Cinta Kilat

Cinta Kilat
16


__ADS_3

"Pagiii semuanya,,,,,, " sapa Tomi sumringah melihat semua anaknya kumpul dan tak lupa dengan menatap istrinya yang terlihat malu malu meong hahah.


" Wuiiihhh papa seger buger banget hari ini, tumben Pah,, dapat lotre kah? " tanya Arya penasaran, namun sang Papa hanya tersenyum mendapatkan pertanyaan tersebut.


" Iya dapat lotre yang tak terduga Arya, " alibi Papanya sambil menatap sang istri yang sedang menyiapkan makanan untuk suaminya dan sambil tersenyum geleng-geleng.


Bima yang paham cukup melihat dan diam tak kepo seperti adiknya.


" Mah, Pah, Bima pergi dulu ya mau jam tujuh nih udah hampir telat, " pamit Bima pada kedua orang tua nya.


"Bilang aja mau ketemu kesayangan hem, " celetuk Arya mengejek nya, tersenyum sinis yang masih di mulutnya mengunyah makanan.


Huffff helaan nafas Bima pun naik turun mendengar celotehan Arya yang terkadang bikin emosi tingkat dua.


"Cintaaa, bangun Nak !!!" teriak Mamanya, menggedor pintu kamar Cinta yang belum terdengar sahutan dari dalam.


Seketika pintu kamar Cinta terbuka dan Cinta baru saja mandi dengan baju yang agak basah karena keramas karena belum sempat di keringkan.


Mamanya melihat dari ujung rambut sampai ujung kaki, tumbenan Cinta telat bangun biasanya sudah keringin rambut dan sudah wangi lah ini terlihat berantakan sekali, rambut masih basah, belum menyemprotkan parfum juga.


" Iya Mah, udah siap nih, " sambil membuka pintu kamar nya, lalu langsung mengambil tas yang sudah di siapkan si atas meja belajar nya, ketika akan mengambil tas seketika mata Cinta tertuju pada kotak perhiasan yang di berikan oleh pak Bima, ingin memakainya namun gengsi.


Cinta pun menaruhnya lagi kotak merah marun itu ke atas meja nya lagi.


" Yuk Mah kita sarapan dulu, kasian papa menunggu, " ajak Cinta sambil menggandeng lengan Mamanya. Dan betul saja sudah ada Papanya yang setia menunggu dua wanita kesayangan nya.


" Pah, Cinta sarapan nya di sekolah saja ya, Cinta udah gak sempet, Cinta udah telat nih, nih liat rambut Cinta belum di keringin " tunjuk Cinta pada sang Papa.

__ADS_1


"Ya sudah, tapi nanti di sekolah harus makan ya gak boleh ketinggalan makan nanti kelaparan, " saran Papanya pada Cinta, kemudian Cinta pun langsung mencium tangan Papa dan Mama nya.


Cinta pun menuju ke garasi dan memilih untuk mengendarai sepeda motor matic nya yang berwarna merah di padukan dengan helm hello kitty nya, " nah naik motor aja akhhh, ' seru Cinta sendirian.


Mamanya pun melihat kepergian Cinta dari arah pintu tamu dan melambaikan tangannya.


" Mang Ucok tolong dong bukain pintu gerbang nya, " pinta Cinta ke satpam rumahnya.


" Lohh Non, kok gak di antar sama Mang Ucup aja sih, " ujar Mang Ucup sambil membukakan pintu gerbang nya karena Mang Ucok sedang menyeduhkan kopi untuk Ucok dan dirinya.


" Tidak perlu Mang, Cinta pengen aja naik motor sendiri," ujar Cinta.


Kemudian Cinta langsung menjalankan motor nya dan segera berangkat ke sekolah, tiba di jalan Cinta seperti bertemu dengan pak Bima yang sedang membeli sesuatu di sebuah toko snack dan kue.


Berhenti sejenak hanya untuk memastikan apakah yang di lihat Cinta benar benar pak Bima tunangan nya atau bukan, dan ternyata benar pria itu adalah pak Bima atau tunangan nya.


Pak Bima pun selesai membeli cemilan ringan untuk diberikan kepada Cinta dan kawan-kawan nya, lalu sesegera mungkin keluar dari toko lalu secepatnya melajukan mobilnya dengan cepat.


