
Lebih baik
aku mandi gumamku, menikmati air menyentuh tubuhku dan mengimat sosok cintaku
yang tertinggal dikotaku maaf aku menyerah untuk berjuang sendiri maaf air
hangat itu membuatku makin basah dan segera ku akhiri semua
Mengambil
pink dan membalutkannya melangkah keluar mengumpulkan dan mengenakannya
Keluar
melihat semua makanan hatis tak bersisa melihat wajah tampan itu tetap
memandang ke cendela
Sayang sudah
makannya
Mukanya
sumringah melihatku dengan anggukan
Melihat
tangan itu masih belum bersih segera ku ambilkan air hangat dan mengambil tisu
dan menyodorkannya
Cuci tangam
dulu sayang
Meski ragu
tetap ku katakan lagi
Tiba tiba
pelkukan itu mendarat beserta ciuman mendarat dikeningku
Membuatku
makin gak karuan
Ma maz cuci
tangan dulu pintaku
Terus....
Godanya membuatku makin bingung
Maunya....
"jawabku" spontan membuatnya makin terliat aneh
Okey baiklah
sesegera mengambil air hangat itu dan menanrik beberapa tisu
Jangan
menghidar lagi yaa swmbari menarik pinggangku makin mendekat sesegera
merengkuhku dan memberikan sentuhan dimukaku yang tak mungkin ku hindari
Dalam hatiku
mengatakan entah apa yang akan terjadi nanti ? Ku akan membiarkanya aku sudah
__ADS_1
memutuskan menyerah mesti hatiku terbagi dua
Sayang
kembali goyangan dipundakku membuatku makin membeku
Maaf maz aku
masih bingung hanya itu yang keluar dari mulutku
Melihatnya
aku tahu dia kecewa
Aku memilih
memegang muka suamiku dwngan memberikan kata maafin aku maz perasaanku masih
campur aduk mohon pengertiannya
Anggukan kekecewaan itu aku tahu
Melangkah meninggalkanku
Hatiku sakit
Melangkah cepat dan kembali narik tubuh iklan pdp itu dan memeluknya
Maz jangan marah ya..... Pintaku sembari sesegukan menahan tangisku
Belaian tangan itu menghangatkan menenangkan batinku
Iya sayang masih ingat tulisan tadi
Mencoba mengingat tak kutemukan dan kuakhiri dengan gelengan
Hatiku makin tak bisa merasakan apapun hanya dilema melihat antara nyata atau entahlah
kembali duniaku gelap
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Entah bagaimana kembali tubuhku melemah menarik tanganku auu!!! Kenapa ada itu batinku,
menyapu sekitar tak kutemukan suamiku
Ceklek
Sayang..... Maz itu menunjuk ke dua kalinya slang infus yang menggantung
Iya besok bisa dilepas jawabnya
Air mataku menetes membuat maz hendra kebingungan apanya yang sakit sayang
Gelenganku mengisaratkan bahwa aku baik baik saja, kenapa menangis ? Aku ndak mau itu maz
kembali kutunjuk ke selang infus itu
Sudah sini maz megangin, gelenganku lagi terus gimana ? Lepas maz lepas pintaku dengan air
mataku tak henti
Iya iya maz coba bilang dwngan memencet tombol perawat
Flah back
Saat tubuhku hilang kesadaran membuat panik dan menelpon tomi dan segera membawaku ke rumah
sakit, entah apa yang terjadi saat hatin dan pikiranku terbebani selalu seperti
itu
__ADS_1
Beberapa perawat dan dokter datang menghampiriku segera memeriksa nona tyo tidak apa apa
tuan sudah pulih mencoba menjelaskan dan segera memberikan suntikan di slang
infusku dan kembali menutup ceritaku malam ini
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Pagi datang tak bisa ku hadang saat suara koridor rumah sakit terdengar mulai ramai, ku
ingin membuka langsung mataku tapi seakan akan berat sekali seperti lengket,
memulai menhgoyang goyangkannya dengan gerakan menutup erat dan membukanya
berlahan
Sayang sudah bangun dan sebuah kecupan mendarat di keningku begitu hangat dan menyejukkan
Maz.....
Meski sedikit lemas, iya jawaban yang begitu lembut
Pagi sayang
sudah baikkan suara diujung ruangan, senyumku mengembang iya tante
Sembari
melihat sosok ibu yang berpesan itu menghampiriku
Kenapa tante
ya bukannya mama atau bunda saja enak didengar sayang lagian kalian sudah
menikah dan sudah tante anggap jadi anak sendiri saat pertama tante bertemu
dulu senyuman menyejukkan
Baik ma....
"jawabku"
Ayo segera
makan dan minum obat sayang mama yang suapi yaa
Hanya
anggukan sebagai balasan aku kangen orang tuaku dan mencoba menyembunyikan
Maz hendra
bergeser menjauh digantikan mama disamping ranjang pesakitan ini
Yang mulitku
bergerak seakan tak tahu kenapa ?
Wajah kami
beradu sekian dekat dan terdengar ya sayang kenapa ? Makasih hanya itu yang bisa
keluar dari bibirku
Hemm....
Mama dikacangin nich
__ADS_1