CINTA PALSU

CINTA PALSU
Episode 2


__ADS_3

"Bagus itu, " Anya mengacungkan ibu jarinya.


"Kalian berdua mendukung aku kan?"


"Nggak cuman itu, malah akan bantu kamu nyariin cowok. kalau kamu mau malam ini juga, aku bisa carrikan. Mau type kayak gimana?" kata Anya.


"Becanda kamu, " Tiara tertawa


"Eh, aku serius, kok," timpal Anya bersungguh-sungguh.


"Gimana kalau Danial?" cetus Ersa tiba-tiba, kerena tiba-tiba saja ia melihat Danial di antara orang-orang yang ada di tempat itu.


Cowok itu baru saja muncul.


"Danial? Siapa dia?" tanya Tiara


Ersa menunjuk cowok tinggi dan gondrong, yang sedang berdiri denfan temannya yang lain dan tampak berbincang-bincang akrab dengan seorang gadis cantik dan sexy.


Tiara mengikuti telunjuk Ersa dengan matanya. "Yang mana?" tanyanya.

__ADS_1


"Yang tinggi dan gondrong Lihat, kan?" ucap Ersa memperjelas.


"Cakep kan, Tia?" tanya anya menggebu.


"Cewek mana pun akan bertekuk lutut di hadapannya."Ah, nggak berlebihan tuh?" Tiara pura-pura tidak tertarik, padahal sekali pandang dia sudah langsung terpesona. Siapa yang nggak tertarik ngeliat cowok sekeren dia? Bisik hatinya.


"Berlebihan gimana? Emang itu kok, " tukas Anya.


"Berarti aku nggak punya peluan dong untuk dapetin dia. Aku kan nggak tahu gimana caranya deketin cowok sekeren itu. Sama sekali aku nggak punya pengalaman," ucap Tiara ciut.


"Tenang aja, ada kita berdua kok yang siap bantu kamu," Anya memberikan semangat.


"Tapi gondrong begitu, Mama pasti ngamuk-ngamuk jika aku mengajaknta ke rumah, " kata Tiara murung.


"Itu soal ngampang, memangnya tempat kalian betemu cuma rumah? Kayaknya ada diskotik, cafe, atau villa di puncat aja, " sergah Ersa.


"Ih kamu, serem baget ketemu di villa, mana di puncak lagi, " tukas Tiara agak ngerti.


"Serwm gimana? Kalau di tengah hutan baru serem. "

__ADS_1


Tiara meringis, lalu untuk menghilangkan perasaan groginya karena dia melihat Anya sudah berhasih membimbing lengan Danial menuju kursi mereka, Tiara menyedot minumannya hingga isi gelasnya yang tinggal separuh hampir tuntas.


"Nih, cowok keren yang inggin kamu kenal dia sudah berdiri di depan kamu, " Anya tersenyum centil.


"Ah, kamu. Kamu sendiri yang ingin dia kesini, malah ngomon gitu, " ucap Tiara malau-malu.


"Udah deh, jangan pura-pura, " kata Anya.


"Namanya Danial, tapi aku cuman bisa ngenalin nama, tentang yang lainnya, tanya aja sendiri."


Danial tersenyum manis, lalu diulurkannya tangannya pada Tiara.


Tiara menyambutnya malu, dan dengan lirih dia berucap, "Tiara"


"Nama kamu sederhana, tapi enak di dengar. Sama kayak orangnya, sederhana tapi enak dilihat, " rayu Danial.


"Kamu bisa aja, " tukas Tiara


Danial kian melebarkan seyumannya, semakin terlihat manis. Benar kata Anya dan Ersa, gadis mana pun, pasti akan langsung jatuh cinta pada Danial. Dia begitu mempersona. Ah, mau rasanya Tiara kenal lebih dekat lagi, tapi apa boleh sama Mama ya? Tapi untuk cowok sekeren Danial, rasanya Tiara rela dimarahi Mama tiap hari, asalkan ia dapat menikmati cintanya yang pasti indah.

__ADS_1


Lihat saja bentuk matanya bagus dengan bola mata yang berwarna coklat, tidak hitam seperti milik cowok-cowok yang selama ini Tiara kenal. Kulitnya putih, hidungnya mancung, tubuhnya tinggi kekar, hingga ia nampak serasi dengan rambut gondrongnya yang tersisir rapi dengan potongannya yang modis.


__ADS_2