
"Cieeee yang udah resmi ta'aruf an, gimana hatinya Cin," ledek Imel mentowel towel pipi nya Cinta yang masih belum percaya akan hal ini,
"Apaan sih loe, " sambil menyingkirkan tangan Imel yang iseng.
" Liat tuh Pak Bima guuuuuuan..., " Belum sempat melanjutkan tiba-tiba Pak Bima muncul di hadapan Imel dan Cinta, sehingga Imel langsung melarikan diri dan bergabung dengan Vivi, Sinta dan Arya yang lagi duduk di halaman belakang rumah Cinta melihat ikan di kolam nya.
" Boleh saya duduk di sini Cin?," tanya Pak Bima ragu.
" Iya boleh tapi jangan dekat dekat kita bukan muhrim, " saran Cinta ketus masih belum bisa melunak.
" Galak banget jadi perempuan, nanti cepat tua loh, " ledek Pak Bima tertawa kecil lalu mendaratkan pantatnya di atas kursi di samping Cinta.
" Udah tahu gue galak, napa ngelamar, biarin cepat tua tapi anda mau wekkk, " menjulurkan lidah nya tak sopan karen masuh kesal.
Seketika ponsel berdering di saku Pak Bima sebelah kanan nya, kemudian Pak Bima merogoh saku celana nya dan melihat di layar ponsel nya siapa yang menghubungi nya.
Dan ternyata Gisel mantan kekasih nya yang berkarier sebagai model, Gisel perempuan yang cantik, anggun, manja banyak kalangan pria model juga yang tertarik dengan dirinya. Sehingga Gisel berpaling dari Bima padahal Bima dulu sangat mencintai dan memanjakan nya, entah dari mana Bima mengetahui perselingkuhan Gisel dengan sutradara nya sendiri, namun Gisel mengelaknya.
Pak Bima menutup kembali ponselnya ke dalam saku celana, sehingga Cinta mengerutkan kening nya tak tahu siapa yang menghubungi nya sehingga tak mau mengangkat nya.
" Kok gak di angkat Pak, " tanya Cinta sinis.
" Bukan siapa-siapa tidak penting juga untukku, "
jawab Pak Bima kemudian kemudian menatap Cinta intens.
Cinta pun jadi salah tingkah ditatap nya seperti itu.
Memalingkan wajahnya ke arah lain, namun Pak Bima tersenyum lucu melihat Cinta yang seperti itu.
" Hai Hai, gue datanggg nii, " teriak Imel yang sedang berjalan menuju ke arah Vivi, Sinta dan Arya, mereka pun menoleh sambil geleng-geleng, karena temannya yang satu ini benar benar di luar nalar hihi.
__ADS_1
" Ngapain loe datang ke sini, berisik tau gak, " cibir Vivi ceplas-ceplos.
" Elloo tuh yang ngapain, jadi nyamuk aja loe, " lanjut nya.
Sinta yang mendengar nya jadi merah padam menahan malu sekaligus marah namun ih ribet kalau marah sama sesama teman tuh ya.....
" Lah gue manusia guys bukan binatang, " ngeles Vivi tak mau kalah.
"Iya gue tahu, tapi ngapain loe nemenin orang yang lagi mojok gini, depan kolam ikan pula, "
" ssssttt, " sekap bibir Imel yang sedari tadi berisik dengan tangan Vivi yang tadi habis main air ikan.
" Emmm, bau apa ini amis banget tangan loe," sambil mendengus dan menyingkirkan tangan Vivi.
Vivi nyengir kuda serta Sinta dan Arya pun tertawa kecil. Melihat reaksi mereka begitu Imel jadi cemberut, suka ngerjain giliran dibalik ngambek.
" Ulu ulu ulu my Imel cubi cubiii cemberut, jeleknya hilang loh nantinya, " tanpa dosa Vivi gurau santainya.
" Tadi habis nyari ikan pake tangan dan belum cuci tangan pakai sabun hehe, " jujur nya.
Imel dan Vivi seketika melihat kearah Sinta dan Arya yang sedang saling senyum.
" Eheee mmmmm, " teriak Imel di telinga Sinta dan Arya.
