
“Mas jangan bikin aku kwatir, bangunlah”Tyo dengan menatap penuh kepanikan mulai menangis tertahan sampai menetes kepipi
suami, saat air mata itu menyentuh kulitnya Erikpun terbangun, sontak kaget “hay, sayang”Erik dengan menyeka air mata istrinya “mas ketiduran sayang, maafkan mas”ucapan Erik selanjutnya berbuah pelukan “mas makan dulu, Bulek sudah siapin dibelakang”Tyo “baiklah, ayo mas memang lapar,”Erik dengan semangat, “ketenangan bersama istriku membuatku nyaman dan ketiduran" gumam Erik dalam hati
Dengan segera merekapun keluar, menikmati hidangan yang ada “mas makan gini bisa ?” Pertanyaan Tyo “suka sayang, urap-urap... apalagi bulek punya urap-urap ? sayur sawah”Mantap Pungkas Erik, “ada dirumah, hemm Nak Erik suka ?”bulek, bulek ambilkan Le, sebentar sembari sedikit berlari “yaaang, Le itu apa ?”Erik belum terbiasa dengan itu juga tidak tahu “itu sebutan anak lelaki mas,”Tyo menjelaskan “hemm”Erik, secepat itu juga bulek kembali “ini le besok bulek bikinkan lagi” disambut kata Erik “makasih bulek”
“Makasih juga menjaga anak perempuanku, segera resmikan disini ya Le,” sebuah permintaan Bulek “biar gak jadi omongan” sontak membuat Tyo menjawab “kami sudah menikah bulek, cman belum ? kata kata Tyo terpotong dengan sedikit ambigu mendengarkan kata
kata Erik “sudah sayang, wanda besok atau lusa pulang bawain semuanya dibantu om”
“benarkah wanda mau datang ?”Tyo seakan tidak Yakin “iya semua diinstruksikan pulang kalau kamu mau, sayang”Erik “terus Tondua, juga yang lain bisa tidur dirumah bulek dibelakang, iya Le” bulek dengernya sudah senang apalagi beneran, “nanti saja bulek bertahap, mas juga harus persiapkan sekripsi”Tyo menegaskan yang memjadikan keinget kuliah “yaang kangen ama batagor kantin dengan raut muka sedih”Mengutarakan keinginannya pada suaminya kini. “nanti setelah bunda pulang sayang, kita pulang mas juga sudah tinggal jadwal ujian
__ADS_1
juga, biar sekalian bunda ikut kerumah kita”Erik memberikan jawabannya “emmmm rumahmu sayang” kembali mengatakan kata-kata menohok Erik membuat Tyo bingung dan melanjutkannya “maksudnya, aku sudah tidak punya apa-apa kecuali kamu,” “loh kook gitu”Tyo makin bingung “iya semua aset sudah jadi milikmu sayang, nanti juga milik anak kita”Erik membuat Tyo makin ambigu selanjutnya Tyo berfikir apa mungkin ? sebegitu banyak jadi milikku sambil diam menikmati makanannya
“Setelah ini, mas mau cari sesuatu apa boleh ?”Erik “apa mas ?”
jawab Tyo “mas ndak bawa baju sama sekali,”Erik memberikan Penjelasan “hemm, ke kota mas”Timpal Tyo dengan Cepat“ sekalian ajak bulek ke rumah sakit”Erik penuh semangat “beda arah mas, atau ke alun alun kota saja bulek lama pingin, cman bulek suka mabuk naik mobil”Tyo memberikan sanggaran “hemmm” Erik mencoba mengerti arahanya Istrinya.
“Bulek ikut kami ke alun alun ya, sekalian belanja kebutuhan sekalian Erik beli baju ganti” pungkasnya “sekalian ajak paklek gpp, biar enak bulek ndak kepikiran juga”Tyo menambahi “boleh nak ?”Bulek bahagia “iya bulek ajak saja”Erik bersuara “bapak kamu saja nduk yang ajak pasti mau” Bulek kembali menyatakan pendapatnya “oke, baiklah lanksanakan” Tyo bergegas dan semua siap akhirnya berangkat dengan terlebih dulu menutup rapat semua pintu
bisa chek alun alun malang
__ADS_1
hanya melintas dan kembali percakapan masa kecilku, jadi topik pembahasan bapak yang diam hanya berbicara seperlunya sampai di moll, kami parkir masuk dengan membeli baju mas Erik terlebih dulu, tapi sungguh diluar dugaan suamiku malah asik mencarikan bulek baju-baju juga pak lek. Yang membuat mereka melongo adalah tanpa memikirkan harganya berapa asal suka cocok ambil-ambil saja dan akhirnya Pak Lek bersuara “Le buat beli ternak dapat banyak ini” “nanti di kondisikan Pak, kalau bapak mau”Timpal Erik “sudah cukup Le beli bajumu kapan ?” Pertanyaan Pak Lek “istriku sudah mengambilkannya tadi,”Erik menjawab “beneran nduk ?” Paklek Perlu diyakinkan “iya Pak sudah tinggal bayar, nanti sekalian”Pungkas Tyo “terus kita makan malam di mana sayang,”Pertanyaan Erik “nanti keluar saja, takutnya Bapak melihat anak pacaran bisa marah-marah” bisiknya ke suami sembari ketempat parkir “biar mas yang bawa saying, sayangku istirahat saja”Erik mengungkapkan penuh cinta “beneran mas gak capek,”Tyo ambigu “beneran saying, makasih”Erik dengan kecupan kilat takut ketahuan Bapak
Refan!!!
Fan!!
Hayo siapa itu yang panggil panggil??
up yaa
jangan lupa vote n komen like juga makasih
__ADS_1