
"Hai! " seseorang menepuk bahu Riki.
Dia adalah Surya kakaknya Sinta.
Dunia memang sempit banget ya, Sinta satu Sekolah dengan Cinta di SMA, sedangkan Surya pernah menaruh hati pada Cinta.
Sedangkan Riki mantan pacar Cinta, saat Cinta duduk di bangku SMP, walaupun cinta monyet namun berkesan.
Cinta pertama memang susah dilupakan.
Saat Cinta berpacaran dengan Riki, Riki sudah SMA kelas tiga.
Sehingga Riki harus ke luar Negeri pilihan orang tuanya.
Riki dan Surya berteman sejak kuliah di luar Negeri, hingga sekarang.
" Loe kenapa bengong di parkiran sendirian, kesambet baru tahu rasa loe" tegur Surya.
" Kepo banget loe jadi cowok, mulut loe kayak cewek " canda Riki.
Riki menatap Surya dari atas sampai bawah, dan ada aura berbeda dari Surya.
" Tumben loe kesini, masih kenal loe sama gue" tanya nya mengejek. Surya mengajak Riki untuk nongkrong di tempat biasa bersama para sahabat lamanya.
" Loe, mau gak kumpulan bareng bersama teman teman kita dulu, waktu kita kuliah di luar Negeri dan mereka ada di sini semuanya, mereka bekerja di Perusahaan Indonesia" Surya menjelaskan.
Riki menghela nafasnya, dan menggeleng.
" Maaf gue gak bisa, gue capek banget baru saja pulang kerja" tolak Riki lemas.
" Biasanya juga kan begitu" lanjut Surya.
Surya pun ikut masuk ke dalam Apartemen milik Riki, yang dimana bersebelahan dengan Apartemen milik Bima, tunangan Cinta tadi.
Bima dan Cinta sudah tiba di rumah Cinta, dan langsung mandi dan segera berganti pakaian.
Bima menunggu di pos Satpam sebab ingin menghirup udara malam, dan mengobrol dengan Satpam rumah Cinta.
Tin tin tin... Suara klakson mobil Papanya Cinta, yang baru saja pulang dari kantor.
Papanya Cinta belum melihat di arah belakang pos. Sebab hanya fokus menyetir dan pandangan lurus kedepan.
Ketika Bram membuka pintu mobilnya, seketika Bima langsung menghampirinya.
Bram kaget langsung disambut oleh calon mantu.
" Loh, Nak Bima ada di sini. Cinta kemana? " tanya Bram pada Bima.
" Dia ada di dalam Om, " jawab Bima.
" Kenapa kamu di luar, tidak di dalam saja, diluar kan dingin" imbuhnya.
" Ingin mengobrol saja Om, sambil nungguin Cinta " lanjutnya.
" Ya sudah, yuk masuk bersama Om, jangan diluar terus" ajak Papanya Cinta.
"Assalamualaikum, Mah, " Bram mengucapkan salam.
__ADS_1
" Walaikumsalam, Pah, " sambut Bunga istrinya.
Bunga kaget di belakang suaminya ada Bima, calon menantu dirinya.
Bunga langsung menyambar tas milik suaminya, dan masih bingung sejak kapan ada Bima.
" Loh, Nak Bima ada disini, kok saya tidak tahu ya" bingung Bunga, Mamanya Cinta.
Bima pun jadi tak enak hati, karena tidak memberitahu kedatangannya.
" Maaf Tan, Bima tidak masuk dulu, sebab tadi, kata Cinta Tante sedang shalat. Jadi saya urung untuk masuk." Bima merasa bersalah pada Mamanya Cinta.
"Ya sudah, Nak Bima mau minum apa? " tanya Mamanya Cinta.
" Apa saja Tante, " jawabnya.
Bunga pun langsung pergi sambil menenteng tas milik suaminya, sebelum masuk ke dalam ruang kerja suaminya.
Bunga meminta tolong sama Bibi untuk membuat minuman untuk Bima dan suaminya, yang berada di ruang tamu.
"Bi, tolong bikinin minuman untuk Papa dan Bima ya Bi, mereka sedang berada di depan, ruang tamu" Bunga meminta tolong pada Bibi.
Kemudian Bunga berjalan ke ruang kerja suaminya.
Dan berfikir untuk masuk ke dalam kamar putrinya.
