
"Sayang mau dirumah atau ke apartemen??" Hendra
"Hemmm, sesukanya maz saja aku ngikut" Tyo
"Maaf, ya sayang untuk ucapanku waktu itu, semua ku tarik" Hendra membuatku bengong "sayang...." Hendra, Sentuhan itu membuatku sedikit terpaku danmenjawab dengan terbata "Iiya, maz masih dengar kok , apa ?, Teh tarik ?" lanjutku bermaksud menggoda bukan ngeledek, cuman sdikit jengkel mendengar tarik, dan apa semudah itu ?
"Sayang," Hendra dengan mata itu menyelidik "kubalas mas...." Sesikit tertahan gejolak penyiksaat awal pernikahan beberapa hari yang lalu, "tunggu di kamar saja,"Hendra "maksudnya" pertanyaan Tyo, "katanya teh, teh mau tarik menarik, " Hendra Kembali membuatku merona, mukaku berubah entah tahu atau tidak ?
"Tom, kita ke apartemen saja dekat"
"baik tuan" Tomi,
beberapa saat kemudian sampai dipakiran melangkah beriringan, naik menggunakan tombol sampai di sebuaj ruangan dan masuk didalam bagus semua tersusun rapi
"Tom, antarkan baju yang lain ke rumah, nanti biar kami beli beberapa di luar" Hendra "baik tuan" Tomi
Sudah agak malam mataku mulai ngatuk mungkin juga obat itu membuatku makin mengantuk
"Maz, mau mandi ?" Pertanyaan untuk Hendra "Nanti saja''Timpalnya
"hemm, aku boleh selonjor bentar ?"Tyo sekenanya mengatakan lirih masih bisa didengar oleh sang suami "iya lakukan sesukamu sayang"Jawaban sang suami
Asik dengan ponsel hingga tertidur lagi, sesaat terasa hausnya menganggu Tyo dan melihat kamar jadi redup dan tidak ada siapapun Tyo panik "Mas, mas" panggil Tyo berharap ada jawaban, "mas, mas hendra dimana ?"Tyo dengan ketakutan yang memuncak, ditempat asing dan sunyi membuatnya menciut
__ADS_1
"Mas, mas hendra kemana ?" Tyo mulai lemas hampir terperosok jatuh tapi ada tangan gagak itu menangkapku sigap
"iya sayang kenapa?" Hendra, Tyo tak perduli hanya memeluk erat tubuh sang suami, Tyo tak mau sang suami pergi menikmati
aroma itu dan membuatnya sadar ada dekapan transparan, kulit hanya berbalut handuk dipinggang, dengan keterkejutannya Tyo menanyakan "maz mandi ?" "Iya, habis jalan sendiri tadi"timpalnya sang suami Hendra
"Maz ninggalin aku ?" kembali pertanyaan Tyo untuk sang suami "Iya beli itu dengan menunjuk sesuatu diujung, spontan mata Tyo mengikuti jari sang suami, begitu malunya Tyo melihat bajunya sudah terganti dengan baju transparan
"Hmmm... Mas yang gantiin ?" pertanyaan berikutnya "Klining service!! sang suami menjawabnya meninggallanku kembali kekamar mandi
"Ofisboynya cewek atau cowok yah ?, Tanyain aja mas cowok atau cewek yang gantiin ?"Tyo Pertanyaan itu membuat yang didalam meng egokan suaran "iya!!"
Kegiatan mandinya selesai sang suami mendapatkan pertanyaan berulang dengan topik yang sama "Kok maz tega sich mas , berlalu terus" Tyo "maunya siapa ? Sayang" sang suami menyatakan itu "terserahlah" jawabnya pasrah menuruni tangga melihat makanan laper dan melihat sosok massuami tanpa baju hanya celana pendek
"Itu saja, daging"imbuh sang suami "baiklah kuambilkan"Tyo berlalu sebentar dengan mengajukan permintaan untuk suami"maz
mau kopi atau teh ?"
"aku bikin sendiri saja nanti' makan dulu,"pinta sang suami "bentar saja kok maz"dengan senyum untuk sang suami "kopi boleh" sang suami sekilaa melihatnya dan menunggu kembali
melihat makanan dan duduk menghampiri meja makan, menarik kursi untuk sang istri dan menu sudah tersaji "makasih"Tyo untuk sang suami
Dua, tiga suapan Tyo berdiri dan menuangkan kopi, mengaduknya dan mempersilahkan
__ADS_1
"ini maz...."Tyo mempersilahkan suami dan melanjutkan makan, sang sumi yang selesai duluan menikmati kopi.... "Lain kali mau seperti ini pass..."Titah sang suami "Hemmm iya mas"timpalnya senang.
...Selesai makan.... Kembali ke atas...
"mad ndak pakai kaos ?"Tyo sedikit tergoda "Biasa gini sayang"timpal sang suami tenang
"hemmm.....,Ada film ?Tyo mengalihkan sesuatu "Ada cuman,"Sangsuami menjawab penuh keraguan
"blue film yaa? "Tyo Menerka nerka "Liat saja" Sangsuami terlihat pasrah yang benar saja film romantis mewek dan ada beberapa juga film panas
"Kenapa ?"Hendra menanyakannya, aku yang kepanasan gumam Tyo "Maz mau nonton apa ?" Nonton kita saja makin panas kalau begini tuan, "Mas besok kuliahnya jauh dari sini ?" kembali mengalihkan pembicaraan
"Deket sayang 30 menit bisa kurang sampai"sang suami "hemmm......."Tyo mencoba mengerti
"Baju sudah kucarikan'"Sang suami dengan menunjuk kotak kertas dan sedikit ingin tahu
"dibuka boleh?"Pintanya
hanya anggukan, Tyo senang melihat persetujuan dan makin senang melihat baju pilihan itu, terkejut dengan 2 kotak perhiasan itu
"maz ini ?" Menunjukkan bludru " itu buat kamu kenakan sayang"sang suami
"maz.... Jangan bercanda ini mahal"Tyo seakan tak percaya hal itu "serius pakai yang pas atau dipakai saja dua duanya"Hendra mengatakan dan menghampirinya dengan senyuman
__ADS_1
menenangkan