Cinta Kilat

Cinta Kilat
14


__ADS_3

Cinta pun tersenyum dengan ekspresi Imel yang selalu memberikan kebahagiaan pada semua orang, entah sebenarnya kehidupan Imel yang sebenarnya bahagia dan seceria itu kah???. Sebenarnya dari ke empat sahabat itu masing-masing belum pada mengenal satu sama lain hanya di sekitaran Sekolah saja mereka saling kumpul dan bersenda gurau, untuk masalah pribadi di sekitar keluarga tidak ada yang tahu karena sepertinya mereka saling menyembunyikan, entah atas dasar apa.


Jam menunjukan pukul delapan malam semuanya pamit pulang karena sudah malam, Sinta, Imel dan Vivi di antar oleh sopir pribadi Cinta karena Cinta yang memaksa mereka untuk tidak pulang buru buru.


Teman-teman nya pamit pada Mama Bunga dan Papa Bram, mereka mencium punggung tangan kedua orang tua Cinta dan keluar dari dalam rumah lalu pak sopir sudah siap untuk antar para sahabat Cinta.


" Cinta, kita semua pamit pulang dulu ya,, jangan lupa mimpi pak Bima ya, " ledek Sinta.


" Ck ,, kamu juga sama jangan lupa mimpiin adiknya pak Bima, " Cinta balas ledek Sinta.


Mama Cinta pun ikut keluar untuk melihat kepergian para sahabat anaknya.


" Hati-hati ya semuanya," pesan mama Bunga pada para sahabat Cinta yang sedang melajukan mobil bersama sopir keluarga Cinta.


Di dalam mobil, Sinta melamun terus sambil menatap di luar jendela, entah apa yang tengah Sinta rasakan, dan masih terus membayangkan Arya.


Imel dan Vivi melirik ke arah Sinta namun masih belum bisa bicara karena ada sopir jadi untuk sekedar bercanda gurau rasanya kurang sreg, mungkin nanti ketika di sekolah Imel dan Vivi akan menanyakan pada Sinta atau akan menginterogasi full. Tiba di rumah Sinta " Terima kasih mang Ucup" ucap Sinta.


" Iya neng, sama sama" balas mang Ucup.


Lalu mang Ucup melajukan lagi untuk mengantar Imel dan Vivi karena rumah Imel dan Vivi satu arah bahkan satu komplek, tiba di kediaman mereka mang Ucup pun berhenti.


" Terimakasih mang Ucup udah mau nganterin kita semuanya, maaf merepotkan, " ucap Vivi pada mang Ucup.

__ADS_1


"Iya neng tidak apa apa, ya udah kalau gitu mang Ucup pamit pulang dulu ya, " balas mang Ucup tersenyum, kemudian mang Ucup membelokkan mobilnya untuk kembali pulang ke rumah majikannya.


" Kak, Kakak tahu gak nomer ponsel Sinta temannya tunangan kakak itu, " celetuk Arya yang masih mengetik keyboardnya.


Bima yang masih berbaring di kasur masih membaca buku novel nya kaget, bahkan jangan kan Sinta nomer ponsel nya nomer ponsel Cinta tunangan nya saja Bima belum tahu berapa digit angka nya, Bima masih terdiam pura-pura tidak mendengarkan apa yang di ucapkan Arya barusan.


" Kak Bima!!! " teriak Arya pada akhirnya menoleh ke belakang ke arah Kakaknya, namun Arya terkejut bukan main ternyata orang yang di ajak bicara tadi sudah tertidur sambil memeluk buku novel kesayangan nya.


Huffffff Arya mendengus kesal ternyata Arya mengobrol sama patung bernyawa haduh.....


Lalu Arya melanjutkan lagi melihat ke arah laptop nya, padahal Bima belum tertidur namun pura pura tertidur agar bisa menghindari pertanyaan Arya, kalau dijawab belum punya nanti di ledek lagi.


" Untung saja tidak menggoyangkan ku untuk bangun, " gumam Bima dalam hati, kemudian Bima mendadak menjadi mengantuk dan tanpa sadar Bima benar-benar tertidur juga.


