
kamu kenapa Wanda, aku gak papa cuman bingung kuliahku bagaimana hemmm timpalku
cukup menikmati pemandanganku didepan sampailah kami di sebuah rumah mungil tapi berkelas, masuklah dulu wanda mengatakan tanpa basa basi
minta air putih aku haus.... mau kubikinkan apa? wanda
Sudah ndak usah repot jawabku
masuk hunian itu teduh bersih, nampak tulisan beberapa surat dan sekilas tak sempat membaca hanya logo itu logo kampus menyimpan pertanyaan dan membiarkan air putih membasahi tenggorokanku
dengam membiarkan wanda sendiri bukan berarti ku tak peduli aku tahu logo itu setelah mengeceknya di ponselku
Ndah aku mau pulang kerumah Erik klau sudah selesai dengan keputusanmu telp aku yaa....
anggukan itu nampak tenang tak seperti tadi,
akupun keluar dan melajukan mobil pinjaman kepemilikan Erik
__ADS_1
dan segera menelpon ke empunya mobil sekian lama telp terhubung dan tersambung, selamat pagi nyonya Bapak sedang Rapat bisa tinggalkan pesan ? suara cewek itu ragu ku menjawabnya cuman ya harus menghargainya
baiklah Bapak Rapat sampai jam Berapa ? di kantor mana ? sampai jam makan siang setelah ini kami kirimkan alamatnya
baik terimakasih dan saya tunggu alamatnya baik nyonya segera kami kirim
suka suka kamulah Rik manggil Nyonya atau apapun yang kamu suka, masih lama akhirnya kuputuskan kembali kerumah dengan berganti baju lebih santai saja baru menyusul Erik, pulang itulah pilihanku
dirumah sudah nampak sosok yang mebuka pintu dengan pakaian senada warna gelap, pagi non
pagi Pak, saya sama Istri Non disini baik pak semoga Bapak Kerasan dengan egoku sepertinya untu masuk bukan apa keburu kekamar mandi ada panghilan alam
bentar ya Pak, Sudah keburu mgalir melihat sekilas kekecewaan di wajah bapak paruh baya itu
dengan sesikit berlari
dengan lega akupun kembali keluar memasyikan bapak tadi tak salah paham, Pak maaf tadi keburu kekamar mandi sembari mendekati ruangan kotak di depan
__ADS_1
iya non bapak mengerti, bapak sudah lama kerja sama Den Erik
mulai kecil Non dirumah satunya
Oh.... terus tanyaku
karena tante Den Erik keberatan karena Bapak amsudah tua juga diganti meski dengan Pesangon besar itu menyakiti kami, Den Erik sudah bapak anggap anak sendiri apalagi pesan mediang Tuan dan nyonya Sebelum kecelakan pesawat itu
akupun melongo membentuk huruf O dimulitku memgetahui Erik seorang diri dengan hanya tantenya entah perasaan aku tak begitu nyaman dengan kata kata tantenya
trus kemarin sekretaris Tuan menyuruh kami kesini kami bahagia,
baiklah Bapakku sayang jangan bersedih nanti yang kerasan jagain kami ya.... iya non terimakaaih dengan wajah berbinar tak seperti tadi maaf tadi beneran kebelet banget Pak, dan Bibik kemana ? kepasar Non ndak jauh dari sini naik apa jalan kaki aduh kok dibolehin sih pak
bentar aku ganti bajuku ya kita susul
berlari mencari baju blus kekinian tanpa lengan aku suka itu pilihan Erik selesai menguncit rambutku mirip ekor kuda keluar dan mengatakan ayo Pak,
__ADS_1
aku lupa bawa ponsel hanya dompet kesayangan menemani
melaju dan mwngatakan bapak tenang saja tinggak kasih arah kanan kiri tak sampai lama karena ku lajukan akan cepat sampai di ujung jalan ada serang paruh baya yang di kerumuni dua laki laki akupun mengurangi kepatan mwlihat ibu ibu tua itu tetakukan akupun memilih menepi dan keluar tanpa kompromi