
Tyo kembali tersenyum penuh kemenangan suaminya sunggu menawannya kini, "Ton kalian pulanglah setelah mengantarku ke atas" mereka segera mengikituti langkah putri penyelamat mereka, Seakan tak perduli ada siapa disana Tyo berlalu dan menanyakan ke resepsionis "malam mbak, Pak Erik masuk ke kamar berapa ? ya"Tyo, "mohon maaf, mbak siapanya ya? "Cewek cantik itu "saya istrinya mbak"Tyo menjelaskan namun sang cewek cantik itu nampak bingung penuh ambigu "liatlah mbak, dengan memperlihatkan perutnya dengan mengepres bajunya"Tyo seakan puas saat melihat resepsionisnya paham maksudnya
"baik, mari nyonya saya antar"resepsionis yang lainnya "baik terimakasih"timpal Tyo
Sampai diruangan dengan jeda sekian menit sampai dikamar dan menikmati setiap sudut ruangan sampai mendengar gemricik air kamar mandi yang tidak ditutup.
__ADS_1
Tondua masih diam berdiri diujung pintu masuk menunggu instruksi, Tyo mengatakan "mas, apakah mas baik baik saja? " suara yang tidak asingpun membuat Erik ingin membuka pintu kamar mandi, tapi pintu yang terbuka membuat Tyo memiliki akses penuh untuk masuk serta melihat "Pap"Tyo dengan menyeruak masuk keruangan penuh air dingin itu.
"sayang," masih dengan tak percaya Erik melanjutkannya dengan memikirkannya "Masih ada waktu untuk pulang sayang" dengan wajah masih memanas menahan kendali gejolak birahi, "Kenapa mas,? Bilangkan sama Tondua juga pelayan kamar Istri mas mau menginap"dengan seringainya Tyo menggoda, Erik lantas keluar dengan langkah cepat dan lebar "Tondua kalian pulanglah, nyonya bersamaku" "baik Tuan kami permisi" Tondua pergi membawa serta pelayan hotel yang mengantar mereka tadi.
Pintu yang terkunci otomatis saat tertutup membuat Erik tidak lagi ragu mendekap sang Istri "Sayang jangan salahkan aku, karena sudah ku beri kesempatan" Erik mulai gerilyanya "mas nikmatilah toh aku juga menantinya juga rindu akan sentuhanmu mas"pernyataan Tyo membuat Erik menjadikan tanda awal persetujuan untuk melakukan hal yang tertahan beberapa bulan ini.
__ADS_1
Pergulatan yang Mereka lakukan terjadi beberapa kali meski dengan sedikit kekawatiran Erik dan sedikit mengatur ritme agar aman buat semuanya
Rasa yang sekian lama tertahan kini semua terbayarkan lunas dan puas hingga menjelang pagi mereka terlelap tanpa merubah posisi saling berpelukan.
setelah sekian lama membuat Erik begitu beringas meskipun kadang menahan gerakannya yang Liar, Tyo begitu menikmati semuanya hingga terlelap penuh kenikmatan.
__ADS_1
Erik kali ini tidak lagi memberikan ruang untuk hasrat yang tertunda, melihat sang istri tanpa sehelai benangpun kembali terusik dan ada pergerakan di bawahnya, "Sayang maafkan aku"Erik melakukannya lagi menghimpitkan sesuatu hingga menyeruak lebih dalam sebuah penyatuan yang berulang Tyo meski dialam sadar tetap menikmati sensasi belakang, begitu apik dan menarik dengan sedikit tarik ulur akhirnya memiliki Ritmenya sendiri, Tyo kembali menikmati dalam hentakan yang membawa kesadarannya kembali, "mas, lebih cepat"Kata Tyo membawa Erik Kepuncaknya, saat raganya menggebu dan kenikmatan yang terlarang bagi pasangan berlebel pernikahan itu terulang kembali untuk kesekian kali.
Keringat bercucuran indah surga alam pernikahan kembalik Erik nikmati setelah sekian lama menahan penyatuan dengan banyak pertimbangan, "Terimakasih sayang, istirahatlah siang baru kita periksa lagi"Erik sadar kini Sang istri tengah hamil dan kawatir akan tindakannya ini, "iya mas, aku capek udahan ya, besok besok lagi"Tyo mulai merasa tidak nyaman, bukan jawaban hanya anggujan dengan akhir kecupan