Hoaaaaaammmm Arya sudah mulai mengantuk, dan pada akhirnya Arya pun ikut tertidur juga di sebelah Kakaknya, sebelum tidur Arya tak lupa menyalahkan alarmnya agar tidak telat untuk masuk kampus karena ada jam pagi masuk kuliah besok, dan tak lupa melihat sosok gadis berambut panjang yaitu Sinta, yang dulu memakai hijab kini berubah lagi menjadi seperti wanita lainnya, Arya mengambil foto Sinta diam diam saat Sinta sedang duduk sendiri di dekat kolam ikan saat di rumah Cinta tadi sore.


Sedangkan di kamar Sinta terus melamun di atas kasur tak bisa memejamkan matanya karen resah teringat dengan Arya yang begitu berbeda, lebih ganteng yang dulu saat memakai baju pesantren, mungkin pemikirannya sama seperti Arya, Arya juga memikirkan yang sama bahwa Sinta lebih baik yang dulu yang memakai hijab, namun Sinta saat keluar dari pesantren Sinta kembali seperti yang dulu lagi. Sinta pun.


Masih berguling-guling tak bisa memejamkan mata padahal jam menunjukan pukul dua belas malam.


" Ma, Mama kok belum tidur sih ini udah jam sepuluh loh, papa mana? " tanya Cinta pada Mamanya yang masih menonton acara di layar televisi nya.


" Papa lagi kerja di ruang kerja sayang, jadi Mama pun gak enak sama Papa, masa Papa masih kerja Mama tidur, " jawab Mamanya sambil menunjukan telunjuknya ke arah ruang kerja suaminya.

__ADS_1


Cinta menoleh ke arah ruang kerja Papanya, lalu Cinta menghampiri papa nya yang masih sibuk dengan pekerjaan nya.


Ketika masuk ke dalam ruang kerja Papanya, Papanya langsung menoleh ke arah Cinta.


" Ada apa sayang, kamu kok belum tidur Nak, kamu pasti capek tadi kan acara special kamu, cepet gih sana tidur, besok harus sekolah lagi kan, apalgi besok harus APEL di lapangan, kalau telat nanti malu loh sama pak Bima, " tanya Papanya sambil menggoda anak nya yang begitu cantik seperti Bunga istrinya.


" Iya sih pa, Cinta udah ngantuk banget cum melihat mama juga belum tidur Mama bilang nungguin Papa yang masih setia dengan pekerjaan nya, makanya Cinta ke sini untuk menemui papa, " ujar Cinta menjelaskan.


"Astaghfirullah, kenapa Mama mu menunggu Papa, seharusnya tidur aja duluan, kasian Mama kamu nantinya Nak, " lanjut Papanya kaget mendengar istrinya belum tidur dan memunggui nya selesai dari pekerjaan nya.


Papanya pun langsung berdiri dan mematikan layar laptop nya dan menutup semua berkas berkas yang berada di atas meja kerjanya dan menghampiri istrinya yang sedang menonton acara di layar televisi.


Diikuti oleh Cinta dari belakang dan papa Bram duduk di samping sang istri tercintanya, sambil tersenyum Cinta melihat kemesraan dari kedua orang tua nya, dan Cinta berharap Cinta selalu melihat kemesraan mama dan papa nya, dan berharap juga mendapatkan jodoh seperti sosok papa nya yang selalu menyayangi Mamanya.


"Ma, kenapa Mama belum tidur juga, ini udah malam Ma, Mama tidur yaa," pinta suaminya begitu lembut pada istrinya.


Istrinya tersenyum dan memegang lengan suaminya bermanja-manja di depan anak nya, upssa Cinta harus tutup mata yaaa...


" Ma, liat kondisi dong, disini ada anak kecil nih, " Cinta menutup matanya sambil tersenyum bahagia melihat kedua orang tua nya saling sayang.


Kemudian Cinta masuk ke dalam kamar nya karena tidak mau mengganggu kemesraan kedua orang tua nya, Mama dan Papanya pun masih duduk di atas sofa.


" Ma, yuk tidur, papa antar Mama ke kamar ya, " ajak suaminya.

__ADS_1


" Tidak Pa, Mama tidak mau tidur meskipun Mama mengantuk, Mama mau nungguin Papa selesai, " istrinya kekeh menolak ajakan suaminya.


" Iya udah kalau gitu tidur di ruang kerja Papa aja bagaimana, " ajaknya lagi.


__ADS_2