
Di ruang UKS Vivi sedang membantu Cinta mengobati luka tamparan dari Gisel mantan kekasih Pak Bima, Pak Bima pun masih menemani Cinta. Imel dan Sinta pun masuk ke dalam ruang UKS dan mereka nampak terkejut dengan adanya Pak Bima di situ.
"Loh Pak Bima ada di sini juga ternyata, kasihan tuh Pak kelas bikin gaduh gak da yang ngajarin mata pelajaran, " cibir Imel.
"Iya kamu benar, baik lah Cinta nanti aku ke rumah kamu ingat janji ku Cin, dan ingat kumpulkan nyawa kamu untukku, " perintah Pak Bima pada Cinta yang masih duduk di tempat tidur bersama ketiga Sahabatnya.
" Apa yang di ucapkan Pak Bima benar ga sih Cin? " tanya Vivi penasaran.
"Gue gak tahu Vi, tadi kenapa loe gak tanya langsung aja ke orang nya" jawab Cinta asal.
Pak Bima pun langsung menuju ke ruang kelas Bisnis. Dan di susul oleh Cinta dan tiga Sahabat nya. Perasaan Cinta penuh dengan rasa emosi dan malas bertatap muka dengan Pak Bima yang penuh penekanan.
"Pak Bima apa benar Bapak akan melamar Cinta teman kita ini? " salah satu siswi berani bertanya hal pribadi. Dan siswi itu pun menunjuk ke arah Cinta yang sedang duduk diam di pojokan tembok. Kemudian Cinta melototi temannya itu yang bernama Ara, eh yang di plototin malah cengengesan dan melambaikan tangannya Piiis..
"Tahu dari mana kamu" tanya Pak Bima pada Ara, sambil melirik ke arah Cinta Yang diselimuti rasa kesal dan marah pada dirinya tentunya.
"Loh kan Pak Bima sendiri yang bilang tadi, iya kan teman teman kita semua gak tuli loh Pak, sampe Pak Bima cium kening aja kita semua nonton looh, kalau emang benar mau lamar kita ikutan donk" Ara menjelaskan sedetail mungkin. Pak Bima pun bernafas jengah dan hendak menjawab pertanyaan Ara, di potong terlebih dahulu oleh Cinta.
"What, Ra elo liat gue!" teriak Cinta menatap Ara.
"Iya lah gue liat jangan kan gue,semuanya nonton Cinnnnn, ya ellaaaah" cibir Ara.
"Udah udah gak usah di bahas di pembahasan materi pelajaran, ok !" tegas Pak Bima pada semuanya yang masih heboh.
Lalu semua mendadak terdiam, dalam lamunan Cinta merasa sangat gelisah dan malu atas kejadian yang tak terduga ini. benar benar memalukan sekali.
Tretettt.......
Bel bunyi tanda pulang dan jam sekolah udah selesai, semua bubar dari dalam kelas masing-masing dan beramai-ramai menuju ke parkiran para Siswa Siswi yang menggunakan kendaraan masing-masing. Tiba di parkiran Cinta masih memandang mobilnya yang penyok di bagian belakang, takut pulang dan di marahi papanya, mondar mandir di belakang mobil nya, "pulang atau main dulu ya takut banget ini, gara gara Pak Bima nih mobilku jadi begini," gerutunya.
Dari kejauhan Pak Bima melihat Cinta yang sedang gelisah menatap mobilnya, kemudian Pak Bima inisiatif menghampiri Cinta ke parkiran namun ketiga temannya sudah mendahului nya,
__ADS_1
"kenapa loe, mukanya kusut amat" ledek Sinta menatap Cinta yang sedang sedih menangisi mobil nya,
"Iya, wong mau dilamar sama Pak Bima kok gitu amat,kalau loe gak mau biar gue gantiin gue mau kok Cin, " sambung Imel yang berada di samping Vivi.
"Ya elah Mel, mending ya kalau Pak Bima mau sama kamu nah kalau ga mau kan maluuu huuhuuu" sorak Vivi pada Imel.
Pak Bima dari kejauhan juga mendengar ucapan teman teman nya Cinta yang bersuara tak pelan hingga mengalahkan Toa masjid hihi.
Dan pada akhir nya Pak Bima putar arah tak jadi menghampiri Cinta takut nanti Cinta malu lagi, Pak Bima pun langsung menaiki motor sport nya dan melewati Cinta dan teman temannya.
