
Enggak ma
cuman takut ditinggalin ma suami jawabanku kembali
Tatapan
tajam suamiku itu menghakimi dan segera ku utarakan kekawatiranku
Maaf ma dua
kali masuk rumah sakit buat mama sama maz hendra repot dan aku menunduk sedih
Sayang
belaian mama mertuaku
Mam biar
hendra yang nyuapin yaa mama duduk saja
Baiklah
"memeberikan sepiring nasi dan kembali ke sofa di ujung ruangan"
Karena banyak
hal yang campur aduk di dadaku, berinisiatif meraih piring itu
Tapi......
Au.....
Slang infusku menghalangiku,
Sayang wajah
kekawatiran itu menghujaniku dengan kenyataan semakain campur aduk tak menentu,
pikiranku atas tekanan akan sesuatu yang menyesakkan batinku pikiranku buyar
saat terdengar suara berlarian dari luar dan sudah nampak suster memegangi
pergelanganku yang bercucuran darah, wajahku entah seperti apa yang pasti aku
melihat sosok suami dan mertuaku kebingungan
Suaraku
entah hilang kemana mataku kembali berat saat mereka menekan dan kembali
memasukkan slang infus itu
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Entah berapa
lama aku kembali merasakan kembalinya kesadaranku yang pasti suara itu tak
asing buatku, masih dengan memejamkan mataku dan pusing di belakang kepalaku
tetap mendengar suara itu memaskikan kembali mengingat ingat kembali suara itu
dan mengatakan dewi
Sayang.....
Yang pegangan yang kurasakan membuatku berani membuka mataku menghadapi
kenyataan
Masih nampak
skian samar dan mengerjapkan mataku beberapa kali baru terang melihat wajah
__ADS_1
sispekku penuh dengan kekawatiran tak ragu menjawab iya maz dan melihat diujung
dewi beneran ada disana dan tak tahu harus mengatakan apa ku tatap wajah tampan
didekatku dengan mengatakan makasih dan mataku kembari berkabut karna ada air
berbaris di sana
Melihat itu
suami mengiba atau apa yang tahu hanya dian dan tuhan
Belaian
lembut dan mengatakan sayang.....jangan sedih itu dewi menunggumu
Dan dewi
seakan di perintah menghampiriku tangan suamiku bergeser kesebelah lain dari
tempat tidurku
Dewi
"hay!! Kenapa denganmu" mungkin itu arti tatapan dewi
Kenapa ?
"dewi bersuara"
Lagi oleng
bang jawabku membuat suami dang dewi tertawa
Ciuman itu
membuatku makin oleng, iya kecupan keningku hangat menenangkan yang barusan
Menatapku
dan mengatakan bisa maz tinggal? Anggukanku memastikan
Jagain
istriku yaa menatap ke dewi mata mereka seakan menyembunyikan sesuatu anggukan
dewi membuatnya berlalu
Menatap
punggung suamiku berlalu
Wi....
Bagaimana bisa kamu kesini ?
Suamimu yang
memintaku ke ayah dan kebetulan orang tua kami saling kenal anggukanku
Dewi
melanjutkan mama rita mertuamu sahabat mamaku saat kuliah dulu
Hemmm.....
Dunia ini tak sempit tapi begitulah dunia penuh dengan kejutan lamunanku
tekoyak saat suara
Makan ya....
Tiba tiba sodoran sendok di bibirku membuatku kembali kealam nyata
__ADS_1
Hmm..... Iya
membuka mulutku mencoba menelannya cuman banyak rasa didalam mulutku seakan
ingin memuntahksnnya
Kenapa ?
Pertanyaan dewi
Enggak enak
wii
Mangkanya
buruan sehat dan pulang tipal dewi
Sapa juga
yang mau disini jawabku geram..
Terdengar
suara gaduh diluar dan membuat percakapan kami terhenti dengan saling
berpandangan sesaat ke ujung luar dan menunggu siapa yang datang
Ceklek
Wajah itu
kompak membuat kami kompak bersuara dengan sedikit berteriak
Memey!!!
Hay girls....
Mey pelukan
kami skekian seconds membuat sunyi ruangan
Kok bisa?!
Dewi utarakan ketidak percayaanya
Iya pas telp
diberikan kabar kamu sakit pasti ku datang kangen juga sih
Yee....
Artinya kita meski sakit dulu baru dia dateng timpalku
Keterlaluan
anam pejabat ini
Ndak gitu
juga kali girls "memey"
Sudahlah
yang penting kita sudah bersama "dewi"
Gimana
ceritanya lo punya lakik bagus benner "memey"
Ceritanya
panjang kali lebar kali tinggi gurauku
__ADS_1