
“Mas mau mandi ?” Tyo sadar sentuhan lembut
padanya, “maaf aku ketiduran” ungkapan untuk suaminya “bulek sudah siapkan, sayangku sudah bangun ? timpal Erik dengan melanjutkan aksinya “maunya mas gantikan” “yee, maunya mas”Tyo dengan merapikan kembali bajunya “iya sayang pertempuran baru dimulai, sudah ditinggal pergi. Kemarin seperti mau mati saja aku, dadaku serasa sesak saat memncarimu dan tak
bisa menemukanmu” kembali berkatan seakan sembari membayangkan ulang peristiwa beberapa hari lalu saat ungkapannya dirasa cuku pelukkan bersama kecupan beberapa kali di berikan untuk sang istri tersayang.
“Lee airnya siap”suara Bulek merubah keadaan “mas mandi dulu sayang”Erik melangkah keluar “istirahatlah besok kerumah sakit,
kasihan juga tondua disana, mereka juga butuh istirahat”Pungkas Erik sebelum keluar mandi “ iya mas, mau kubikinkan mas teh jahe ?”Tyo beranjak juga “ mau, kalau kopi jahe”Erik, mas mau balik ayo mas mandi sudah malam menempel manja
[ Usai mandi menikmati malam berduaan ]
“sayang makasih kopi jahenya beraksi”Erik “maksudnya
__ADS_1
?”Tyo bingung “mas sudah panas tinggal melaksanakan tugas yang tertunda”Timpal Erik “lakukan mas, semuanya sudah halal”Tyo dengan berbinar menyatakan itu “beneran sayang”Erik seakan tak percaya “iya mas, silahkan” Tyo kembali memberikan
persetujuan “pasti besok sakit sayang, Maz kecanduan”Erik seakan ambigu atas keinginannya “ gakpapa, besok dipikir besok saja”pungkas Tyo menjadikan malam panjang terjadi begitu menggairahkan memberikan kebahagian satu sama lain dengan berulang sampai mereka kelelahan dan tertidur dengan nyaman saling menghangatkan dengan berpelukan hingga terlelap karena kelelahan atas nama surge dunia diistana pernikahan.
Pernikahan adalah latihan untuk menjadi sahabat yang antusias
dan penuh semangat dengan salah satu sumber kebahagiaan yang terbesar adalah bangun pagi dan melihat wajahmu sayang.
Saat ku jatuh cinta padamu bukan karena menemukanmu yang sempurna sayang, melainkan karena melihat kesempurnaan padamu
istri tersayang untuk menyegarkan diri masuk ke sebuah ruangan semi Terbuka itulah dapur ala-ala pedesaan. Sambutan Bulek “sudah bagun le ?, istrimu mana ?” spontan Erik menjawab “capek bulek habis bertempur semalam” dengan senyum yang mengembang bulek tahu maksudnya dengan lirih mengatakan “iya kasihan anakku, nyimpen banyak hal sebelumnya, bulek mau ngomong cuman jangan marah ya lee”Anggukan Erik memberikan
kesepakatan “dulu sebelum dijodohkan, Tyo sempat dekat dengan seseorang sekarang jadi lurah didesa ini, tapi ceritanya lain saat pulang dan menikah denganmu pasti semua berubah” dengan sedikit keraguan bulek melihat menantunya berharap sebuah jawaban “Erik sudah tahu semuanya bulek, saat membantu Tyo malam itu, semuanya tanpa terkecuali dan paling membuat bahagia Erik juga
__ADS_1
mendapatkan semuanya yang pertama”pungkas Erik dengan senyum mengembang.
“Lee, melu nang sawah a ?” suara Bapak hanya melihat dengan penuh ketidak tahuan Erik “ra ngerti Pak, bosomu” Bulek mengingatkan “iyo buk e lali aku, mantuku raiso jowo” bapak dengan tertawa hahahahhaa gelak tawa yang tak pernah dilakukan selama ini “ikut bapak kesawah ?”mencoba menggunakan bahasa yang dipahami Erik “mau dengan semangat 45 nanti sarapan biar dibawakan bulek sama istrimu” penjelasan Bapak.
Tanpa menunggu lama Erik dengan segera mengikuti langkah kaki yang lebih dulu dengan senang melihat sapa mentari yang mulai hangat “duduk sini, bapak mau liat yang sebelah sana” dengan antusias menikmati pemandangan. Dirumah bulek membangunkan istrinya
“nduk bangun masmu ikut kesawah, belum sarapan”pinta bulek, dengan Tyo segera menyibak selimut dan menggunakan baju kebesaran daster membuka pintu kamar “mas ke sawah sama bapak ?”Tyo menyakinkan pengdengarannya “iya nduk, sarapan sudah jadi ayo kesana keburu kesiangan”pungkas bulek “iya Tyo mandi dulu”menjawab dan berlalu.
15 menit kurang Tyo sudah selesai, dengan rambut basah dibungkus handuk “jaga suamimu nduk, dia laki laki baik” tiba-tiba bulek muncul “bikin kaget saja Bulek ihh..” Tyo “maaf maaf, bulek tadi sempat ngobrol dengannnya, bapak juga bisa ketawa lepas”penjelasan Bulek “iya sawah yang mana ?” yakembali pertanyaanny “yang disewakan sama pak moden”timpal bulek. Dan jlep seperti ada belati yang menusuk, menghujam mendengar nama Pak moden artinya, mertua tak jadi Muka Tyo menjadi masam. Bulek yang melihatnya menanyakan “kenapa ? kangen pak lurah ?” membuat Tyo kesal “yee bulek, semua berlalu sebelum ada mas Erik, semua sudah terkubur” jelasnya sembari menentukan
pilihan pakai ini saja, “kita berangkat bulek menanyakan, sama buat tondua bulek sudah siapkan kare ayam kampung buat dimakan nanti kalian bawakan “siap....
likenya mana ?
__ADS_1
gitu dong
makasih