CINTA PALSU

CINTA PALSU
BERTEMU


__ADS_3

Lebih baik


aku mandi gumamku, menikmati air menyentuh tubuhku dan mengimat sosok cintaku


yang tertinggal dikotaku maaf aku menyerah untuk berjuang sendiri maaf air


hangat itu membuatku makin basah dan segera ku akhiri semua


Mengambil


pink dan membalutkannya melangkah keluar mengumpulkan dan mengenakannya


Keluar


melihat semua makanan hatis tak bersisa melihat wajah tampan itu tetap


memandang ke cendela


Sayang sudah


makannya


Mukanya


sumringah melihatku dengan anggukan


Melihat


tangan itu masih belum bersih segera ku ambilkan air hangat dan mengambil tisu


dan menyodorkannya


Cuci tangam


dulu sayang


Meski ragu


tetap ku katakan lagi


Tiba tiba


pelkukan itu mendarat beserta ciuman mendarat dikeningku


Membuatku


makin gak karuan


Ma maz cuci


tangan dulu pintaku


Terus....


Godanya membuatku makin bingung


Maunya....


"jawabku" spontan membuatnya makin terliat aneh


Okey baiklah


sesegera mengambil air hangat itu dan menanrik beberapa tisu


Jangan


menghidar lagi yaa swmbari menarik pinggangku makin mendekat sesegera


merengkuhku dan memberikan sentuhan dimukaku yang tak mungkin ku hindari


Dalam hatiku


mengatakan entah apa yang akan terjadi nanti ? Ku akan membiarkanya aku sudah

__ADS_1


memutuskan menyerah mesti hatiku terbagi dua


Sayang


kembali goyangan dipundakku membuatku makin membeku


Maaf maz aku


masih bingung hanya itu yang keluar dari mulutku


Melihatnya


aku tahu dia kecewa


Aku memilih


memegang muka suamiku dwngan memberikan kata maafin aku maz perasaanku masih


campur aduk mohon pengertiannya


Anggukan kekecewaan itu aku tahu


Melangkah meninggalkanku


Hatiku sakit


Melangkah cepat dan kembali narik tubuh iklan pdp itu dan memeluknya


Maz jangan marah ya..... Pintaku sembari sesegukan menahan tangisku


 


Belaian tangan itu menghangatkan menenangkan batinku


Iya sayang masih ingat tulisan tadi


Mencoba mengingat tak kutemukan dan kuakhiri dengan gelengan


Hatiku makin tak bisa merasakan apapun hanya dilema melihat antara nyata atau entahlah


kembali duniaku gelap


°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°


Entah bagaimana kembali tubuhku melemah menarik tanganku auu!!! Kenapa ada itu batinku,


menyapu sekitar tak kutemukan suamiku


Ceklek


Sayang..... Maz itu menunjuk ke dua kalinya slang infus yang menggantung


Iya besok bisa dilepas jawabnya


Air mataku menetes membuat maz hendra kebingungan apanya yang sakit sayang


Gelenganku mengisaratkan bahwa aku baik baik saja, kenapa menangis ? Aku ndak mau itu maz


kembali kutunjuk ke selang infus itu


Sudah sini maz megangin, gelenganku lagi terus gimana ? Lepas maz lepas pintaku dengan air


mataku tak henti


Iya iya maz coba bilang dwngan memencet tombol perawat


Flah back


Saat tubuhku hilang kesadaran membuat panik dan menelpon tomi dan segera membawaku ke rumah


sakit, entah apa yang terjadi saat hatin dan pikiranku terbebani selalu seperti


itu

__ADS_1


Beberapa perawat dan dokter datang menghampiriku segera memeriksa nona tyo tidak apa apa


tuan sudah pulih mencoba menjelaskan dan segera memberikan suntikan di slang


infusku dan kembali menutup ceritaku malam ini


 


°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°


Pagi datang tak bisa ku hadang saat suara koridor rumah sakit terdengar mulai ramai, ku


ingin membuka langsung mataku tapi seakan akan berat sekali seperti lengket,


memulai menhgoyang goyangkannya dengan gerakan menutup erat dan membukanya


berlahan


 


Sayang sudah bangun dan sebuah kecupan mendarat di keningku begitu hangat dan menyejukkan


 


Maz.....


Meski sedikit lemas, iya jawaban yang begitu lembut


Pagi sayang


sudah baikkan suara diujung ruangan, senyumku mengembang iya tante


Sembari


melihat sosok ibu yang berpesan itu menghampiriku


Kenapa tante


ya bukannya mama atau bunda saja enak didengar sayang lagian kalian sudah


menikah dan sudah tante anggap jadi anak sendiri saat pertama tante bertemu


dulu senyuman menyejukkan


Baik ma....


"jawabku"


Ayo segera


makan dan minum obat sayang mama yang suapi yaa


Hanya


anggukan sebagai balasan aku kangen orang tuaku dan mencoba menyembunyikan


Maz hendra


bergeser menjauh digantikan mama disamping ranjang pesakitan ini


Yang mulitku


bergerak seakan tak tahu kenapa ?


Wajah kami


beradu sekian dekat dan terdengar ya sayang kenapa ? Makasih hanya itu yang bisa


keluar dari bibirku


Hemm....


Mama dikacangin nich

__ADS_1


__ADS_2