Imel, Sinta dan Vivi tak paham bahwa motor yang lewat tadi itu Pak Bima bukan murid, sampai ketiga teman nya menoleh tak berkedip sedetikpun, banyak yang kagum dengan orang yang menaiki sepeda motor tadi, mereka kira Pengendara motor tadi adalah murid baru.
"Busyeet tuh cowok ganteng banget, penampilan nya guys" Sinta menatap tak percaya ada cowok yang sekeren itu di sekolah nya.
"Iya ya padahal muka aja kita gak tahu dia siapa tapi aura nya wuihhhhhh opaaaa" lanjut Vivi histeris juga ikutan seperti Sinta.
"Apakah dia adalah murid baru ya guys" tanya Imel penasaran juga.
Hanya helaan nafas nya saja yang Cinta hembuskan.
"Jadi bagaimana mau pulang langsung atau ke bengkel dulu Cin,? " tanya Vivi kasihan melihat temannya uring uringan karena mobilnya lecet di bagian belakang, namun tiba-tiba saja ada tukang bengkel mobil datang menghampiri mereka.
"Maaf bisa bicara dengan orang yang bernama Nona Cinta,? " tanya tukang servis mobil yang baru turun dari mobilnya.
"Iya saya yangng bernama Cinta ada apa ya? " heran Cinta saat nama nya disebut oleh tukang servis mobil.
"Kami dari bengkel Utama mobil, ingin memperbaiki mobil anda Nona, bisakah anda ikut kami Nona? ".
"Maaf tapi saya tidak memesan tukang servis mobil Pak,? " bingung Cinta.
"Iya kami tahu Nona, namun yang meminta kami ke sini karena orang yang menabrak Nona ingin bertanggung jawab atas lecetnya mobil Nona, oh ya apa di bagian belakang kah,? " tanya tukang servis mobil lagi.
__ADS_1
"Oh iya Pak" tunjuk Cinta.
Namun tak banyak komentar teman teman Cinta pun ikut ke dalam mobil dan mengikuti arah tukang servis mobil tadi. Dan di sana sudah ditungguin Pak Bima yang sedari tadi.
Ketika akan berhenti di parkiran bengkel Cinta melotot kaget di situ kok ada Pak Bima yang sedang duduk apakah suatu kebetulan atau sengaja.
Tunggu sebentar bukan nya yang menabrak mobil Cinta itu emang beneran Pak Bima ya... Cinta dan ketiga temannya Imel, Vivi dan Sinta keluar dari dalam mobil dan mereka melihat sosok guru mereka yaitu Pak Bima yang lagi asyik minum es dan disandingkan dengan cemilan dan nampak cemilan itu enak sekali menurut Imel dan Vivi.
"Ehhhh ada Pak Bima disini, lagi ngapain Pak,? " tanya Imel sambil melirik makanan yang ada di depan matanya tepat nya di atas meja Pak Bima yang sedang menikmati cemilan itu, Pak Bima pun tersenyum melihat tingkah Imel yang diyakini pasti Imel menginginkan nya maksdnya menginginkan cemilan miliknya.
"Kelihatannya saya lagi apa?" tanya balik Pak Bima pada Imel.
"Ck, Pak Bima " decak Imel kesal .
"Kalian mau ngapain ke bengkel mobil " tanya Pak Bima pada Imel.
"Kami lagi nganterin Cinta benerin mobil yang lecet Pak, kita tanya kenapa jadi Pak Bima yang tanya sih" kesel juga lama lama Imel.
"Pak Bima boleh tanya sesuatu gak" lanjut Imel memainkan mulutnya yang sudah tak menahan lapar.
"Apa?" sinis Pak Bima.
"Itu makanan kok dianggurin sih, bagi bagi kek, "
"kamu mau Mel".
" Mau banget Pak, lapar nihhhh" wajah Imel memelas.
"Ambil aja lagian saya juga tak mungkin menghabiskan semuanya bukan,? " terangnya.
"Cinta, Sinta loe berdua mau kagak nih mumpung Pak Bima lagi baik hati ini! " teriak Imel memanggil Cinta yang masih di ujung sana masih ngobrol dengan tukang servis karena keluhannya.
__ADS_1
"Jadi,, mau sekalian minuman nya gak?" tawar Pak Bima pada Imel dan Vivi.