
"Kamu kok ngomongnya gitu sih, " sergah Tiara merasa tidak enak.
"Ya, siapa tahu kan? Aku kan cuma berusaha ngengetin, supaya kamu waspada dan enggak terperosok jatuh. "
"Kamu jahat ngomong kayak gitu. Sini minumannya, aku abisin, " Tiara meraih gelas yang sudah Danial letakkan di meja.
"Nggak usah deh, nanti kamu pingsan, atau teler, atau nggak bisa bangun lagi selamanya, " tukas Danial pura-pura marah dan kecewa, padahal hatinya sudah mulai besorak riang, karena pancingannya sudah hampir mengenai sasaran.
Tiara semakin tidak enak hati. Lalu dengan cepat ia meraih gelas di tangan Danial dan segera menenggak isinya. Rasanya aneh, belum pernah Tiara meminum minuman dengan rasa seperti ini. Tapi dia memaksakan diri untuk segera meminumnya. Namun medadak saja kepalanya terasa pusing, kerongkongannya bagai terbakar, dan perutnya terasa diaduk-aduk. Benar-benar tidak enak.
__ADS_1
"Danial..., " ucap Tiara dengan suara agak tersedat. Kepalanya kian terasa berat dan berdenyut, dan kakinya bagai tidak menginjak tanah. Serasa terbang dan limbung. "Dan... aku... " Tiara hampir roboh.
Danial terseyum manis, "Kamu nggak apa-apa, ini biasa, " lalu diraihkan tubuh Tiara dan dipapahnya keluar dari tempat itu.
Danial merebahkan tubuh Tiara ke tempat tidurnya. Dia tersenyum tatkala memandangi tubuh indah itu tergolek tak berdaya.
Tiara memang tidak berdaya, kalau Danial mau, dia dapat melakukan apa saja, dan dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan baik ini.
"Tia..., " dibisikannya nama gadis itu seraya mendekapnya dengan mersa. "Kau cantik sekali. Dan aku tahu, kamu pasti masih polos.... "
__ADS_1
Dan Danial pun segera memesrai Tiara dengan leluasa. Sampai akhirnya ia pun terlelap.
Tiara bergerak perlahan, ia terbangun dari tudurnya, dan ia tersetak kaget menemukan sosok lain di sisinya. Dan sosok itu nampak besar dan kekar. Dan dia...
"Ya, tuhan..., Danial? apa yang terjadi? Apa yang kau lakukan pada diriku?" tanyanya tak percaya tentu saja kaget. Dan ia pun bergerak untuk bangkit, tapi ada yang terasa sakit pada tubuhnya.
"Apa yang terjadi?" tanyanya cemas. Sesaat dirinya sadar, kalau dirinya telah....
"Oh, aku.... Gila, Danial!" makinya panik. Dia sadar kalau Danial telah merenggut kesuciannya. Dia sadar kalau Danial telah mengambil miliknya yang paling berharga. Dan cowok itu mengambilnya tampa persetujuan dirinya. Cowok itu telah mencuri miliknya yang selama ini ia jaga dengan sepenuh hati dan pada saatnya nanti akan ia persembahkan untuk suaminya.
__ADS_1
"Danial, bangun!" Tiara mengguncang tubuh kekar Danial. Tiara sedih dan kecewa. Dia ingat peristiwa semalam, dia merasa sangat bodoh. Dia juga kecewa karena ditipu bajingan itu. Sungguh Tiara tidak pernah menyangka bahwa Danial yang dinilainya baik dan peyayang adalah seorang penipu. Ah, ternyata benar kata Mama, dan benar semua yang telah diucapkan Mama tentang laki-laki di zaman sekarang. Ternyata Mama tidak salah dengan menghawatirkannya. Ternyata Mama benar dengan selalu berhati-hati menjaga Tiara. Dan Tiara pun ingat Anya dan Ersa. Ingat laki-laki setengah baya yang membawa Anya. Barangkali, laki-laki itu membawa Anya ke rumahnya, atau ke hotel, dan mungkin juga ke villa. Ya, tuhan, ternyata Mama benar.
"Maafkan Tiara, Ma..., " ucap Tiara dengan air mata berderai.