
Hari berikutnya semakin intens dilalui bersama, Erik benar benar mengambil cuti dan membantu Tyo untuk melakukan pemulihan juga menjaga buah hati mereka, membeli segala alat pendukung ASI untuk buah hatinya. Membantu tanpa lelah meski harus berbagi kerjaan juga, perjuangan ASI esklusif enam bulanpun terasa membahagiakan dengan dukungan semua orang apalagi Erik membantu sepenuh hati.
Begitu bahagianya hingga tak terasa perjuangan pertama menjadi ibu terlewati beberapa bulan, dengan pengaturannya Erik bisa membuat Istrinya pulih meski masih dalam pengawasan dokter pribadi yang di tunjuk kusus, bulan berikutnya pernikahan Om Erik juga sahabat sekaligus adik angkat Erik yaitu Wanda pernikahan yang tersusun dengan sempurna menjadi terkendala dengan ulah ibu Ayu, yang menuntut keadilan atas banyak hal yang ia minta.
Akhirnya Erik turun tangan mengatasinya, dengan memberikan kata yang menjadi kunci dari semua. "Baiklah, kita bicarakan nanti, atau temui pengacara saya sekarang di kantor polisi" pungkas Erik melihat pemandangan yang tidak nyaman diliat undangan yang tengah hadir dalam acara itu.
Posisi yang kurang berpihak padanya mebuat mantan istri mempelai itu keluar dengan kecewa, karena tidak berhasil membuatnya malu dan menghancurkan pernikahan mantan suaminya.
__ADS_1
acara berlangsung berikutnya dengan pengawalan yang diperketat. hingga malam akhirnya mereka bisa bernafas dengan tenang karena kekawatiran itu telah terlewatkan walau sementara.
Wanda begitu bahagia juga gugup menyikapi yang pertamanya, sedang Dokter irfan yang sedianya sudah ke sekian tak ubahnya sama, hingga adanya kesepakatan malam pertama itu ditunda hingga esok saat bulan madu yang telah tersusun olehnya.
Erik, jangan ditanya bagaimana untuk beberapa bulan menahan sekuat tenaga toh akhirnya ia tak sekuat itu, sesaat sikembar tengah minikmati dunia mereka disisi lain kamar mereka yang di dekorasi ulang untuk beberapa ke depan masih dalam ruangan yang sama Erik kecil mulai bikin ulah melihat belahan kembar yang kian membesar membuatnya demonstrasi dengan unjuk gigi tak terkendali, Tyo sedikit terganggu dengan ulah suaminya yang tiba tiba ke kamar mandi dan lama tak keluar keluar.
Melihat sang suami berendam air dingin, memilih masuk dan memberikan apa yang diinginkan dengan membuka pembuangan air untuk itu akan nampak pemandangan air yang surut dan jimat yang tengah demonstrasipun kelihatan.
__ADS_1
"Pi," Tyo dengan memulai melakukan tugasnya sebagai seorang istri, tidak ada perlawanan diawalnya tapi sekian detik kemudian sudah ada balasan yang seirama, Erik seakan mendapatkan sebuah undian berhadiah menikmati setiap upaya penjinakan Rudal yang sekian lama tertahan seakan sudah diujung pemberangkatan, sungguh semua berirama dengan penuh kasih mereka melepaskan semua rindu yang sama sama terpendam.
Tak berselang lama setelah pergulatan mereka sudah ada yang bersuara penuh kekompakan, kini Tyo yang merasakan sedikit lelah menerima protes dari si kembar, dengan segera berbersih diri dan membiarkan Erik terlebih dulu menghampiri mereka memberikan sebuah ketenangan sementara, dan bergegas memberikan apa yang mereka minta, memilih posisi yang pas untuk memberikan keduanya ASI.
Dengan bahagia mereka memberikan yang terbaik, lelah yang sempat bersarang kini telah hilang terbang entah kemana, kebahagiaan wanda juga tak begitu beda menikmati kebersamaan dengan pria yg lebih dewasa dan mapan secara finansial juga pola pikirnya.
Sungguh Tuhan tak pernah salah dalam menentukan sekemanya untuk hambanya.
__ADS_1