
Deg..
Jantung Vivi dan Imel seolah berdenyut nyeri mendadak.
"Ta-tanya apa Cinta,? " gugup Vivi.
Cinta menatap ke arah mereka yang sepertinya keringat dingin muncul secara tiba-tiba.
"Kalian ini kenapa? " tanya Cinta, heran melihat Vivi dan Imel gugup seperti itu.
Pak Bima pun tak mengerti, padahal yang jadi konflik disini adalah dirinya.
Pak Bima dan Cinta saling pandang, tak mengerti dengan keanehan Vivi dan Imel, beruntung Sinta tak ada jadi aman.
"Kalian ini pada kenapa sih? " tanya Cinta, masih bingung.
"Maaf Cinta, kita sedang sariawan loh" cicit Vivi pelan.
" Masa sariawan kok makan lahap banget, Vi, " skak Cinta, membuat Vivi mati kutu.
" Apa yang disembunyikan Vi, Mel,! " seru Cinta emosi.
Vivi dan Imel pun bosan ditanyain melulu, pada akhirnya jujur juga.
"Jadi gini Cinta, tadi tuh gue sama Sinta kan habis dari toilet, terus kita dari kejauhan lihat mantan Pak Bima, lalu gue sama Sinta mengintai dari luar jendela ruang Pak Bima, eh ketahuan sama Bu Widi" Vivi berterus terang.
Cinta langsung mendelik tajam ke arah Pak Bima.
" Kok tatapannya begitu sih, kenapa? " tanya Pak Bima harap cemas.
"Lanjut Vi" timpal Cinta.
Sebelum Vivi melanjutkan ceritanya, Imel langsung membungkam mulut Vivi.
" Sudah lah Cinta, itu semua tidak penting yang penting sekarang loe udah sama Pak Bima, oke. Jadi jangan bahas MANTAN!!!" ujar Imel, penuh penekanan.
Cinta pun menurut, tak ingin ribut-ribut dan lebih baik diam tak mengatakan apa pun.
Singkat cerita yaaa..
Hari kelulusan pun tiba.
Semua siswa siswi bersenang senang di Arena lapangan. Karena lagi ada kegiatan pelepasan.
Tak disangka Pak Bima naik ke atas panggung.
" Assalamu'alaikum, maaf mengganggu sebentar, saya mau mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh warga di sekolah. Langsung pada intinya saja karena saya tidak suka basa basi.
Jadi saya berdiri disini karena ingin mengungkapkan pada seorang gadis yang bernama Cinta. "
Cinta yang berada di kantin pun mendengarkan pidato Pak Bima. Cinta sampai menahan nafas karena gugup. Banyak pasang mata yang melihat ke arahnya.
Cinta pun langsung berlari menuju ke panggung dengan nafas yang memburu.
__ADS_1
Semua bersorak saat Cinta sudah berada diatas panggung.
Dan disitu ada Arya dan Sinta, yang entah sejak kapan mereka sangat akrab sekali. Ada Surya kakaknya Sinta sedang berdua dengan Imel, masih masa pendekatan. Juga ada Riki yang katanya Vivi sudah dari dulu menaruh perasaan padanya. Dan pada akhirnya mereka bertemu di Perusahaan papanya Vivi, dari situlah Vivi bertemu dengan Riki ditempat kerjanya yang ternyata Riki bekerja di Perusahaan papanya Vivi.
Semua menyaksikan Cinta dan Bima di atas panggung.
" Cinta, maaf sebelumnya aku tak ijin terlebih dahulu, karena aku sudah tak mau berbohong lagi dengan perasaan saya sama kamu, aku ingin kita segera menikah setelah lulus hari ini.
MAU KAH KAMU MENIKAH DENGAN KU, MENJADIKAN IBU DARI ANAK-ANAKKU? " tanya Bima sambil memegang tangan Cinta, Cinta terharu dengan keberanian Pak Bima naik keatas panggung,
"MAUUUUUUU " sorak Vivi, Riki yang disamping dirinya menutup telinganya.
"Berisik Ai" ujar Riki.
Vivi tak menggubrisnya.
"Kakak loe berani sekali, naik diatas panggung didepan umum lagi, kalau loe mana berani kayak gitu" sungut Sinta cemberut.
