Cinta Kilat

Cinta Kilat
9


__ADS_3

"Maksudnya apa Bim, " Mamanya tak paham.


"Mah Pah, Bima sudah siap menikah Mah Pah, tolong restuin untuk terakhir kalinya. " Bima dengan wajahnya yang memelas.


Kemudian Bima menunduk tak berani menatap Mama dan Papanya.


Senyum Papanya mengembang kemudian menepuk pundak anak nya.


" Siapa yang sudah berani mengambil hati anak Papah yang arogan dan keras kepala ini hem, " gurau Papanya.


Bima mengerutkan kening nya dan cemberut seperti anak manja saja.


"Apakah Gisel perempuan yang berkarier model itu kah,? " tanya Mamanya penasaran, karena seingat Mamanya hanya Gisel yang pernah datang ke rumah nya.


"Kok Gisel Mah, bukan dia Mah, wanita yang ini unik banget mah, saking uniknya Bima langsung jatuh cinta Mah, apalagi dengan namanya yang udah Cinta, " jelas Bima.


"Namanya Cinta? " tebak Papanya langsung.


"Iya pah, " jawab Bima.


"Kapan kamu ingin melamarnya Nak" lanjut Papanya.


"Sekarang pah, " terang Bima.


Kedua orang tua nya melotot tak menyangka, secepat itu, baru bicara langsung minta lamaran, mana belum ada persiapan sama sekali.


"Konyol banget kamu Bim, bicara sekarang malah langsung sekarang juga lamar nya" ujar Mamanya geleng-geleng Kepala.


Bima hanya tersenyum dan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


Huft suara helaan nafas Cinta yang grogi dan cemas.


"Halo, loe lagi apa sih kenapa gak datang datang udah pukul sebelas siang loh ini, capek tau, " teriak Cinta pada Imel dari sambungan telepon nya, Cinta memberengut kesal pada para sahabatnya, karena Cinta akan kabur bersama teman-teman nya dengan alasan weekend mumpung libur sekolah, Cinta juga belum mengatakan apapun sama mama papa nya, karena jika mengatakan takut nanti Pak Bima hanya bercanda belaka.


Jam dinding menunjukan pukul satu siang namun Imel, Sinta dan Vivi belum juga muncul, mungkin mereka punya acara masing-masing dengan keluarga mereka, Cinta bolak-balik di depan pintu rumahnya sendiri sehingga mama Bunga dan papa Bram saling pandang melihat keanehan putri mereka yang sedari tadi mondar-mandir seperti setrikaan kusut.


"Cinta, kamu kenapa seperti gelisah sekali, " tanya Mamanya di ujung pintunya.

__ADS_1


"Nungguin temen sekolah Ma, " jawab Cinta.


"Maksudnya Imel, Sinta dan Vivi, " lanjut Mamanya.


Karena Mamanya Cinta hapal betul para sahabat nya yang sering main kerumah hampir tiap minggu jalan bareng, dan terkadang di antar oleh para sahabat nya.


Dan ternyata..... para sahabat Cinta di bekap sama Pak Bima loh, karena ingin memberikan kejutan pada Cinta, ketika Imel dan Vivi berada di depan gapura Perumahan mereka yang hendak akan menunggu jemputan dari Sinta yang di temani oleh sopir pribadi Sinta, namun tiba-tiba Pak Bima menahannya dan mereka pun saling memandang tak paham.


"Loh kok ada Pak Bima di sini, mau ngapain Pak Bima berada di daerah sini,? " tanya Imel penasaran apalagi melihat penampilan Pak Bima yang sangat berbeda dari biasanya, tanpa berkedip Imel terpesona dengan penampilan Pak Bima yang sangat tampan dan gagah.


"Benar gak sih ini Pak Bima guyss,?" heran Vivi pada akhirnya mengeluarkan pernyataan pada teman teman nya.


" Sepertinya siapa Mel, " tanya balik Pak Bima ke arah Imel,


" Kok ganteng banget sih Pak, " keceplosan Imel langsung menutup mulutnya,


"upss".


" Semua lelaki juga ganteng Mel, bukan cantik," ujar Pak Bima.


" Bim, kamu lagi ngapain, jadi gak sih Mamah capek nih nungguin kamu "


"Iya mah bentar lagi," balas Bima.


