Cinta Kilat

Cinta Kilat
13


__ADS_3

" Heee, aku gak kenal sama kamu" tanpa dosa Arya bicara seperti itu lalu langsung masuk,lalu segera melajukan mobilnya.


Sinta geleng-geleng melihat tingkah Arya dan tersenyum kasmaran.


Imel pun cemberut, lalu Pak Bima dan keluarga nya pamit pulang karena sudah selesai acaranya dan waktu nya juga sudah hampir magrib.


Semua tamu keluarga Pak Bima sudah pulang kini tinggal tiga sahabat Cinta yang masih setia menemani nya, Cinta membawa barang bingkisan dari Pak Bima ke dalam kamar ketiga temannya pun ikut membantu membawa bingkisan tersebut, hingga Mamanya Cinta pun membawa kue yang baru saja matang, karena tadi masih dalam proses pengopenan dan sekarang sudah matang kue nya.


dan di sajikan untuk para sahabat sejati nya Cinta.


" Emmm lagi sibuk buka bingkisan nihhh, " sindir Mamanya pada anak tercintanya.


" Iya Ma, banyak banget nih, bagus bagus branded semua Ma, gak nyangka banget Pak Bima ngasih ini semua ke Cinta, " tanpa sadar Cinta tersenyum dan membayangkan wajah Pak Bima yang terlalu mempesona dan juga begitu tampan tadi, tapi kalau lagi jadi pengajar wajah tampan Pak Bima tertutup karena memakai kacamata cupu dan rambut klimis.


Reaksi Cinta di lihat oleh para sahabat nya sehingga para sahabat nya saling pandang memandang.


"Eem ehem ehem,,,,, tenggorokan kayaknya keriiiinggg buangeett ya gak guysss, " cibir Imel menepuk-nepuk pundak Sinta dan Vivi, Cinta pun langsung tersadar dari bayangan tentang Pak Bima.


" Ya sudah nih tante bawain banyak makanan untuk para princess yang cantik cantik ini, " Mamanya Cinta menaruh makanan di atas meja belajar Cinta.


Seketika pandangan Bunga melihat sebuah kotak berwarna merah marun di bagian bawah bingkisan yang belum di buka oleh Cinta, Bunga mendekati dan mengambil sebuah kotak tersebut, seperti kotak perhiasan.


" Cinta, ini kotak apaan nak, " tanya Mamanya.


"Tidak tahu Ma, coba aja di lihat ma, " ujar Cinta.

__ADS_1


Mata Bunga tak percaya ternyata itu adalah kotak perhiasan lengkap dan mahal, ada berlian juga, mata Mama Cinta berkaca kaca bahagia ternyata anaknya beruntung memiliki pria seperti Pak Bima. Tidak seperti papanya yang dulu meninggalkan dirinya karena tidak diberi restu oleh kedua orang tua Tomi.


Cinta melihat reaksi Mamanya heran karena kok menangis tiba-tiba.


" Ma, Mama kenapa kok nangis sih, emang kotak itu isi nya apaan sih sampai Mama menangis seperti ini, " tanya Cinta bingung.


" Kamu beruntung sayang, Bima mau sama kamu yang pemalas, " gurau Mama Cinta karena tak mau Cinta ikut bersedih,


" Kok gitu sih ma, sama anaknya sendiri di ledekin kayak gitu ihh, " Cinta mendadak Cemberut ke arah mama nya, mama nya Cinta hanya tersenyum dan menyeka air matanya.


" Iya ya tante, kok mau yaa Pak Bima sama Cinta yang ileran hahah" tawa Imel.


Sedangkan di rumah kedua orang tua Bima masih dalam keadaan yang masih riweh.


Papanya Bima duduk santai di ruang televisi ditemani oleh Arya adik kandung Bima. Televisi masih menyala namun pikiran Tomi terisi oleh mamanya Cinta yaitu Bunga mantan terindah Tomi, bukan mantan tapi hubungan tanpa status dan berakhir tanpa jejak. Arya yang sedari tadi bermain game online tidak memperhatikan Papanya, batre ponsel nya habis jadi game pun berakhir dan menaruhnya di atas meja. Kemudian Arya menoleh ke arah Papanya, hendak menanyakan dimana remot televisi namun Papanya tidak menyauti malah tambah melamun.