" Apaan sih, " Sinta menyingkirkan kepala Imel yang suka kepo.
" Oh iya maaf aku kembali ke depan dulu ya, takut nya acara udah selesai, " pamit Arya pada Sinta, Imel dan Vivi.
Masih dengan kedua orang tua Bima dan Cinta yang sedang mengobrol di ruangan tamu, Papa Cinta paham apa yang dirasakan oleh istrinya yaitu Bunga ketika melihat Tomi sang mantan kekasih saat muda dulu. Tomi, Bram dan Bunga adalah tiga sahabat yang satu kampus dan Tomi berpacaran dengan Bunga. Namun pupus di tengah jalan karena adanya ketidak restuan dari pihak Tomi, karena Tomi adalah pria kaya raya sehingga Tomi di ajak ke luar negeri oleh kedua orang tua nya, yang bertujuan untuk memisahkan nya dengan Bunga, Bunga sendiri bukan kalangan orang kaya sehingga Bunga hanya seorang wanita yang berkerja di kantor itupun hanya menjadi karyawan biasa beruntung bukan OB, sehingga di kantor Bunga bekerja bertemu dengan sosok pria yang bernama Bram yang sekarang sah menjadi suaminya dan memiliki anak yaitu Cinta dan pada akhirnya bertemu kembali dengan Tomi.
Sebenarnya antara Tomi dan Bunga masih menyimpan perasaan karena mereka putus bukan karena perselingkuhan melainkan tak dapat restu dari orang tua Tomi.
__ADS_1
Maka dari itu jangan sampai kejadian seperti dirinya menimpa pada anaknya.
" Mohon maaf mungkin sudahi saja acara lamaran hari ini, yang terpenting anak kita sudah resmi berta'aruf, semoga berjodoh dan lancar sampe menjelang hari H nya, " ujar Tomi Papanya Bima menutup acara lamaran anak nya.
" Ya saya juga mengucapkan banyak Terima kasih pada keluarga Bima yang sudah berkenan mampir dan membawa banyak barang seperti ini, seharusnya tak perlu repot repot Pak Tomi dan Bu Lusi, " Papanya Cinta menegaskan.
Di luar masih Bima dan Cinta bercanda pada akhirnya.
" Terima kasih ya Cinta, " ucapnya penuh dengan kebahagiaan yang tak disangka.
" Iya Pak, " jawab Cinta.
" Kalau gitu kita masuk yuk, aku mau pamit sama calon mertua aku dulu, " ajak Bima ke dalam.
Cinta pun mengekor di belakang Bima.
Ketika masuk sudah siap untuk pulang dan pamit karena waktu sudah menjelang magrib tak baikasih di tempat orang.
" Kalau begitu, saya permisi dulu Om, Tante, dan Terima kasih atas restu Om, dan Tante, saya sangat bersyukur Om dan Tante mau menerima lamaran saya, " ucapan terimakasih Bima pada Mamanya Cinta dan Papanya Cinta.
" Terima kasih lah pada Cinta nak, bukan pada kami, karena kamu kan yang ingin melamarnya bukan melamar Omm ataupun Tante kan, " ujar Mamanya Cinta.
" Iya, bagaimana pun saya berterima kasih sekali, tanpa restu dari Om dan Tante hubungan kami sulit tante, " lanjut nya, kemudian semuanya keluar dari dalam ruang tamu dan masing-masing memasuki mobilnya. Para sahabat nya tidak di perbolehkan pulang karen harus membantu Cinta membukakan bingkisan yang tadi di kasih oleh Pak Bima,
" Loh Cinta, kita juga mau pulang " ujar Vivi protes saat Cinta memegang lengan nya.
" Kalian tak boleh pulang, " Cinta melotot.
" Sinta kamu gak pulang,? " tanya Arya pada Sinta saat Arya membuka pintu mobilnya.
" Rmmmm enggak Ar, kamu duluan aja deh, aku bareng sama yang lainnya aja maaf ya, " jawab Sinta menundukkan kepalanya malu.
__ADS_1
" Gue gak di tanyain nih Ar? " Pura-pura kesal.