
berlalu menuju pintu itu
segera melanjutkan langkahku yang sempat tertunda sesekali berhenti badanku terhuyun seperti ada beban di kepalaku
sampai diujung jalan yang ingin ku tuju tubuhku tak lagi bisa menopangnya hingga ku terjatuh tersungkur di bahu jalan sebegitu pusingnya kepalaku mencoba bernegosiasi diatas malam dingin ini
aku ingin kuat kuat sampai tak lagi melihat kembali rumah mewah tadi hanya terus berharap bisa pergi dan berlari andai aku bisa saat ini
Upaya adalah kekuatanku saat ini, juga membuat ketegaran lebih berbesar hati dalam menerima kenyataan pahit malam ini yang tidak sesuai harapan
Tuhan inikah jalan yang harus kulalui dengan berupaya berdiri entah silau lampu mobil itu makin membuatku berat
masih dengan rasa mengayun dikepalaku ku sempat berdiri sesaat sorot mobil itu mendekatiku akupun memilih berjalan lagi tak perduli
saat langkahku melemah kakiku tak sekuat awalnya ku dapati pelukan itu...... dan tak lagi ingat bagaimana malam itu
---------------------------------------------
saat sesuatu membuatku bangun entah benar atau tidaknya ? aku hanya ingin membuka mataku berat sekali, kembali memaksa diriku
saat terbuka samar nampak ruangan asing itu tak satupun yang menemaniku ingatanku mulai berputar ulang
sampai pusing menghujamiku bertubi tubi disaat kesakitanku telah kutemukan sosok teman baruku wanda keluar dari kamar mandi
__ADS_1
senyuman itu sesikit membuatku tenang bukannya mendekatiku wanda malah berlarian keluar ruangan
sesaat kemudian banyak perawat dan dokter menghampiriku serangkaian pemeriksaanpun dilakukan kurang lebih duapuluh menitan saat bersamaan akupun mengulang kejadian yang tak pernah bisa melupakan seseorang yang pernah mulai kucintai meski tak utuh melakukan itu, hanya menerima kenyataan bahwa aku tak berarti lagi baginya mungkin tidak sama sekali
kepalaku makin pusing sakit sekali lebih sakit dari malam dengan sorot lampu itu seakan berulang di tempat yang beda, saat semua berkutat dengan tugas akan tubuhku aku hanya bisa merasa sakit seakan menjadi sakit itu terasa sangat enggak adil, tetapi aku tahu berapa orang di luar sana yang memikirkanku dengan cinta yang mereka punya untukku
sosok Erik telah hadir di barisan pandanganku
hay ..... dengan raut kekawatiran yang nampak mendekatiku masih dengan nafas yang diupayakan normal
senyum Erik meneduhkanku tenanglah ada aku kata kata membuatku seakan luluh untuk kembali menata hariku kedepan
masih dengan nyeriku..... aku tak bisa memaksakan untuk senyum dan berterimakasih
bertahanlah ijinkanku menjadi obat lukamu, berikan aku kesempatan merubah dunia untuk kita aku sangat menyayangimu ucapan Erik saat itu seperti madu
kesakitanku berakhir saat obat itu habis dimasukkan lewat slang infus yang menghunus tajam hinggakupun terbuai ke alam mimpi
---------------------------------------------
saat mataku terbuka kali ini seperti bangun tidur terlambat
menyaksikan dua orang terdekatku kali ini berbagai posisi, wanda di sofa dan Erik nampak lelap dengan memegang tanganku
__ADS_1
senyumku menandakan aku rindu bahagiaku
saat melihat kembali wanda sudah memandangku dan segera berlari menghamporiku
perlu apa tyo aku ambilkan ? Suara wanda membuat Erik terbangun
memberikan senyumam teduh memanjakanku
lapar ? atau haus mengambilkan minuman di meja dan memberikan padaku
minumlah dulu.... anggukanku dan meneguknya makasih seakan suaraku habis setelah acara resepsi pernikahan
aku gak mau ini menunjuk infus lepaskan untukku, baiklah ku bicarakan om dulu melangkah keluar kamar
wanda menemaniku sekarang, sudah yang tenang ada kami buatmu jaga kesehatan ucapan itu terhenti saat Erik tlah masuk dengan perawat untuk melepaskan slang infusnya sedangkan jarumnya masih setia didalam seperti awal, dokter baru tiba mengatakan bisa dilepas setelah semua stabil yaa paling lambat besok pagi
Wanda kamu boleh pulang sekarang dik, biar aku yang jaga besok pagi baru kesini lagi ucapan Erik
Baik Kak, tyo aku pulang dulu ya lekas sembuh aku rindu kebersamaan kita wanda berpamitan sekilah nampak mengiba
setelah semua pergi Erik berkata
Belum begitu malam kita bisa keluar kalau kau kamu mau
__ADS_1