" Ada apa Ar, teriak kenceng banget, " ujar Tomi Papanya pada anaknya, Arya yang bingung dengan Papanyaya hendak akan bertanya namun tiba-tiba...


" Pah, Bima mau pamit pulang dulu ya,, mau tidur di rumah sendiri , " pamit Bima pada Papanya, Papanya mengerutkan kening nya.


" Kenapa mesti pulang Bim, kumpul dulu sama Arya, kan Arya baru pulang dari luar negeri, " ujar Papa Bima.


" Iya kak, " sambung Arya.


Tak menjawab lagi Bima pun menuruti keinginan Papa dan Arya.

__ADS_1


" Kak, tidur bareng yuk, ngobrolin yang tadi, " bisik Arya pada kakaknya.


Bima hanya geleng-geleng tak menggubris Arya yang masih kepo dengan lamaran yang mendadak itu.


Sehingga Bima pun langsung masuk ke dalam kamar mandi terlebih dahulu karena gerah dan lelah dengan aktivitas lamaran yang begitu menegangkan.


Arya ikut masuk ke dalam kamar juga serta mengamati gerakan kakaknya yang terbilang terlalu santai namun aneh, Bima selesai mandi dan berganti pakaian, sedangkan Arya sibuk bekerja di layar laptop karena banyak skripsi yang harus di kerjakan.


Masih di situasi yang sama, di kamar Cinta para sahabat nya penasaran dengan isi kotak itu.


" Waah bagus banget Cinta, loe beruntung banget dapatin Pak Bima, aku jadi pengen satu lagi yang kayak Pak Bima Cin," Imel berkhayal membayangkan pria tampan yang mirip oppa oppa Korea, Vivi yang melihat ekspresi Imel tersenyum lucu dan Sinta pun sama, mereka melihat satu persatu isi kado. Terlintas Imel jadi teringat dengan ucapan Arya yang bikin kesal tadi pas keluarga pak Bima pulang.


" Eh loe pada tahu gak sebelum pulang Arya bilang apa ke gue, " nunjuk nunjuk telunjuknya ke wajah Vivi, Cinta dan Sinta.


Namun Sinta mendadak jantung nya berhenti seketika takut di interogasi karena gegara tadi, " gak, " jawab Vivi cepat.


Imel mendengus kesal pada temannya yang satu ini yang sudah bikin kewarasan nya mendadak oleng, Imel memicing kan matanya pada Vivi dan Sinta karena mereka terlihat seperti ada udang di balik piring.


Cinta tak memperdulikan tiga sahabat nya yang terlihat masih terlihat begitu antusias bercerita tentang Arya adik dari pak Bima.


Cinta kemudian melihat isi kotak tersebut, ketika sang mama nya sudh tidak ada di dalam kamar Cinta, Cinta pun mencoba perhiasan nya satu persatu dari cincin dulu, Cinta memasangkannya di jari manis bagian tangan kanannya karena Cinta lebih suka menggunakan asesoris di tangan kanannya. Senyum senyum sendiri Cinta melihat nya karena begitu pas dan cantik sekali setelah di pakai.


" Cantik sekali Cin, " Sinta tak sengaja menoleh ke arah Cinta yang lagi memandang cincin di jari manisnya, Cinta pun tersenyum saat Sinta berkata seperti itu.


" Benarkah, " Cinta tak percaya apa yang telah di ucapkan oleh Sinta, lalu Imel dan Vivi pun mendengar percakapan Sinta dan Cinta dan Imel Vivi pun merangkak ke arah mereka karena penasaran Sinta dan Cinta sedang membicarakan tentang hal apa.

__ADS_1


" Waw keren sekali" Imel sambil memegangi tangan kanan jari manis Cinta yang berkilau..


__ADS_2