
Didalam mobil, Sinta terlihat tersenyum terus, ketika melihat adiknya tersenyum sepanjang perjalanan, membuat Surya memicingkan matanya.
" Ehem, ada yang lagi bau bau roman roman deh kayaknya, " sindir Surya.
"Ish, Kakak ini apaan sih" Sinta malu.
Surya pun yang melihat tersenyum senang, berarti Sinta masih bisa berbahagia dengan orang lain.
Setidaknya Surya bisa melihat Sinta tersenyum, sejak berpisah dengannya.
" Kakak darimana saja sih, " tanya Sinta mendadak kesal, ketika teringat Kakaknya terlambat menjemput.
" Iya maafin Kakak ya, tadi ada cewek reseh banget, " jawab Surya.
" Awas nanti jatuh cinta loh" Sinta mewanti wanti.
" Tidak lah, dia masih abege labil, persis seperti kamu Dek, " imbuhnya.
" Atau jangan jangan kamu Dek yang sedang jatuh cinta, " Sinta pun kalah telak dengan perkataan Kakaknya.
" Loh, kok gue yang jadi dibalik tanyain" sungut Sinta.
Surya tertawa terbahak bahak. Melihat ekspresi adiknya.
Seketika Surya terdiam, mendadak mengingat temannya Sinta, yang bernama Cinta.
Surya pernah memendam perasaan pada Cinta, saat Cinta mampir di rumahnya dulu.
Saat Cinta masih kelas satu SMA.
Surya pun menggelengkan kepalanya, untuk mengusir pikiran yang dihantui dengan bayangan senyuman Cinta saat itu.
Imel sudah berada di rumah, namun bayangan lelaki itu terus melayang di kepala Imel.
" Ish, cowok tengil banget sumpah, gak mau gitu gantiin celana gue" gerutunya.
" Kalau ketemu lagi awas saja, gak beri ampun " lanjutnya.
Imel pun berkirim pesan dengan Sinta, karena tadi tidak enakan, pulang tidak bareng bareng.
" Sin, elo udah ada yang jemput kan? " tanya Imel, melalui aplikasi hijaunya.
Belum ada balasan dari Sinta. Sambil menunggu balasan dari Sinta, Imel bergegas mandi terlebih dahulu sebab sudah lengket.
Ting. Bunyi pesan masuk di aplikasi hijau milik Imel secara privat.
" Iya, gue udah di jemput, meskipun agak lama, " balasan Sinta untuk Imel.
Imel bernafas lega setidaknya Sinta sahabatnya itu benar-benar sudah di jemput kakaknya.
"Oh, ya sudah gue cuma tanya itu aja, Sin. " Telepon pun terputus sepihak, Imel langsung membuka buku pelajaran karena ada PR dari Pak Bima.
" PR nya susah banget, atau gue yang gak mampu otaknya ya, " gumamnya.
Cinta langsung menaiki mobil Pak Bima, tadinya mau duduk di belakang.
__ADS_1
" Pindah ke depan, bukan di belakang, aku bukan sopir kamu loh, tapi... " Pak Bima menggantung, sebab Cinta langsung duduk di depan bersama Pak Bima.
" Tapi apa! " ketua Cinta.
" Kamu lucu sekali, kalau lagi cemburu begitu, " ujar Pak Bima.
" Oh, iya aku mau bicara serius boleh gak? Nanti sore, aku tunggu kamu dulu, baru nanti aku bicara" serius Pak Bima.
"Maksudnya apa coba" bathin Cinta bicara sendiri.
Cinta pun turun dari mobil Pak Bima, gerbang pintu masuk di rumahnya sudah ada Pak Satpam yang bertugas untuk membukakan dan menutup pintu gerbang tanpa harus turun dari dalam mobil. Mamanya sedang berada di halaman belakang sehingga tidak mengetahui anaknya pulang.
Pak Bima, membukakan pintu mobilnya, sehingga Cinta merasa sangat tak enak.
" Terimakasih, Pak, " ucap Cinta.
" Iya, sama sama" balasnya.
Cinta pun langsung membuka pintu dan mempersilahkan dirinya duduk di sofa ruang tamu.
Tak ada siapa pun di dalam rumah, sehingga terdengar suara orang mengobrol di halaman belakang.
" Ya ampun Mah, Cinta cari ternyata Mama ada disini." Ucap Cinta.
