
Di sudut lain dengan perut buncit hampir delapan bulan Tyo, sedikit merasa aneh dalam hatinya kini sejak kepergian sang suami, awalnya ingin ikut tapi tidak sempat mengatakannya takit terluka saat penolakan yang mungkin nantinya Tyo dapatkan, tubuhnya yang mengembang juga menjadi pertimbanganya sendiri untuk tinggal dirumah, Tapi seakan semua tidak menjadi suatu kendala tiba tiba keinginan diluar nalar membawa Tyo keluar rumah tanpa mengatakan kepada sang suami, sisi lain Erik menikmati kudapannya dengan bumbu campur obat perangsang, menu yang nikmat tak membuat Erik berpikir panjang untuk segera menghabiskannya.
Tyo bersama Si kembar berjalan dalam tujuan Hotel ber bintang dengan baju yang sedikit di bentuk longgar hingga menyamarkan perutnya yang lebih maju dari wanita kebanyakan sedikit polesan make up membuatnya menawan, Tondua senantiasa bersamanya memasuki hotel berbintang lima masuk kesebuah mini bar yang ada juga restonya disitulah Erik akan diperdaya oleh Ayu.
__ADS_1
Suasana sangat tenang tidak semua orang bisa masuk kesana tidak hanya karena uang saja karena ada pembatasan atas aksesnya, jangan ditanyakan kenapa Tyo bisa masuk bukan karena Erik semata tapi sebelumnya juga sering mengadakan pertemuan di hotel yang sama.
Tatapan tidak biasa Tono juga Toni membuatnya bergidik seketika sadar sosok suami mulai memegang kepalanya, bukan langsung mendatangi sang suami Tyo memilih duduk memesan sesuatu sedangkan Tondua memilih berdiri disampingnya "duduklah Tondua, sembari liat siapa yang melakukannya" Tyo mengatakan seolah tahu sesuatu padahal hanya sekilas melihat Erik memegang kepala dengan sedikit memijit pangkal hidungnya. "baik non"Tondua mengikuti istruksi Peri kecilnya yang tengah berbadan dua
__ADS_1
Menit berikutnya nampak Ayu dengan balutan baju sekainya mulai memainkan perannya sebagai ******, Tyo nampak tenang membiarkan semua sesuai rencana lawan, beda dengan mereka berdua yang nampak geram melihat semua itu
Erik terlihat semakin menghindar dan tak lagi terdengar kembali hanya upaya menghindar ingin pergi, meski mulai terhuyung ke arah nafsu birahi dan dengan terpaksa menerima bantuan Ayu, Erik sudah mulai diluar kendalinya, Tyo hanya memandang dengan senyuman penuh intimidasi, Erik mengatakan sesuatu diluar prediksi Ayu "Terimakasih Yu" dan segera berjalan keluar sedikit berlari mengerti badannya mulai tak terkendali, Ayu mulai kebakar Emosi mengingat rencana utamanya gagal membuat Erik meminta bersamanya.
__ADS_1
Tyo tersenyum penuh kemenangan "Ton dua makanlah aku liat mas Erik dulu" dengan melangkah santai melihat suami meminta kunci kamar untuk mendinginkan badannya yang kian panas seperti terbakar api, sayangnya langkahnya terhenti saat Ayu memeluk mesra Erik, "Mas, ayo ku bantu"Ayu dengan pesonanya tanpa malu
Erik menepis dan mengatakan "pergi!! " suara itu bak petir yang menggelegar disiang bolong, beberapa mata memandang Erik tak ambil pusing hanya melangkah penuh emosi, masuk kesebuah kamar
__ADS_1