Cinta Kilat

Cinta Kilat
49 S2


__ADS_3

"Aku harus bagaimana ini, aku jomblo dong" gumam Vivi, sambil menangis.


"Ini buat kamu, hapuslah air mata yang tak ada gunanya itu, menangislah dan setelah itu kita makan siang, kasihan perutmu" ucap Vino,yang tiba-tiba datang menghampiri dirinya.


Vivi pun meraih sapu tangannya.


"Nangis, tapi gitu" ledek Vino.


"Sini, biar saya peluk kamu" lanjut Vino.


"Peluk kok bilang-bilang, gak mau lah" tolak Vivi.


1 tahun kemudian, Imel dikabarkan akan memiliki anak, dan menginjak tujuh bulan, sedangkan Vivi dikabarkan akan menikah dengan Vino.


sedangkan Riki, entah dia bagaimana.


Sinta dan Arya memiliki anak sudah berusia lima bulan, sedangkan anak Cinta dan Bima sudah berumur satu tahun setengah. Dan sudah bisa berjalan dan mengoceh terus.


"Cintaaaaa, gue mau nikah nih sama Vino, cowok reseh itu" teriak Vivi saat masuk ke rumahnya.


Cinta syok saat mendengar teriakan Vivi, beruntung Tian yang sedang tidur tidak terbangun.


"Vi, kira-kira dong, untung anak gue gak bangun, kalau bangun gue jitak loe" ancam Cinta.


"Lagian kenapa anak loe tidur di sofa sih, tidak di kamar aja tuh" Vivi tak mau kalah.


"Suka-suka dia dong, ada apa tumben main ke Apartemen " tanya Cinta, karena tadi Vivi teriak tidak fokus mendengarkan.


"Ih tadi gue udah bilang loh, gue mau nikah sama Vino, cowok reseh itu" ungkap Vivi mengulangi.


"Ya terus, " bingung Cinta.


"Gue masih gak terima, dia itu udah beli gue dong, karena dia udah menyelamatkan perusahaan Ayah gue, eh dia minta imbal nikah sama gue, kan horor Cin, " Vivi menjelaskan, terjadinya akan menikah dengan Vino.


Cinta menghembuskan nafasnya, dan menatap intens ke arah Vivi.


"Beruntung loe seharusnya, ada yang mau menikah sama loe, itu artinya loe laku! " ucap Cinta gemas.


"Loe ngeledek atau muji sih" kesal Vivi.


"Dua-duanya, lagian ngapain sih loe mikirin Riki, dia udah out dari kehidupan loe, gak tahu dia sudah menikah atau gak, kita gak ada yang tahu kan, media sosial nya saja sudah tidak ada semua. Udah fokus saja sama acara pernikahan kalian, tenang loe gak akan kekurangan apapun, dia kan tajir, " puji Cinta diakhir kalimat.


Bima juga tajir, tapi lebih tajir Vino, sekarang saja Bima sudah tinggal di Apartemen mewah, dan beberapa koleksi mobil dan motornya yang serba wah. Tapi Bima tidak menyombongkan dirinya pada orang lain. Cukup diam dan diam.

__ADS_1


Bima memegang perusahaan sendiri begitu juga dengan adiknya Arya memegang perusahaan sendiri.


Kini Bima dan Arya sudah mulai bersatu untuk bergabung, dan saling tolong menolong jika ada yang membutuhkan, apalagi Cinta dan Sinta sama saja memiliki perusahaan masing-masing.


Vivi kini menerima pesan dari calon suami.


"Kamu dimana, aku jemput kamu ya, soalnya aku dirumah kamu, tapi kamu tidak ada? " tanya Vino melalui aplikasi hijau.


"Aku di apartemen Cinta, kesini saja, kebetulan juga aku tidak membawa kendaraan sendiri, gue tunggu " balas Vivi.


"Ehem, katanya reseh tapi kok" ejek Cinta, melihat temannya seperti itu.


"Apaan sih, loe tuh ngadi-ngadi Cin, cuma jemput gue kok, kan mayan tidak keluarin ongkos, " alibinya.


"Bener? " imbuh Cinta, masih dalam mode mengejek dan menggoda Vivi.


Vivi tak mau lagi berdebat, karena percuma Vivi pasti kalah debat jika dengan Cinta.


