CINTA PALSU

CINTA PALSU
12


__ADS_3

"Mas mau dibikinkan apa ?"tanyaku mengalihkan fokusnya "Nanti saja sayang kita berangkat yuk" timpalnya boleh jawabku spontan mencari tas branded itu tidak ada pilihan


"Mas nanti mampir ke minimarket bisa ? Beli kertas atk"pintaku


"Sudah kumasukkan tas sayang, coba lihat kembali"Hendra, sebuah kejutan kudapatkan "Makasih mas,"ucapanku seakan spontan dan bermanja di lengan yang agak besar menurutku entah itu kekar atau apa ? "Hmm.... Mas tidak kerja ?" pertanyaanku sedikit ingin tahu "Kenapa malu diater suami" jawaban mas Hendra sungguh menohok merubah suasana bahagia yang baru juga aku rasakan membuahkan tawaku


Wwkkkwkwkwk.... "Judesnya suamiku" ucapanku sembari menjijitkan kakiku meraih ujung hidung mancung itu dengan gemas "Sudah mulai goda ya "begitu bahagia mendengan balasan mas hendra dan meraihku tapi kali ini gagal karena aku sadar dan tertawa sembari berlari keluar ruangan, meraih pintu dan bingung menghadapi itu, karena kecanggihan dan akunya kedesaan kali yah, "mas ajarin aku" ungkapanku tanpa sedikitpun malu ya itu kenyataan. "Pedesaan sorotan tajam dan mengatakan istriku apapun kamu tetap


istriku sayang segera jadilah ter... Ya sayang dengan serius menjelaskan


Mungkin sedikit atau banyak ketinggalan tapi daya tangkapku mulayan menyimak dan bisa


segera mempraktekkan


Kami keluar dengan langkah ringan tanpa beban turun menggunakan lif dan segera masuk mobil


lebih bagus dari yang dulu dulu sedikit ragu dengan hanya membisu segera ada


suami yang akan menjadi ter itu membukakan pintu segera menunduk masuk sesaat


kami melaju ... Sarapan bubur ya sayang, apa saja maz


Berhenti di suatu tempat ruko besar banyak yang berjajar di parkiran itu kembali melihat


suamiku membukakaan pintu mengulurkan tangan sedikit menunduk dan melangkah


membeli bubur itu


Masuklah kami di sebuah ruangan cukup luas ternyata beberapa ruko di modif menjadi satu,


sayang di sini ? Anggukanku mengiyakan


Menaruh buku kosong mengisyaratkan ada penghuni, semberi menghampiri dan ngomong mbak bisa

__ADS_1


yang satu minta tanpa daun bawang bisa dan berlalu pergi


Aku kurang tahu pasti tanggapan mi suami


Karna berlalu menduduki kursi yang ku tinggal itu dengan kertas mewakili kepemilikan


Menarik untuk duduk


Tapi....


Braakksudah ada cewek berpakaian seksi


mendahului


Kesal iya cuman malas berdebat, akhirnya ku ambil kertas di atas meja hendak pergi


Tapi kembali bruaakk.....


memang kalau lagi ketemu pak sabar seperti sekarang aku hanya diam mengambil


dan mencari kursi lagi


Nampak ada


yang luang dengan sedikit belaian mentari mencari sosok yang mulai mengisi hati


tak nampak, begitu terkejutnya saat tangan menyentuhku melihat kebelakang


disambut dengan sayang pindah ? Iya berjemur bakar lemak timpalku menetralisir


masalah


Mas masih lama ? Bentar juga datang tapi mejanya ? Aku konfirmasi bentar mataku tertuju

__ADS_1


ada pelayan membawa nampan dengan dua mangkok ideku menentukan langkahku


sedikit kalah cepat dengan pelayanan tanganku bermain maz maz pesanan saya


sepertinya ?


Iya mbak meja 18 ini


Buk....Hentakan kecil dimeja


Hay kamu ya main serobot saja .... Ini punyaku bentakannya memekakkan telinga


Celaka tak bisa dihadang dan keberuntunganpun tak bisa dibendung


Berusaha tenang tanpa menggubris seksi yang dipaksankan itu, ku kembali mengatakan ini


pesanan kami sekarang pindah di ujung dengan memastikan daun bawang tak


bertabur disisi mangkok itu


Ini tulisan meja 18 pelayan meragukan, baiklah mas atas... Hay!!!! Wanita sialan


memperlambat sarapanku


Entah kenapa aku memang jenuh dengan pertengakaran dan perkelahian aku hanya melanjutkan


pertanyaanku ini atas nama hendra kan ? Iya jawab pelayan itu pasti serta


mengakhiri perdebatan kami melangkah pergi


Tapi....


Mungkin ? Karena tudak terima siseksi ambal abal bikin ulah

__ADS_1


__ADS_2