
" Sinta, loe gerah gak sih" cibir Imel menyindir pak Bima,
" bukannya gerah lagi Mel, puaaanaaaass banget sumpah " sambung Sinta melirik ke arah Pak Bima yang masih terdiam melihat cibiran antara Imel dan Sinta yang memanas.
Pak Bima pun paham bahwa para sahabat Cinta sedang tidak suka.
"Pak Bima, bentar lagi waktu istirahat akan habis tapi Pak Bima kok belum memesan makanan, saya saja udah membeli minuman dan cemilan Pak Bima mau gak, " tawar Widi.
" Maaf Pak, bener apa yang dikatakan ibu guru ini, waktu istirahat akan segera habis, jadi kami berdua permisi dulu ya Pak, " pamit Imel, kemudian menarik paksa Sinta yang masih duduk di sebelah Pak Bima, Sinta pun langsung mengikuti Imel berjalan.
" Sinta, gue gak habis pikir ya sama lelaki tua itu" gerutunya
" maksudnya Pak Bima? " tebak Sinta.
" iya lah siapa lagi, "
" masih fresh gitu,,,loe bilang tua, tua itu udah punya anak sepuluh " lanjut Sinta.
Keduanya masih berdebat hingga tepat di depan kelas ada Pak Bima juga ibu guru baru itu.
Melihat kedua anak manusia itu Imel jadi marah, marah bukan karena cemburu melainkan marah karena mengingat Cinta yang telah di di lamar oleh pak Bima, ketakutan Imel adalah Cinta nantinya patah hati yang kedua kali, bisa bisa depresi si Cinta.
" Loh, kalian kenapa masih berdiri di depan kelas, cepatan masuk kan guru kalian sudah datang, " tegur guru baru itu pada Imel dan Sinta, tanpa berkata apa pun Imel dan Sinta langsung berjalan menuju bangku mereka masing-masing.
" Sampai ketemu di kantor Pak Bima, " guru baru itu melambaikan tangannya sambil tersenyum, Imel pun menyeringai pada keduanya.
" Pak, siapa sih guru baru itu, pacar Pak Bima ya" celetuk salah satu muridnya bertanya hal pribadi.
" guru itu hanya rekan kantor di Sekolah saja kok" jawab Pak Bima.
" Tapi gak apa apa loh Pak pacaran, Pak guru kan masih single guru baru itu juga terlihat masih mudah dan terlihat masih single cantik banget loh Pak, Pak guru juga ganteng ya ternyata apalagi kacamatanya gak di pake, " sambung murid yang lainnya, Imel melotot pada murid yang bertanya hal semacam itu, murid itu pun tak menghiraukan tatapan Imel, Pak Bima pun tak menjawab pertanyaan pribadi yang di lontarkan oleh para murid nya yang terlalu kepo dengan urusan kepribadiannya.
__ADS_1
Bel pulang berbunyi dan menunjukan pukul satu siang namun untuk kelas tiga ada tambahan mata pelajaran atau bisa di bilang pengayaan di jam dua siang tiap tiga kali seminggu, senin, selasa dan rabu.
Semua murid kelas tiga berhamburan ke kantin karena perut pada kelaparan minta demo makan. Ketika Pak Bima akan keluar dari kelas namun di dalam kelas masih ada Imel dan Sinta yang masih membereskan buku buku nya, dilihat kelas sudah kosong dan hanya ada Imel dan Sinta, pak Bima memberanikan diri untuk bertanya tentang Cinta.
" Boleh saya bicara sama kalian sebentar, " tanya Pak Bima.
" Mau bicara apa Pak? " Imel balik bertanya
" boleh minta nomer handphone Cinta? "
Sinta dan Imel saling pandang bingung mau memberikan nya atau tidak karena takut nanti kena semprot Cinta, tapi kalau tak di beri tahu kasian Pak Bima, barang kali ingin mengobrol lewat telepon.
" Bagaimana nih kasih tahu gak Mel" bisik Sinta ke telinga Imel, Pak Bima pun menatap teduh pada kedua sahabat Cinta.
