
sebelum pergi akupun memgatakan sesuatu, tenang Bik Mungkin aku bukan yang terbaik di dunia ini tapi yakin suatu saat akulah pemilik hati itu
dan berlalu pergi mencari sosok penghuni hati
tak lagi perduli bagaimana proses surat ceraiku meaki aku juga masih menangis mengingat itu
ku nampak Erik di belakang dikursi taman saat ku ketiduran, aku melangkah dengan hati hati hampir tak bersuara tapi gagal saat Erik mengatakan
MAZ NDAK SUKA KAMU KELUAR RUMAH TANPA PESAN DENGAN BERDIRI DAN SEGERA MEMELUKKU
maaf maz aku lupa bawa handphone keburu tadi, mwncoba menjelaskan
biarkan seperti ini sebentar lagi, aku takut kehilanganmu karena kamu meninggalkanku
Tidak akan kecuali kamu mengijinkan timpalku
TIDAK AKAN DENGAN SOROTAN TAJAN
Maz mandilah dulu kusiapkan makan mau makan apa ?
pelukan itu kembali menghimpitku
Maz pintaku
Aku ingin segera Menikahimu " Erik
Aku tak sanggup menunggu lebih dari 100 hari masa iddahmu
__ADS_1
maksudnya maz ?
kata pengacaraku putusanmu sudah tinggal Ketok Palu minggu ini
cuman harus tetap menunggu aku takut untuk itu
aku yang merasakan nyaman dan puas mendapat penjelasanpu membalas pelukan itu dengan mengecup dada itu karna aku jauh lebih pendek darinya dan mengatakan terimakasih Maz
hay.... itu bukan kenapa disitu apa maz ? sebelum terimakasih Maz Erik Mengulang membuatku tersenyum dan jujur mengatakan
iya iya aku pendekan jadi ndak nyampek sedikit kesal dan melenggang pergi
loh loh kok gitu menariku dengan posisi berhadapan
apa lagi..... tanyaku
dengan kesal aku berikan kecupan dengan menarik lengannya
Terus berlari.... Bik Bibik masak apa Bik enaknya ?
hemm ada benerapa bahan saja non tadi uang bibik belum cukup buat beli banyak, iya maaf nanti belanjanya sama aku ya bik
coba ku cek kulkas dan memilih ayam dan beberapa sayuran bibik bantu bersihkan saja gak papakan ?
baik Non bibik saja juga gak apa non kan tugas bibik
together ya bik duwet maut buat para lelaki godaku, baik non
__ADS_1
iya bik Den Erik biasanya suka baju apa Dirumah celana pendek sama Kaos Non baik bentar aku siapkan dulu ya bik
masuk kekamar yang saling terhubung itu mendorong pintu dan pemandangan terbukan disana
cowok yang kukira kurus terus ternyata berisi juga aku lupa mengkondisikan mukaku sampai nampak dikaca terliah Erik sekilah melihatku
kenapa melihat seperti itu, jangan bilang pingin nanti aku gak tega jadi dikabulkan
mmmm mau belajar nyiapkan ganti Maz, cuman ada pemandangan gratis kan sayang memilih masuk dan mencari almari dan mengatakan baju santainya sebelah mana maz tak berani melihat takutnya kilaf
masih masa iddah katanya senyumku, kan dikamar sebelah sayang bukan disini iya maaf gak kepikiran
aku ambilkan bentar sedikit berlari, hadangan itu membuatku berhenti melangkah kembali berlawanan dari arah semula mmmaz aku ambilkan bajunya
bukan jawaban hanya tatapan tajam sulit untuk mengartikannya
tetaplah disini jangan menggodaku
adikku belum pernah bangun menjadi petarung takutnya terganggu melihatmu
i i iya aku keluar maz lepasin tanganmu yang menghalangiku
dengan memegang daguku iya menciumku aku menyanyangimu menanti masa iddahmu lama sekali saat Erik mengusap kasar mukanya
akupun berlari kekamar dan mencari beberapa baju kaos juga celana pendek untuknya dan berbalik segera memberikannya maz bajunya disini ya....
menutup pintu dan memilih masak dengan bibik
__ADS_1