.
Mereka takut di saat Pak Bima mengajar, tapi kalau diluar pengajaran mereka biasa aja, malahan yang takut adalah Pak Bima nya loh...
" Cinta, tolong bantu saya bawakan buku buku ini ke dalam kantor, " panggil Pak Bima, yang melihat Cinta masih bersenda gurau dengan para Sahabat nya.
" Tuh, sana pergi hus hus hus" usir Imel, sambil tertawa melihat Cinta di perlakukan seperti itu oleh calon suaminya.
" Awas loe Mel, gue cubit cubit semua badan loe" ancam Cinta manyun.
" Uhhh takutttt" ledek Imel lagi.
__ADS_1
" Pak, buku mana yang harus gue bawa, " tanya Cinta.
Tiba-tiba......