" Ada apa sayang, kamu tumben pulang sore, perasaan Mama hari ini kamu tidak ada jadwal pengayaan deh, " tanya Mamanya.
" Iya Mah, memang tidak ada jadwal, tapi tadi Cinta pulang dianter Pak Bima " lirih nya.
"Oh, " imbuhnya.
" Lah, terus Mama harus bilang apa, " bingungnya.
Cinta cemberut, gak Pak Bima gak Mamanya. Semuanya tidak ada yang peka.
" Itu, didepan ruang tamu ada Pak Bima, Mama coba temuin dulu, Cinta mau mandi dan ganti baju mau jalan sama Pak Bima, " Cinta langsung meninggalkan Mamanya dan naik ke atas untuk berganti pakaian.
Mamanya Cinta langsung ke ruang tamu, untuk menemui calon mantu.
" Eh, ada tamu, mau Tante ambilkan minum apa Kak Bima? " tawar Mama Cinta.
" Apa saja, " balas Bima sopan.
Bunga pun lanjut kembali ke dapur, untuk membuatkan minuman untuk calon mantu.
" Bi, tolong anterin minuman ini dulu ke ruang tamu, sebab ada calon mantu, saya kebelet sekali Bi, " ujar Bunga dan minta tolong Bibi yang membawa minuman ke ruang tamu.
"Silahkan diminum, maaf Ibu Bunga nya sedang ke belakang dulu, " ujar Bibi.
" Iya Bi, terimakasih, " ucap Bima.
Bibi pun, menaruh minuman diatas meja, dan kembali ke dapur lagi.
Beberapa menit kemudian, Cinta pun muncul di hadapan Bima.
Bima langsung melihatnya tanpa berkedip sedetikpun.
__ADS_1
" Kalau pakai pakaian biasa seperti wanita dewasa, tapi kalau memakai seragam seperti anak SD, " Bima bicara sendiri dalam hati, dan tersenyum melihat Cinta, yang begitu cantik.
Cinta heran melihat senyum Pak Bima.
" Kenapa Pak, apakah gue jelek ya, kayak emak emak ya, " Cinta melihat dirinya sendiri dari samping kanan kiri dan bawah.
"Tidak kok, kamu kenapa cantik sih" mencolek dagu Cinta, yang bikin Pak Bima gemas.
Cinta pun tersenyum malu dan merona.
" Pak Bima, tak usah merayu dan menggombali gue, gak mempan tau" menyembunyikan rasa malunya, padahal sih berbunga bunga banget hatinya.
" Enggak Cin, kamu perfect banget " lanjutnya.
" Udah ah, Pak Bima, kalau digombalin terus kapan berangkatnya " Cinta tak sabar.
" Sabar dong sayang " goda Pak Bima.
"Ck" Cinta berdecak.
Pak Bima pun pamit sama Bunga Mamanya Cinta.
"Tan, Bima mau bawa Cinta dulu ya, " pamit Bima pada Mama Cinta.
" Hati-hati, pulangnya jangan malam malam ya Nak Bima, " saran Mama Cinta.
"Iya Tan. " Ucapnya.
Pak Bima dan Cinta pun keluar dari rumah, dan segera memasuki mobilnya Pak Bima.
Dan pintu gerbang pun langsung di buka.
" Hati-hati Non, " Ucap Pak Satpamnya.
"Iya" balas Cinta.
Diperjalanan, hening tak ada yang memulai bicara, hanya saling lirik dan memandang satu sama lain.
" Kita mau kemana Pak? " tanya Cinta, membuyarkan keheningan.
" Kemana saja, yang penting membuatmu senang, " jawabnya.
" Loh kalau tidak jelas gue mau pulang saja, besok kan gue banyak tugas dari Pak Bima, gimana dong, " alibi Cinta.
Pak Bima tak menjawab, melainkan tersenyum melihat Cinta yang penasaran.
" Tidak usah kamu pikirkan, aku yakin kamu bisa menjawab semua soal. seminggu lagi kan ujian kelulusan, " terangnya.
" Yaitu, gue harus belajar Pak Bima, bukannya diajak jalan sama Pak Bima, " ucap Cinta.
Pak Bima pun memarkirkan mobilnya disamping rumah pribadinya yaitu Apartemen milik Pak Bima.
Cinta pun tak mengerti.
Cinta tak percaya bahwa ia akan di bawa ke Apartemen miliknya.
__ADS_1
Dan...