Semuanya terheran pada Pak Bima, Imel dan yang lainnya tak mau ambil pusing sehingga mereka akan masuk ke dalam mobil Sinta.


namun tepat Vivi akan membuka pintu mobil Sinta di cegat oleh Pak Bima,


"Loh kok di tutup lgi si Pak, " heran Vivi,


"Tolong bantu saya kali ini, " dengan wajahnya yang memelas dan memohon.


"Ada apa sih" Sinta jadi gak sabar karena terlalu lama Sinta menunggu di dalam mobilnya dan terpaksa Sinta pun keluar, Sinta kaget ternyata di situ ada sosok pria yang Sinta kenal yang berada di belakang mobil Pak Bima. Sinta tak perduli dengan kehadiran Pak Bima yang terlihat tampan, namun Sinta hanya diam saja tak mengucapkan sepatah kata pun.


Sinta hanya memandang di belakang mobil Pak Bima yang terlihat sosok pria yang sedang berbicara lewat ponsel.


Takut salah liat hendak ingin melangkah ke arah pria tersebut namun tiba-tiba saja pria itu menoleh ke arah Pak Bima atau telan di depan Sinta. Sinta terkejut sama hal nya dengan pria itu sama terkejut nya, pria itu adalah Arya.

__ADS_1


"Kak Bim, udah belum sih ngobrol nya capek tahu, " gerutu Arya.


"Kasihan kak gadis kecil kakak menunggu, " canda Arya.


Arya adalah adik kandung Pak Bima namun Arya ketika akan memasuki SMA Arya lebih memilih ke Pesantren guna untuk bisa mengaji karena pergaulan yang tak baik hingga Arya di masukin ke Pesantren oleh kakaknya yaitu Pak Bima guru Sinta di Sekolah nya.


" Arya memanggilnya kakak, aku tak salah dengar kan, " gumam Sinta dalam hati,


" Hai Sinta apakabar, " Arya menoleh ke arah Sinta yang sedari tadi seperti patung hanya berdiam diri saja di depan pintu mobilnya.


" Ah iya Arya, alhamdulillah gue baik, " jawab Sinta tergagap.


" Bahasa nya kok gitu jadinya, " Arya mengerutkan kening nya menatap ke arah Sinta.


"Emmmm," belum melanjutkan Sinta langsung di tarik oleh Vivi dan Imel.


" Loe kenal dengan Arya Sin,?" tanya Vivi berbisik di telinga Sinta.


"Dimana loe kenal Arya," interogasi Imel ke Sinta sambil melirik ke arah Pak Bima dan Arya.


Cinta jadi tak habis pikir kok bisa bisanya Imel, Vivi dan Sinta sampe jam tiga sore belum ada kabar nya sama sekali.


"Coba telpon Sinta aja kali yaa, " gumam Cinta.


Di perjalanan Sinta tak jadi memakai mobilnya melainkan ikut serta menaiki mobil Pak Bima namun di setirin sama Arya, di dalam mobil Pak Bima ada Arya yang di depan di sampingnya ada Vivi, dibelakang ada Imel dan Sinta, Arya di tugaskan sama Pak Bima untuk membawa rombongan sahabat Cinta. Hening tak ada yang memulai percakapan hingga pada akhirnya ada dering telpon berbunyi milik Sinta di dalam tas milik Sinta.


"Assalamu'alaikum, iya ada apa Cin, " sapa Sinta. Semua melirik ke arah Sinta karena Imel tahun siapa yang menghubungi nya.


"Walaikumsalam, loe dimana sih gue udah nungguin loe pada dari pagi tahu,!!! " teriak Cinta.


"Busyetttt Cin, loe teriak ngalain Toa msjid tau gak, " Imel ikut nimbrung bicara soalnya Sinta me loudspeaker jadi terdengar sekali teriakan Cinta.


Di rumah Cinta tak habis pikir, kok mereka lagi barengan.


" Tunggu tunggu, loe lagi bareng Imel Sin,?" tanya Cinta menyimak suara Imel. Semua pada kebingungan dan harus menjawab apa, melihat Imel, Sinta dan Vivi pada diam, kemudian Arya yang penasaran bertanya kepada Sinta, Sinta lupa belum mematikan ponselnya.


" Siapa sih yang telpon Sinta berisik banget suara nya?" tanya Arya.

__ADS_1


__ADS_2