" Ada imbalannya gak Pak? " tanya Imel,
Sinta mencubit lengan Imel yang berbicara seperti itu.
Imel memicing kan matanya penuh arti, " gue mau Pak Bima datang ke rumah Cinta sehabis pulang sekolah, karena Cinta demam gegara liat Pak Bima bersama guru baru itu, " ujar Imel. Padahal Imel tak tahu kebenarannya Cinta sebenarnya demam karena apa tapi kemungkinan besar karena melihat Pak Bima bersama guru baru itu, Cinta juga dulu pernah mengalami hal yang sama seperti ini jika patah hati.
Imel pun langsung memberikan nomer ponsel Cinta pada Pak Bima, kemudian Pak Bima langsung pergi keluar dari kelas khawatir nanti ada yang bergosip.
Cinta dan Vivi masih berdua di dalam kamar karena Cinta masih lesu, ting ting ting bunyi pesan di aplikasi hijau nya.
Kemudian Cinta langsung melihat pesan di aplikasi hijau nya, mata Cinta melotot kaget tak percaya ada foto Pak Bima di foto profil aplikasi hijau nya, "Vi liat deh, ini guru kita kan, " Cinta memperlihatkan pesan dari Pak Bima.
" Iya ini foto Pak Bima, kokkkkkk ganteeeng banget sih Cinta, pantesan loe langsung mau di lamar sama Pak Bima, cinta pada pandangan pertama yaaa, " ejek Vivi mencolek pipi Cinta yang bersemu merah menahan malu dan deg deg an.
" Tunggu, tunggu, Pak Bima kan tak tahu nomer hape gue, kok bisa mengirim pesan ke gue, dari siapa coba," heran Cinta sambil memikirkan siapa orang yang sudah memberikan nomer hape nya pada pak Bima,
"Loe pikun ya, di Sekolah kan masih ada dua sahabat kita, yaitu Imel sama Sinta, " Vivi menjelaskan pada Cinta yang masih memikirkan siapa yang memberikan nomer ponsel nya.
__ADS_1
" Hehehehe, " Cinta cengengesan,
" hehehehee haaa hihihi, " kesel Vivi melihat kepikunan Cinta.
Jam dinding sudah menunjukan pukul tiga sore namun Vivi masih belum pulang karena kasian pada Cinta, kemudian Mamanya Cinta masuk ke dalam kamar Cinta yang pintu kamar nya terbuka setengah jadi tak perlu mengetuk pintu lagi.
" Nak Vivi belum pulang juga, maafin Tante ya tadi Tante tinggal istirahat di kamar tidak menemani kalian," Mamanya masuh tidak enakan pada sahabat nya Cinta.
" Iya Tante tidak apa apa" ujar Vivi sopan.
" Kalau mau pulang bilang sama Tante ya, nanti sopir Tante yang akan mengantarkan Nak Vivi, "
"Iya Tante Terima kasih ".
Ting ting ting suara bel berbunyi di depan rumah.
Nampaknya Bibi sedang tidak ada atau lagi di kamar mandi karena bel terus berbunyi.
Mamanya langsung pamit dari kamar Cinta untuk melihat siapa tamunya.
Dan tak di sangka ternyata Bima yang datang membawa banyak jinjingan plastik dan beberapa jinjingan lainnya.
Pak Bima mencium punggung tangan calon mertuanya sopan dan tersenyum ramah pada calon mertua nya.
" Eh Nak Bima, sama siapa kesini, ? " tanya Mamanya Cinta pada Bima yang heran mendadak main kerumah nya.
" Maaf Tante, apakah Cinta nya ada,? " tanya Bima sopan.
" Oh iya ada, tapi keliatan nya masih lesu Bim, sebaiknya Nak Bima langsung ke kamar nya saja ya, "
" apa boleh tante, tapiiiii, " putus Bima, namun Mamanya Cinta menjelaskan bahwa di dalam kamar ada sahabat Cinta.
__ADS_1