Arya yang melihat ekspresi Sinta merasa gemas.
" Aku akan melakukannya dengan hal yang romantis, bukan pamer kek beginian " sahutnya tenang.
"Loe kenapa nangis Mel" tanya Surya.
"Gue nanti kehilangan personel dan dia akan nikah muda, huhuhu" bersandar di bahu Surya.
Cinta pun menangis, semua guru dan seluruhnya merasa sangat terharu.
Bu Widi saja sampai nangis bombay.
" Anda juga beruntung Bu Widi, sebentar lagi mau nikah juga kan? " guru itu mensik turunkan alisnya.
Bu Widi mlengos.
Pak Bima mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celananya, dan memberikannya pada Cinta,
"pakailah Cinta, ini untukmu, maaf aku tak bisa memberikan banyak harta yang kau bawa dariku" ujar Pak Bima.
"Ya ampun Pak, ini terlalu indah untuk tanganku Pak? " Cinta merasa kurang pantas memakai cincin berlian yang harganya yang tak murah.
"PAKAI DONK CINTA" teriak Vivi lagi histeris.
Cinta pun tersenyum melihat sahabatnya menyemangati dirinya.
Seakan dunia memang milik berdua kalau sudah begini.
Cinta pun memakai cincin itu, saat Pak Bima memakaikannya didepan umum diatas panggung.
Semua bersorak dan memotret momen langka seperti ini, para sahabatnya ada yang dibuat video dan lain lain.
"Cieeee, yang bentar lagi mau jadi manten? " ledek Imel, mencolek colek lengan Cinta.
Pak Bima hanya tersenyum melihat mereka semuanya.
__ADS_1
Tiba di rumah Cinta, Bima mengatakan keinginannya untuk segera menikah dengan Cinta.
Dan dari pihak Cinta menyetujuinya asal Cinta pun bersedia.
Akhirnya Cinta dan Bima SAH menjadi pasangan suami istri.
Teman-teman seperjuangan menyaksikan dan menghadiri serta meramaikan acara pesta pernikahan Cinta dan Bima.
Arya pun sama melamar Sinta di depan kedua orang tuanya serta Surya.
Tak berapa lama kemudian Sinta dan Arya pun menikah.
Sedangkan Imel masih ingin kuliah tak mau buru-buru untuk menikah, meskipun Surya sudah mengkode.
Vivi dan Riki bertunangan dahulu seperti kisah Cinta dan Bima.
Dan kedua orang tua Cinta dan Bima sudah saling memahami sebab diantaranya ada mantan yang harus dimaklumi.
"Huek huek" Cinta muntah saat usia pernikahan sudah dua bulan.
Dan baru memasuki masa ospek.
Bima khawatir terjadi sesuatu pada dirinya, sehingga membawa Cinta ke dokter.
" Selamat Pak, istri anda hamil" ucap dokter.
Bima menitikan air mata bahagia, saat mendengar Cinta tengah mengandung anaknya.
Cinta dan Bima mengabarkan kabar baik ini pada kedua orang tua mereka.
"Wuih topcerr lah Kak Bima, langsung jadi" ejek Arya adik Bima.
"Harus dong, " sahutnya.
Cinta pun merasa malu di ledekin oleh Arya seperti itu.
Arya dan Sinta kini mereka yang mengadakan pernikahannya.
SAH
Itulah yang didengar oleh Sinta, mereka pun resmi menjadi pasangan suami istri.
" Gak nyangka ya kita jadi iparan. Hai keponakan tante kamu senang kan punya anteu yang cantik dan ganteng seperti Om Arya? " Sinta memegang perut Cinta yang sudah berusia tujuh bulan.
Dua bulan kemudian, Cinta melahirkan dan anaknya berjenis kelamin laki-laki.
Semuanya menemani Cinta melahirkan dirumah sakit.
Semua terkesima dan bersyukur, semuanya selamat Ibu dan anaknya.
TAMAT
Mohon maaf kisahnya sampai disini ya...
__ADS_1
Karena saya harus menjalani kewajiban sebagai ibu rumah tangga, karena saya ibu dari dua anak balita yang masih sekolah.
Mohon maaf apabila banyak kurang nya.