
Berjalan melewati koridor dan menemukan sosok lain yang telah lama tidak pernah muncul, iya itu sosok Ayu sedang menanti pemeriksaan di ruang yang sama, Erik yang tahu itu tetap saja santai tak bergeming sedangkan Tyo mulai ada rasa tidak nyaman akan itu
"Maz," Tyo menggoyangkan lengan Erik "Iya, kenapa sayang"Erik menatapnya serius "Itu Ayukan ?"pertanyaan Tyo
"biarkan saja kita punya urusan masing-masing"Erik berubah menjadi sosok yang dingin
Dan mencarikan tempat duduk untuk sang istri, menunggu antrian yang mereka dapati, silih berganti pasien dan tibalah waktunya Erik dan istrinya masuk keruang periksa diaitulah mereka harus saling bertatap mata dengan sosok Ayu yang nota benya anak dari istri oaman Erik yang dokter itu.
Entahalah mungkin sudah putus itu urat malu Ayu, meliha Erik nenggandeng sang Istri yang jelas jelas ia kenah dan ketahui malah membuatnya tak segam melakukan hal yang seharusnya memalukan tapi tidak buatnya.
__ADS_1
"Sayang, makasih ya mau nganter n nemenin aku"Ayu tanpa babibu meraih tangan Erik saat melintas didepannya
Sontak saja membuat yang lagi mengantri disana menatap mereka, "Yu, lepaskan tanganku,"hanya itu yang Erik katakan
"tapikan, mas nganterin aku ? "Ayu kekeh dengan pikirannya sendiri masih dengan tetap memegang lengan Erik
Mungkin urat malunya sudah Putus, Erik hanya berlalu tanpa mengatakan sesuatu karena Tyo sudah terlebih dulu meninggalkannya masuk ruang pemeriksaan
---------Pemeriksaan
__ADS_1
Pertama menjadikan tumpuan sosok Erik begitu antusias menikmati sebuah keajaiban yang Tuhan berikan padanya kini, tak ubahnya Tyo menikmati setiap proaes yang terjadi atas hidupnya begitu banyak wanita mendambakan menjadika sosok Erik menjadi kekasih bahkan suami seperti saat ini.
Begitu tapjub akan sebuah hadiah yang mereka miliki kini semakin saling melengkapi, saling mengisi juga memberikan hal terbaik untuk pasangan tanpa paksaan sama sekali, hari yang berlalu menghasilkan kisahnya sendiri. Sosok siaga kini makin menarik hati banyak mata saat dengan setia memberikan perhatian kepada aang istri hampir di setiap suasana, kini Tyo mulai ada perubahan bukan hanya fisiknya juga mulai gampang sekali berubah mungkin bawaan ibu hamil tidak ada ngidam atau permintaan yang menyusahkan hanya saja sudah mulai sedikit terbatas dalam bergerak karena jagoannya kini telah berkembang, perutnya yang mulanya rata kini makin menantang lawan karena membuncit sudah nampak nyata tak ter elakkan.
Kebahagian terpancar usahan yang makin berkembang dan kesejahteraan keluarga juga dapat dipastikan tanpa diragukan lagi.
Sejalan dengan itu Erik mendapatkan banyak ujian saat Erik harus sedikit menahan keinginan akan kebutuhan yang berhubungan dengan istrinya bukan karena alasan tidak lagi menarik karena badan Tyo mengembang melainkan merasa sayang akan kesehatan istrinya sosok Ayu datangbdengan berbagai aksinya yang nampak terang terangan baik di area kantor bahkan dibeberapa kebetulan yang di kondisikan.
Erik yang sering kali lolos dalam jebakan Ayu kali ini dalam masalah besar, dihotel yang menjadi tempat untuk melakukan perbincangan dengan relasi terkait usahanya menjadikan Ayu punya celah untuk beraksi menjebaknya. Saat acara untuk melakukan malam malam dan sekedar minum bersama Ayu memesan seseorang untuk memberikan obat perangsang kepadanya bukan di dalam minuman seperti di film2 tapi di menu yang Erik pesan,
__ADS_1
Bisakah Erik kali ini lolos bahkan menghindar atau mengakhiri usaha Ayu yang teropsesi kepadanya