CINTA PALSU

CINTA PALSU
AKU NYAMAN


__ADS_3

kamu kenapa Wanda, aku gak papa cuman bingung kuliahku bagaimana hemmm timpalku


cukup menikmati pemandanganku didepan sampailah kami di sebuah rumah mungil tapi berkelas, masuklah dulu wanda mengatakan tanpa basa basi


minta air putih aku haus.... mau kubikinkan apa? wanda


Sudah ndak usah repot jawabku


masuk hunian itu teduh bersih, nampak tulisan beberapa surat dan sekilas tak sempat membaca hanya logo itu logo kampus menyimpan pertanyaan dan membiarkan air putih membasahi tenggorokanku


dengam membiarkan wanda sendiri bukan berarti ku tak peduli aku tahu logo itu setelah mengeceknya di ponselku


Ndah aku mau pulang kerumah Erik klau sudah selesai dengan keputusanmu telp aku yaa....


anggukan itu nampak tenang tak seperti tadi,


akupun keluar dan melajukan mobil pinjaman kepemilikan Erik

__ADS_1


dan segera menelpon ke empunya mobil sekian lama telp terhubung dan tersambung, selamat pagi nyonya Bapak sedang Rapat bisa tinggalkan pesan ? suara cewek itu ragu ku menjawabnya cuman ya harus menghargainya


baiklah Bapak Rapat sampai jam Berapa ? di kantor mana ? sampai jam makan siang setelah ini kami kirimkan alamatnya


baik terimakasih dan saya tunggu alamatnya baik nyonya segera kami kirim


suka suka kamulah Rik manggil Nyonya atau apapun yang kamu suka, masih lama akhirnya kuputuskan kembali kerumah dengan berganti baju lebih santai saja baru menyusul Erik, pulang itulah pilihanku


dirumah sudah nampak sosok yang mebuka pintu dengan pakaian senada warna gelap, pagi non


pagi Pak, saya sama Istri Non disini baik pak semoga Bapak Kerasan dengan egoku sepertinya untu masuk bukan apa keburu kekamar mandi ada panghilan alam


bentar ya Pak, Sudah keburu mgalir melihat sekilas kekecewaan di wajah bapak paruh baya itu


dengan sesikit berlari


dengan lega akupun kembali keluar memasyikan bapak tadi tak salah paham, Pak maaf tadi keburu kekamar mandi sembari mendekati ruangan kotak di depan

__ADS_1


iya non bapak mengerti, bapak sudah lama kerja sama Den Erik


mulai kecil Non dirumah satunya


Oh.... terus tanyaku


karena tante Den Erik keberatan karena Bapak amsudah tua juga diganti meski dengan Pesangon besar itu menyakiti kami, Den Erik sudah bapak anggap anak sendiri apalagi pesan mediang Tuan dan nyonya Sebelum kecelakan pesawat itu


akupun melongo membentuk huruf O dimulitku memgetahui Erik seorang diri dengan hanya tantenya entah perasaan aku tak begitu nyaman dengan kata kata tantenya


trus kemarin sekretaris Tuan menyuruh kami kesini kami bahagia,


baiklah Bapakku sayang jangan bersedih nanti yang kerasan jagain kami ya.... iya non terimakaaih dengan wajah berbinar tak seperti tadi maaf tadi beneran kebelet banget Pak, dan Bibik kemana ? kepasar Non ndak jauh dari sini naik apa jalan kaki aduh kok dibolehin sih pak


bentar aku ganti bajuku ya kita susul


berlari mencari baju blus kekinian tanpa lengan aku suka itu pilihan Erik selesai menguncit rambutku mirip ekor kuda keluar dan mengatakan ayo Pak,

__ADS_1


aku lupa bawa ponsel hanya dompet kesayangan menemani


melaju dan mwngatakan bapak tenang saja tinggak kasih arah kanan kiri tak sampai lama karena ku lajukan akan cepat sampai di ujung jalan ada serang paruh baya yang di kerumuni dua laki laki akupun mengurangi kepatan mwlihat ibu ibu tua itu tetakukan akupun memilih menepi dan keluar tanpa kompromi


__ADS_2