Tok tok tok... Mamanya mengertuk pintu kamar Cinta.
Tidak ada sahutan sama sekali.
sudah tiga kali mengetuk pintu, namun nihil tidak ada jawaban sama sekali.
Mamanya melihat di sekeliling kamarnya, namun tidak ada orang sama sekali, hanya suara percikan air dari dalam kamar mandinya.
Ceklekk.. Pintu kamar mandi terbuka.
Ternyata Cinta baru saja mandi. Cinta kaget di dalam kamar ada sang Mama.
" Loh, Mama kok di sini sih, udah selesai shalatnya? " tanya Cinta.
" Kenapa tidak bilang ada Bima? " tanya Mamanya.
" Loh, emang dia dimana? " Cinta tanya balik pada Mamanya. Lalu dengan cepat Cinta langsung ke bawa menemui Pak Bima.
Cinta tak sadar bahwa ia masih menggunakan kimono.
"Cinta, tunggu, ya ampun sayang kamu masih belum pake baju, astaga Nak,!!! " teriak Mamanya, tapi Cinta tak mendengarnya.
"Pak Bima, loh ternyata ada Papa," Cinta tergesa-gesa ingin bertemu Pak Bima.
Papanya melotot ke arah Cinta, yang hanya menggunakan baju kimono.
" Cinta, masuk lagi, kamu tidak sopan, Nak,!!! " perintah Papanya.
" Apanya Pah, yang tidak sopan " bingung Cinta.
Papanya mengkode mengedipkan matanya.
__ADS_1
Dan Cinta baru sadar, kemudian berlari lagi untuk masuk ke dalam kamarnya, untuk berganti pakaian.
Bima geleng-geleng melihatnya.
Bram malu pada Bima, hanya seulas senyum yang Bram berikan pada Bima atas tingkah Cinta tadi.
" Bodoh banget sih gue, ya ampun " memukul jidatnya sendiri.
Lalu tanpa pikir panjang, Cinta langsung berganti pakaian tidur.
Dan membawa tas, untuk mengerjakan tugas sekolah bersama Pak Bima.
Cinta turun dan langsung duduk di depan Bima.
" Papa masuk dulu ya mau istirahat, kalau ada perlu apa apa, tinggal ketuk pintu kamar Papa saja ya sayang, kalian mau belajar bersama kan? Jangan sampe larut malam, tidak baik" nasehat Papa Cinta, sebelum meninggalkan mereka.
Setelah kepergian Papanya, Cinta merasa malu, karena kecerobohannya tadi.
" Kenapa tersenyum? " tanya Cinta curiga.
Bima masih tak menjawab, hanya seulas senyum saja.
"Ck" Cinta berdecak.
" Jadi tidak sabar Cinta" goda Pak Bima.
Cinta memicingkan matanya, menatap tajam Pak Bima yang masih tersenyum senyum sendiri, dan sepertinya ingin tertawa tapi ia tahan.
" Pak Bima,! " seru Cinta, kesal.
Cinta mengeluarkan semua buku yang aaa didalam tasnya.
Dan mengambil buku tugas milik Pak Bima.
Cinta memperhatikan Pak Bima, dari cara ia memberikan pengajaran tentang materinya.
Cinta bukannya fokus dengan cara mengajari, tetapi fokus pada wajahnya.
Sampai Cinta tertangkap basah sedang menatapnya, meskipun Pak Bima mulutnya masih membicarakan tentang mata pelajaran.
" Ya ampun, ternyata ganteng juga ya kamu Pak Bima, tak kalah sama Riki, mantan gue tadi" Cinta melamun.
"Ehem, " Pak Bima berdehem.
Cinta baru sadar, dari tadi Pak Bima memperhatikannya. Cinta merasa malu, karena tidak memperhatikan penjelasan materinya.
" Kamu kenapa, hem, melamunin tunangan mu ini yang tampan? " Pak Bima pede sendiri.
" Ge er" elak Cinta.
" Sudah sekarang cepat lanjutkan, mumpung belum jam sembilan malam. " Suruh Pak Bima penuh penekanan.
Kemudian Cinta kali ini fokus untuk memperhatikan, agar cepat selesai dan Pak Bima pun segera pulang, kasihan sudah malam.
Cinta pun langsung menulis dan menjawab soal yang berada di buku latihannya.
Tak terasa jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam.
__ADS_1
Cup
" hah"