Cinta Kilat

Cinta Kilat
52 S2


__ADS_3

"Baiklah," pasrah Cinta, saat Bima hendak akan pergi ke kantor.


"Vi, gue belum pasti dateng ya, sebab takut suami gue gak bisa pulang sore" klik. Cinta menulis pesan di aplikasi hijaunya secara privat.


"Ya sudah tidak apa Cin, tapi berharap elo dateng huhuhu" balas Vivi melalui chat pribadinya.


Cinta pun kembali menaruh ponselnya diatas nakas. Kini Tian sudah bangun dan Cinta pun sudah cekatan bermain dan mengurus anaknya.


"Mommy, alan-alan ci, Yang mau beli esklim, " Tian masih susah bicara tegas, alias masih cadel cara bicaranya.


"Yuk, kita jalan-jalan beli es krim" Cinta meluruskan ucapan Tian agar Tian tidak selamanya cadel.


Tepat pada pukul delapan malam, dirumah Vivi sangatlah ramai orang-orang berdatangan untuk menyaksikan pernikahannya dengan Vino.


Sudah ada Sinta dan Arya juga membawa anaknya, Imel dan Surya, serta Cinta dan Bima juga Tian anaknya.


Beruntung Bima bisa menyempatkan diri untuk hadir di acara pernikahan Vivi dan Vino.


"Selamat ya Vi, ya ampun gue gak nyangka banget sumpah" ucap Imel yang masih memeluk Vivi.


"Ya Vi, gue juga gak nyangka, gue tadi takut Vino akan membatalkan pernikahan Mel, kalau itu terjadi nanti gue jadi jones dong, huhu" Vivi teringat pesan Vino kemarin.

__ADS_1


"Tapi yang penting sekarang kan loe jadi menikah kan dengan Vino, awalnya loe menolaknya, " cibir Cinta, saat ia baru datang dan mendengar pembicaraan Vivi dan Imel.


"Iya loe bener Cinta" sahut Cinta.


Cinta, Imel, Sinta kini duduk dibelakang Vivi sang pengantin, dan disebelahnya sudah ada Vino yang akan mengijab kobul.


Semua tegang dan gemetar, Vivi hanya bisa menunduk dan pasrah, jantungnya sudah tidak karuan.


Dan terdengar suara Pak penghulu.


"SAH" ucap semua orang yang menyaksikannya.


Alvin senang akhirnya Vivi sadar juga, pilihannya memang terbaik untuk dirinya.


"Cieeee sudah sah nih ye, " ejek Imel.


"Cieee sudah mau ngena ngena nih yee" timpal Cinta, tertawa puas. Karena dulu dirinya terus di ejek oleh Vivi. Sekarang ia yang membalasnya.


Beberapa minggu kemudian, kini giliran resepsi pernikahan Vivi dan Vino, semuanya merasakan kebahagiaan dan kebersamaan.


Vivi terlihat sangat cantik, mengenakan gaun pengantin berwarna putih.

__ADS_1


"Eh kita poto bersama yuk" ajak sang pengantin pada para sahabatnya.


"Boleh boleh, yuk kita poto untuk para gank cewek dulu, nih anaknya aku titip dulu ya" ucap Sinta ke Arya, begitu juga dengan Cinta menyerahkan anaknya pada Bima.


Arya dan Bima hanya geleng-geleng melihat ulah para istri mereka.


"Jadi pengasuh sejam nih" Arya memberengut kesal, melihat istrinya terlalu rame dengan The ganknya.


Lalu tidak lama kemudian, semuanya ikut berfoto semuanya.


"Terimakasih ya, kalian hadir di acara gue ini" Vivi bersedih, karena setelah ini akan ada kehidupan pribadi masing-masing, dan akan jarang untuk bertemu.


" Iya Vi, gue harap kita selalu diberikan kesehatan, dan panjang umur agar kita suatu saat bisa bertemu dan berkumpul lagi, membawa banyak anak, huhu" tangis Imel pecah, seakan-akan sudah membayangkan dan rasanya semua ini terlalu cepat.


"Kalian para gadis, selalu cengeng, lebay sekali kalian, sudah sana pelukan yang banyak banyak, setelah itu Vivi gue suruh masuk kamar, mau enak-enak" gurau Vino, saat mendekati mereka.


Semuanya sudah bahagia, dan sudah tidak ada lagi kisah sedih lagi.


Vivi dan Vino, Sinta dan Arya, Cinta dan Bima, Imel dan Surya.


Empat Sahabat sejati adalah dimana merek saling menguatkan dan saling membantu, mensuport, serta selalu memberikan keceriaan disaat salah satu Sahabat ada yang bersedih atau ada masalah. Demikian kisah Cinta kilat dan mohon maaf bila banyak kesalahan.

__ADS_1


Salam semuanya dan semoga sehat dan bahagia.


__ADS_2