Tok tok tok...


Suara pintu Apartemen ada yang mengetuk.


Vivi mengira itu adalah Vino, eh ternyata Bapaknya Tian alias Bima. Ekspresi Bima kaget sebab yang membuka pintu bukan istrinya tapi temannya.


"Tuh, lagi duduk di sofa" jawab Vivi menunjuk.


Bima pun langsung menghampiri Cinta, dan mencium kening Cinta dan anaknya Tian.


Vivi hanya menjadi penonton drama Korea.


"Cieeee, yang lagi nungguin ayang bebeb" ledek Cinta sedikit tertawa kecil, dan terkekeh.


"Ada apa ini? " tanya Bima heran.


Cinta dan Vivi belum sempat menjawabnya, dan terdengar suara ketukan pintu Apartemen dari luar.


Tok tok tok...


Tiga kali suara ketukan pintu Apartemen terdengar.


Vivi enggan membukanya, dan Bima yang mengalah oleh dua wanita ini.


"Kamu? Ayo silahkan masuk, sudah dtungguin tuh, " tunjuk Bima ke arah Vivi di sebelah kiri Cinta. Vivi masih belum merespon.

__ADS_1


"Apakabar Bim, anak kamu lagi apa? Ini untuk anak kamu, semoga suka ya? " Vino memberikan hadiah untuk Tian berupa baju dan sepatu, harga nya lumayan mahal.


"Ya ampun, Kak Vino kok repot amat bawain hadiah segala untuk Tian, " ucap Cinta.


"Gak repot kok, yang bikin repot itu teman kamu Vivi, " tunjuk Vino.


Vivi mendadak menoleh ke arah Vino, dan melotot ke arahnya.


"Padahal ya, elo duluan yang minta dan menawarkan diri untuk ngejemput gue, ih gak fine banget jadi cowok" sungut Vivi, sambil melemparkan makanan ringan ke wajah Vino.


Lemparan makanan bisa Vino hindari, karena Vino sudah melihatnya.


"Ya elah, bercanda Vivi, serius banget hidupa kamu tuh" gurau Vino, sambil kembali melemparkan makanan ke wajah Vivi, dan tepat sasaran terkena wajahnya.


Melihat interaksi mereka yang saling melemparkan makanan, Cinta menjadi geram dan kesal melihat ulah mereka yang seperti anak kecil.


"Kalian bisa diem gak, gak usah main lempar makanan donk, tuh lihat berserakan kan jadinya, cepat kalian berdua menyapu! " geram Cinta melihat Vivi dan Vino main lempar melemparkan makanan.


"Vino tuh" tuduh Vivi, telunjuknya mengarahkan pada Vino, yang masih duduk di sebelah Bima.


"Ya Nyonya Bima Abimanyu" ucap Vino, hormat pada Cinta yang masih melihat ke arahnya.


Vino pun menurut, Vino meminta sapu pada Bibi dan menyapunya. Vivi tersenyum puas melihat Vino menyapu akibat ulah mereka sendiri.


"Seperti dihukum dosen ya, kayak begini tuh" gerutu Vino sambil menyapu dekat Vivi dan Cinta juga Bima.


"Ya kan suami gue dosen Kak Vino, jadi jangan heran deh, " sahut Cinta yang mendengar gerutuan Vino.


"Iya deh iya, aku kalah terus kalau dekat dengan kalian semua, dan harus siap badan" ucap Vino.


"Udah jangan bicara mulu, nanti tidak selesai-selesai menyapunya, Vino kalau mau bantuin nyapu itu yang ikhlas, Jangan gerutu mulu, tidak baik Vin" saran Bima.


"Iya Pak Dosen yang paling ganteng! " seru Vino.


"Akhirnya selesai juga menyapunya, Vi minta ambilin minuman dong, aku harus banget nih" pinta Vino, mendekati Vivi dan merayu dirinya.


"Minta tuh sama yang punya rumah, jangan sama gue dong, gue kan tamunya! " tolak Vivi ketus.


"Tuh minuman udah ada dimeja juga, manja banget sih jadi cowok, " imbuh Vivi.


"Ya kan aku manja sama calon istri loh" timpalnya.


"Huft"

__ADS_1


__ADS_2