
iya rasa yang akhir akhir ini ku miliki, mungkin rasa ini datang terlambat tapi aku sudah tidak bisa melakukannya sendiri, Maz bangunlah....
Dokter yang kebetulan Omnya Erik datang, bersabarlah Erik masih Harus melewati masa masa kritis malam ini
apa ?! aku kaget mendengarnya
Iya kalau panasnya tak turun baru bisa melakukan tindakan lain lagi menunggu reaksi obat yang kami injek tadi
boleh saya menjaganya dok, hanya satu orang
Bik bibik aku pesankan taksi yaa.... nanti bibik siapkan baju Den Erik besok pagi baru pergi kesini lagi, baik Non
ma maaf Non bibik mau kasih kerudung bibik boleh bajunya non sedikit terbuka
i iya Bik maaf tadi ndak kepikiran ambil baju Erik juga gak pinya baju ganti, memgambil dan menggunakannya seperti sal makasih bik mari aku antar ke depan taksinya sudah datang nanti hubunginnya nomer Den Erik ya Bik pakai ponsel saya juga bisa dikamar ini saya ada telp Non, baik bibik hati hati yaa
bibik mau kemana dokter Irvan pulang Dok, biar diantar mobil kantor saja
baik terimakasih jawabku
taksinya non, gak apa bik kita ganti rugi
__ADS_1
pak kalau ke daerah menyebutkan asal alamat moll terbesar dan mengeluarkan uang yang ada di dompet ini pak cuman g jadi yaa sudah ada yang jemput makasih, menutup pintu dan menunggu sopir juga mobil bibik untuk pulang
dokter irvan kembali mengatakan ini pak antar ibu saya pulang ke alamat yang saya share sampai segera kabari, baik pak "supir
Bik jangan lupa dimakan ya masakannya sayangkan n jangan lupa jaga rumah ya, baik non
akupun masuk dengan syal ala ala menutup sbelahan dadaku
mwnggunakan baju khusus dan melihat tubuh Erik dengan infus
hay Maz bangunlah batinku
hanya memandangnya, melihat begitu sempurna ciptaan Tuhan yang satu ini sesekali menatap ke aliran infus seiraman detak jarum jam
Maz bangun maz aku takut jarum, yang sendari tadi ku liat yang menempel ditanganmu, juga ada speet diujung juga alat alat itu
maz aku mohon bangulah memagang tangan panjang dan menawan itu, maz... maz Erik kan janji mau melakukan sisanya tentang kita
air matakupun menetes di tangan maz Erik, segera aku menyekanya dan menatapnya kembali
Aku harus melakukan apa maz ? agar kamu bangun
__ADS_1
isakkupun kian terdengar diruang sunyi itu malam juga makin larut tak ada teman berapa lama akupun lupa yang aku pikirkan bagaimana terus gimana kenapa dan seterusnya
sampai tangan itupun mulai bergerak membuatku kaget keluar dari lamunan pertanyaan
Maz Kamu uda baikan ? sudah sadar aku panggilkan dokter memencet tombol Emergency
beberapa perawat datang juga Om Erik, syukurlah sudah sadar bagaimana bisa terjadi kaya anak bayi saja sembari memeriksa
pindah ke ruangan saja aku sudah baikan kasian Istriku nanti takut banyak jarum, hah..... apa iya maz erik mendengarkanku
Sus pindahkan ke ruangan dengan terus pantau keadaannya "tegas Om Irvan
hanya bisa melihat dan memandang erik meski ingin sekali memelukmu aku rindu rasa nyaman itu
kami siapkan perpindahan pasien sebentar, ba baik Sus
Maz maz akupun tak bisa mengendalikan diri untuk memeluknya
belaiannya tlah kudapati, jangan menangis lagi berisik sayang.... biarin yang penting maz sudah sadar jangan sakit lagi
iya aku dengar permintaanmu tadi, aku mau kamu melakukannya untukku setelah dari sini, apapun maz apapun itu aku mau melakukannya asal jangan sakit lagi
__ADS_1
maaf mbak pindah ke ruangan sekarang ?