
anggukanku... mengartikan setuju Erik mengambil kursi roda untukku
Membawanya untukku
sini aku bantu tawaran Erik saat melihat gerakanku menuruni obgyn bad pasien memapahku dan sukses mendarakanku di kursi roda
kami menyusuri koridor rumah sakit sesaat keluar dari ruangan dengan logo VVIP ini rumah sakit siapa ? entahlah aku mengesampingkan tanyaku memilih menikmati lorong dan memanjat melewati bilik besi itu bersama dengan perasaanku yang tak tahu bagaimana dengan kehidupanku kedepan
seseaat kemudian terbuka menyuguhkan pemandangan begitu menawan indahnya batinku mengtakan itu
menyapu segala arah membiarkan Erik membawa kursi rodaku entah kemana ? saat berhenti di sudut yang makin menyuguhkan begitu banyak gemerlip bintang alam juga lampu kota yang seakan memberikan nada begitu memanjakan mata
tangan itupun tlah berada didepanku menggengamnya dan berkata
Aku tak punya banyak cerita cinta dalam hidupku tapi aku yakin bisa bersamamu, ijinkan aku menemanimu melewati apapun itu bahkan hal terburukmu
aku makin merasakan tulus itu dimatamu Rik tapi apa mungkin kita bersama saat setatusku dulu bahkan saat semua berakhir aku tetap masih sama seperti itu tak pantas memilih denganmu atau siapapun saat pergolakan batinku aku memilih menunduk memotong tatapku untuk Erik
__ADS_1
Tangan itu kembali memegangku kali ini daguku jadi sasaran
Yakinlah ada pelangi setelah hujan dan biarkan mentari terik toh nanti ada malam yang dingin Erik berkata dengan tetap menatap lekat padaku
tyo dengarkan aku pinta Erik dengan bersungguh sungguh
kembali anggukanku mungkin malam itu kenyataan mengunciku kebimbangan akan hidupku
Erik kembali menatapku lekat mengatakan dengan jelas
Jangan ragukan perasaanku dulu sekarang nantinya akan sama apapun kamu aku tetap mencintaimu, aku tak perlu jawabanmu aku hanya butuh kesempatan darimu ijinkan aku untuk menjagamu sepanjang hidupku mengukir semua indah dunja bersama
Tapi a...... kataku keberanianku terhenti saat Erik memotong perkataanku dengan menutup mulutku dengan satu jari
tak usah bercerita aku tau semua tentangmu semua tanpa terkecuali yang aku mau hanya ingin kesempatan untuk membuktikan perasaanku padamu
diamku dibuatnya, dengan melanjutkan perkataannya Maafkan aku saat menemukanmu melihatmu seperti itu aku tak mampu untuk melihatmu seperti itu lagi aku tak mau amarah itu seakan muncul di sorot mata itu, saat kamu tak sadarkan diri akupun tak sengaja mengangkat telp mantan suamimu bahkan aku telah menemuinya sembari menatap lembut padaku
__ADS_1
dengan sedikit ragu menyakinkanku yang masih tak percaya akan ceritanya, Iya aku sudah bertemu dengan hendra sedikit berbicara dan menitipkan sesuatu untukmu, mengambil map coklat yang sudah didekatku kini
apapun itu kamu harus yakin itu yang terbaik, kalau bukan saat ini mungkin nanti
anggukanku mengiyakan itu
Erik meberikan amplop coklat dengan sedikit ragu sedangkan aku sudah bisa menerka isinya
memasrikannya aku harus membukanya dengan pilihanku itu aku harus siap jika itu benar
Membuka perlahan bukan ragu tapi menyiapkan hati dan pikiranku
benar surat cerai itu sudah ditangan gugatan atas nama hendra yang ditujukan padaku, surat serai sudah dengan tanda tangan maz hendra tinggal aku di atas nama lengkapku
tak perlu menunggu lama sudahkah siap aku? entah aku hanya butuh ballpoin menyatakan keputusanku sesuai harapanmu maz,
menengadah ke langit yang bertabur bintang serta menunduk unruk berkata adakah ballpain untukku menatap harap ke Erik yang sendari tadi melihatku
__ADS_1
ini jawaban itu menjadi tanda akhir kisah rumah tangga kami terimakasih maz hendra maaf aku harus mengikuti semua karena itu inginmu masih bergelanjut pikiran bagaimana aku bagaimana ibuku bagaimana kuliah juga masa depanku pikiranku berirama seakan menyertaiku dalam ayunan tanganku mengesahkan semua dan menutup kembali rapat amplop coklat itu