
nampak Bibik masak dengan sedih, Bik Pak mat dimana ? dikamar non belum enakan aku Panggilkan dokter ya...
Maz Maz teriakku
jangan non suami saya baikkan cuman ada pengganti didepan jadi kepikiran juga gak enak hati non
hemmmmm......... keluhku
melangkah ke kamar di ujung
Pak Pak Mamat, Iya Non
sedang apa ayo aku kenalkan temen bapak, maksudnya Non timpal pak mamat ragu
iya biar bapak enak ngurus rumah sama bibik kami putuskan ada teman
jadi saya tidak di ganti Non "pak mat
kan bapak bukan ban serep jadi gak ada gantinya cuman berbagi..Pak mat" kami ndak butuh gaji besar non hanya makan dan numpang tidursudah cukup
duh pak Mamat jangan berfikiran dan memutuskan sendiri, ayo buruan pak keburu malem mau belanja juga ini
ba baik non jawab pak mat
melangkah ke depan melalui gerbang dalam
Maz Maz ingin manggil siapa aku juga belum tahu nama kalian batinku
sedikit berlari, kami Non
kenalkan ini Pak Mat yang nantinya ngasih perintah juga bagaimana kalian harus bekerja
baik Non, kenalkan nama kalian aku juga belum tahu
__ADS_1
Tono Non saya Toni hemm sudah bicaralah yang sopan dengan pak mat, baik non
Pak mat bagi tugas dengan mereka ya pintaku
ba baik non masih belum percaya
beelalu.....
sayang sudah mandi belum Maz Erik
hehehhe.... tawaku dalam malu
ayo belanja sekalian beli beberapa untuk mereka Maz Erik
iya bentar maz jawabku
segera masuk kamar berlari dan secepat mungkin mandi dan segera menganti baju dres tanpa lengan ke dua hanya itu yang aku punya mengikat rambutku dan berlalu dari kamar ayo maz ajakkanku
cantik sekali sayang, makasih cuman belum halal bang
anggukanku sedikit ragu atas reaksi itu
tunggu yaa sampai saat itu akan kubuat kamu menyerah " jawaban Maz Erik Sedikit membuatku berfikir apa
Bik belanja apa saja ? atau bibik mau apa ? ikut non saja katanya
hmm baiklah berlalau bik keluar dulu yaa....
tinggal T2 batinku
Ton dua kalian bisa kirim ukuran celana sama sepatu ke Maz Erik ya...
seakan tak percaya Ba baik Non,
__ADS_1
kami keluar jaga rumah dengan baik, Maz erik melalui mereka dan mengatakan Ayo sayang ajaknya
sekarang gerbang ada yang bukain, rumah sudah ada yang jaga syukurlah semakin baik cuman hatiku siapa yang jagain mapir dua bulan seakan hatiku lengang hanya penantian juga kepastian membuat moodku turun.... hemmmm
Erik orang yang tak pernah kusangka juga terencana sekarang disampingku jujur perasaanku seakan hancur memikirkan itu, orang tuaku dan bagaimana aki entahlah hanya Tuhan yang tahu
tangan itu membelaiku, tangan Maz Erik
akupun menoleh spontan kamu kenapa sayang tanya Maz Erik
enggak gak ada apa apa maz ? jawabku
dengan terus melaju tangan maz erik tetap memegang tanganku sesekali berpindah posisi ke perseneleng mobil dan kembali
sampai belok ke sebuah mol melewati portal parkir dan segera ambil posisi parkir, kamipun turun masuk dan mulai mencari belanjaan
maz belikan tondua dulu ya.... cek hpnya maz sapa tahu mereka sudah kirim pesananku ?
bentar " Maz Erik
ini dengan menyodorkan pesan singkat Tondua
ikut aku ya pinta Maz Erik, anggukanku dan langsung menggandengku melewati beberapa orang sampai masuk ke sebuah stand kenamaan dalam mol memilih beberapa dengan kesepakatan serta kelengkapannya, saat asyik memilah mas Erik" sayang aku tinggal dulu gakpapakan ?
heem beserta anggukanku agak ragu
nanti bayar pakai ini "maz Erik memberikan kartu ajaib itu tinggal gesek pin, Pinnya ultahmu
hah ?! aku hanya membentuk o di bibirku, iya lengkap dengan mengusap pelan rambutku.... sebentar keburu ke toilet, anggukanku
tidak ingin tahu berapa jumlahnya juga tidak mau tahu bagaimana nantinya mencari beberapa juga buat pak mat
saat asyik memilih ternyata
__ADS_1
pandanganku terkuncin sosok yang tak asing buatku