Tiba di Sekolah Cinta dengan cepat memikirkan motor nya di parkiran khusus roda dua yaitu antara sepada motor dan sepeda ontel, ketika hendak melepaskan helm hello kitty nya tak sengaja Cinta melihat Pak Bima berjalan berdu dengan guru muda yang sangat cantik dan terlihat anggun, ada gejolak cemburu dan marah melihat pak Bima berbarengan dengan guru muda itu, Cinta langsung berjalan menuju ke kelas nya dan tiba-tiba.


Brukkkk guru muda itu bertabrakan dengan Cinta karena Cinta berlari menuju ke kelas.


" Maaf Bu, maafin saya, saya buru buru mau naroh tas, " ucap Cinta mohon maaf pada guru muda itu, guru muda itu melirik ke arah Pak Bima kemudian tersenyum seramah mungkin.


" Oh ya udah tidak apa apa, lain kali kamu hati hati ya, terus cepet ajak temen sekelas untuk berkumpul di Lapangan, karena harus melaksanakan Upacara, " suruh guru muda itu, lalu segera meninggalkan Cinta yang masih berdiri di sebelah kantor mengintai dari belakang.


Pak Bima pun ikut serta berjalan dengan guru muda itu dan menoleh ke belakang dan benar saja Cinta masih tetap berdiri disitu, Pak Bima mengerutkan keningnya tidak paham.

__ADS_1


Guru muda itu bernama Widi lulusan universitas negeri yang berada di kota C. Guru baru yang mengajar di mata pelajaran matematika, di kelas mana saja.


Di kediaman orang tua Bima.


Nampak Lusi masih membantu Bi Lola di dapur karena kasian Bi Lola sudah cukup umur dan sudah pasti tenaganya tak seperti dulu.


" Bi, Bibi istirahat saja dulu biar saya yang mencuci piring nya, " pinta Lusi pada Bibi Lola, namun Bi Lola tak mau karena menurut nya masih mampu mengerjakannya, Bibi Lola menyuruh Lusi untuk mengantarkan suaminya saja biar dapur urusannya.


" Ya sudah Pah, Bibi tidak mau di bantu lebih baik Papah segera berangkat, " ujar Lusi.


Arya pun masih di depan rumah menunggu Papanya untuk mengantarkan nya pergi ke kampus, karena arah kampus dan kantor Papanya kan searah. Karena Papanya tak kunjung keluar juga maka Arya minta bantuan Mang Maman untuk mengantarkan nya.


"Mang Maman tolong anterin ke kampus ya, " pinta Arya pada Mang Maman yang sedang mengelap mobil Papanyanya, Mang Maman langsung mengiyakannya, dan segera mengambil kunci mobil di garasi, kemudian mengeluarkan nya.


" Ayo den, Mamang sudah siap nih, yuk naik, " suruh Mang Maman pada Arya agar segera masuk ke dalam mobil. Pak satpam pun langsung membukakan pintu gerbang nya.


Dari dalam rumah Lusi dan Tomi mendengar suara mobil diluar.


" Loh Pah suara mobil siapa itu yang keluar, " tanya Lusi pada suaminya, mereka pun kompak keluar dan baru saja melihat Arya dan Mang Maman keluar dari pintu gerbang nya, mereka saling pandang satu sama lain tak percaya bahwa Arya di antar Mang Maman, biasanya membawa kendaraan sendiri, namun Papanya lupa bahwa Tomi akan mengantarkan Arya ke kampus, gegara keasyikan mengobrol dengan istrinya jadi lupa untuk mengantarkan Arya.


" Astaghfirullah Mah, Papa lupa, kalau hari ini Papa mau nganterin Arya ke kampusnya, mungkin Papa kelamaan di dalam, " Tomi menepuk jidat nya sendiri.


" Ya sudah, lagian sudah di antar Mang Maman kok pah, " Lusi menenangkan suaminya sambil tersenyum manis semanis mungkin.


" Ini semua gara gara kamu Mah, yang bikin Papa lupa," bisiknya menggoda istrinya.


" Pah" Lusi mencubit lengan suaminya.

__ADS_1


Suaminya kemudian berjalan menuju mobil yang sudah di lap oleh Mang Maman tadi, Lusi pun segera mencium punggung tangan suaminya dan melambaikan tangannya.


__ADS_2