CINTA PALSU

CINTA PALSU
ADA NYAMAN DIHATIKU


__ADS_3

pagi.... sudah bangun ? Wanda


Iya jawabku


Yang lagi mandi Erik pertanyaan Wanda berikutnya


anggukanku menjawab itu


gimana kabarmu Wanda duduk disampingku


sudah sedikit lebih baik berkat kalian terimakasih Wanda untuk semuanya, kami berpelukan sampai kamar mandi terbuka Erik melihatnya


Ndah bantu aku ke kamar mandi boleh pintaku


biarku bantu erik mejawab bersautan yeee itu enak dikamunya dong wanda sewot langsung melanjutkan ayo buruan ku bantu ntar ada yang main serobot memandang erik dan membantuku ke kamar mandi sudah ndah aku bisa sendiri makasih ya.....


Kamu seksi sekali menatapku yang sudah semi bugil


udah jagain itu pintu aku mau mandi baik bos.... Keluar

__ADS_1


membiarkan ku menikmati air sembari menyegarkan diri sesudahnya merasa cukup akupun keluar menggukan baju prasejarah pernikahanku sakit ? iya... Tapi mencoba menepis segala rasa itu bukankah harus kulalui keluar dengan ikatan handuk dikepala karena rambutku basah mereka melihatku iya wanda erik entah dengan pemikiran mereka akupun mengutarakan laper mau bubur ayam saat aku mengutarakan inginku


sebentar erik pergi dengan menatapku


Anggukanku dan wanda menghampiriku kamu tuh alami pantes erik gak mau pergi tahu bidadari disini


sudah ah jangan gitu aku agak gak enak hati dengan melanjutkan jawabanku semua wanita itu cantik n unik jadilah dirimu sendiri ndah bersamaan erik masuk dan mengatakan ayo boleh kata om dengan sedikit tersirat beban bentar ku betulkan rambutku dulu mencari sisir wandapun memberikannya untukku menyisirnya dan ayoo ajakku melangkah diikuti sosok baru dalam hidupku akhir akhir ini


dipelataran rumahsakit sudah ada mobil menunggu masuklah kami tanpa saling mendahului menikmati hawa sejuk pagiku tak lama menlaju sampailah di resto itu masuk dengan ritual buka pintu dan ku lakukan untuk sahabat baruku wanda menuju meja kosong saat erik mendahului memesankan untuk kami


ujian dimulai benarkah erik tahu inginku sesaat susah menghampiri diikuti pesanan melihat dengan seksama pilihan erik untukku ternyata benar dia tahu betul yang aku suka senyumku bahagia meski hatikupun sakit akibat sikapnya itu cuman aku dan tuhan yang tahu rasaku biar bagaimanapun mereka harus tau aku sudah bahagia dan menerima semua ini


makananpun habis ternyata erik tidak memesan makanan ndak makan ? Tanyaku kalau ndak suka yaa beli dimana ku temani tawaranku


wanda mengikuti bisa makan dobel artinya iya biar kuat menghadapi kenyataan timpalku


mereka diam dengan saling memandang


sudah jangan baper memecah keheningan wanda memegangku masih dengan tatapan itu tenang inilah kenyataanku semua harus kulalui dan aku yakin aku mampu meski harus tertatih tatih terlebih dulu tapi aku kuat melewatinya karena ada kalian di dekatku makasih ya...

__ADS_1


Memeluk wanda memegang tangan erik yang seakan cuwek tetap berjalan tapi mencuri pandang hanya melirik ke aku sampailah di mobil sport itu masuk dan melaju sampai diujung ****** memarkir


agak jauh kami berjalan keluar menuju tempat makan pinggiran itu, melihat penuh kami hanya bisa menunggu kursi kosong dan benar saja sesaat ada yang koaong akupun melangkah ingin duduk tapi apa ?


Tapi lagi lagi kenyataan belum berpihak denganku sosok laki laki itu menyerobot tempat dudukku membuatku hampir jatuh erik bereaksi melakukan penyelamatan dan nampak ingin memghajar laki laki tadi aku tak ingin ada kekacauan memegang tangan erik tapi tak mempan akhirnya pelukanpun jadi untuk menahan pergerakan erik


wanda tidak bersama kami melaikan ke ke toko beli air mineral tisu dan beberapa permintaan erik dan jurusku manjur membuat berantakan emosi erik dengan membuat kami berhadapan sudah yang sabar pintaku


bajuku sederhana pakek sekali erik sebenarnya nggak juga apalagi mobil sport yang bawa itu juga lebih dari kata buat sok sok gengsi tapi buat apa membuat kekacauan toh ndak ada untungnya


wanda datang dengan beberapa barang dan memberikanku ikat rambut membuatku senang mengikat ala ala mak rumahan ke atas ekor rambutku yang panjang ke atas


saatpun tiba kursi sudah kembali kosong dan giliran kami duduk dengan tenang memesan menu di angkringan itu menikmati telur puyuh ati ampela dan banyak lainnya


ayamnya bisa minta digoreng buk pertayaanku bisa mbak minta apa jawab ibu penjual dada yang kering melihat erik makan masih dengan dongkol sayang ngapain ngurusin yang nggak penting sini ku suapin?


Wanda tahu itu ku utarakan agar kami aman spontan menarik makanan dipiring itu nasisantan yang gurih itu dan memberikan beberapa lauk pilihan membuat erik kebingungan dan gpp neng sudah jinak kok bang aak buka mulut atau ku makan sendiri nich ntar iya iya ndak iklas amat sich sembari menarik tanganku menyuapkan ke bibirnya sedikit tersentuh lembut bibir milik erik


bisa kurasakan mau bakar atau goreng pah...... Kembali menggodanya..... Ayo sudah kita nikah saja dengan sedit berubah pisisi...... Iya makan dulu ya... Jawabanku membuatnya kesal karena mulaintahu itu hanya mengalihkan emosi yang tertahan oleh ulahku

__ADS_1


apa saja aku mau coba bakar biar agak ada basah basah gimana ? kembali membuatnya tetsenyum


tapi kenapa juga ada orang dinunia ini yang selalu membuat orang emosi.....


__ADS_2